Bawa Jasad Bocah Subuh Hari, Kisah Kematiannya Bikin Merinding

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 1 Januari 2019 14:00
Bawa Jasad Bocah Subuh Hari, Kisah Kematiannya Bikin Merinding
Kasus ini menyedot perhatian warga Negeri Jiran.

Dream - Meninggalnya bocah lima tahun menggegerkan publik Johor Bahru, Malaysia. Sebab kematian bocah ini sungguh menyayat hati.

Dikutip dari Siakap Keli, bocah yang tidak disebutkan namanya ini meninggal di Rumah Sakit Sultan Ismail pada Kamis tengah malam waktu setempat. Diduga, bocah ini menjadi korban kekerasan ayah kandung dan ibu tirinya.

Bocah tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri. Hasil pemeriksaan didapati ada luka lebam dan bengkak di muka sisi kanan, dada, perut dan dua betis bocah itu.

Usai diperiksa, jenazah bocah itu dirawat oleh tim relawan pemulasara jenazah dengan latar belakang tidak mampu. Mereka lalu mengantarkan jenazah tersebut dari Johor Bahru menuju Rawang untuk dimakamkan.

Apa yang terjadi pada bocah itu membuat tim relawan tidak sanggup menahan duka. Mereka tidak habis pikir pada orangtua si bocah yang telah tega menghajarnya hingga meninggal dunia.

Salah satu anggota tim relawan berbagi cerita mengenai kasus ini.

1 dari 2 halaman

Penuturan Relawan

Kasus kekerasan anak hingga meninggal oleh ibu tiri dan ayah kandungnya!!!

Semalam, tim amal mendapat panggilan dari beberapa orang usai maghrib yang meminta bantuan mengurus jenazah anak laki-laki berusia lima tahun untuk dibawa ke Rawang dari Johor Bahru.

Seperti biasa, ketika mendapat panggilan, tim meneliti kasus lebih dulu dan apa yang kami dapatkan adalah kasus ibu tunggal dari Sabah yang tidak mampu karena biaya membawa jenazah ke KL (Kuala Lumpur) hampir mencapai 2.000 ringgit (setara Rp7 juta) dan sebab kematian adalah pendarahan kepala.

Setelah diputuskan, tim bersama relawan asal Ulu Tiram segera menangani dan membawa jenazah tersebut untuk disemayamkan sementara di Petronas Bangi tanpa biaya.

Jam 5 pagi, setelah tim yang dipimpin saudara Mohd Zulhairi Zainal menerima jenazah, jenazah dibawa ke Masjid Rawang dan selama perjalanan di mana sang ibu satu mobil dengan tim, kami merasakan peliknya kasus ini dan saat kami bertanya di mana ayah jenazah ini, pihak keluarga menceritakan kejadian sebenarnya sembari menangis.

Ya Allah, dari mengantuk jadi geram mata kami mendengar detil cerita mengenai jenazah tersebut.

2 dari 2 halaman

Begini Kronologisnya

Cerita awalnya begitu, dua bocah laki-laki umur 5 dan 4 tahun dirawat oleh ayah kandung dan ibu tirinya yang masing-masing berusia 33 tahun dan 23 tahun di Johor Bahru. Ibu kandungnya berusia sekitar 26 tahun asal Sabah dan tinggal di Penang untuk mencari rezeki.

Mereka sudah pisah dan mengikuti jalan masing-masing. Karena ibu kandung tidak bisa merawat kedua anaknya, anaknya dititipkan kepada ayah kandungnya.

Sementara ayah kandung ini sudah memiliki pendamping baru yang merupakan warga asing dan tidak memiliki dokumen sah.

Lama kelamaan, hubungan ibu kandung dengan kedua anaknya terputus. Saat ditanya oleh pihak otoritas, anak pertamanya sudah meninggal akibat kekerasan yang cukup lama.

Yang lebih memilukan, bocah ini jadi korban kekerasan ibu tiri dan ayah kandungnya sendiri sampai dia pingsan dan berhenti bernapas ketika dibawa ke rumah sakit terdekat pada Selasa lalu. Tiba di rumah sakit, bocah ini dinyatakan sudah meninggal oleh dokter yang menanganinya.

Setelah diperiksa, dokter menyatakan bocah ini mengalami kekerasan sejak lama. Selain itu, juga kerap dipukul dengan benda tumpul.

Kemudian, pihak rumah sakit membuat laporan ke kepolisian untuk tindakan lebih lanjut. Para pelaku kemudian ditahan dan dijerat dengan Pasal 302. Sedangkan adik korban dalam perawatan kepolisian.

Sumber: Siakapkeli.my

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan