Nekatnya Bocah yang Selalu Gagal Dapat Boneka di Mesin Capit

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 23 Maret 2017 08:29
Nekatnya Bocah yang Selalu Gagal Dapat Boneka di Mesin Capit
Bikin panik seluruh orang di pusat permainan anak-anak.

Dream - Seorang anak kecil kecewa karena gagal mendapatkan golek dari mesin capit boneka. Tapi lihatlah aksinya. Dia punya cara tersendiri agar bisa membawa pulang satu boneka idamannya.

Jamie Bracken-Murphy, demikian nama bocah itu. Dia nekat memanjat dan masuk ke dalam mesin tersebut dan mengambil sendiri hadiahnya, setelah berulang kali gagal mendapat boneka dengan mesin capit.

Sayangnya, usaha bocah Irlandia itu tidak semudah yang dia bayangkan. Sebaliknya, Jamie terjatuh dalam mesin tersebut dan terjebak di dalam kotak boneka di salah satu supermarket itu.

Menurut sang ayah, Damien Murphy, dia mencoba mengeluarkan Jamie. Tapi tak mudah, lubang yang biasa dipakai untuk mengeluarkan boneka ternyata tak muat dilewati Jamie.

" Saya membujuk Jamie agar tenang dan menunggu sampai saya dapat menemukan staf yang memiliki kunci untuk membuka mesin itu," kata Damien, sebagaimana dikutip Dream dari laman Mynewshub.cc, Rabu 22 Maret 2017.

 Bocah terjebak di mesin pencapit boneka

Untungnya ada seorang petugas pemadam kebakaran yang kebetulan tidak bertugas dan berada di situ.

Petugas tadi menggunakan segala keterampilannya untuk menyelamatkan si kecil yang sedang terjebak di dalam mesin tersebut.

" Selain petugas pemadam kebakaran itu, staf di situ turut membantu. Mereka juga terkejut karena tidak pernah melihat anak-anak masuk ke dalam mesin capit boneka," kata Damien.

Beruntung bagi Jamie. Selain bisa keluar, dia diperkenankan memiliki dua boneka beruang yang dipegangnya ketika berada di dalam mesin itu.

1 dari 1 halaman

Terkuak! Ini Kecurangan Permainan Mesin Pencapit Boneka

Dream - Bagi yang sering pergi ke pusat perbelanjaan pasti tidak asing dengan permainan pencapit boneka.

Namun bukannya memberikan kemudahan pada pemain, mesin pencapit boneka itu sering menimbulkan frustasi karena sulit untuk mendapatkan satu buah boneka. Bahkan yang kecil sekalipun.

Meski kadang boneka yang diincar sudah terjepit, tetapi tiba-tiba lepas begitu akan masuk ke lubang untuk mengambil boneka yang biasanya terletak di bagian pojok.

Ternyata, permainan ini tidak seluruhnya membutuhkan keahlian apalagi ketangkasan seperti yang diiklankan.

" Bermain di mesin pencapit boneka hanya membutuhkan keberuntungan," kata Phil Edward, seorang penulis di Vox.com, situs berita online Amerika Serikat. " Karena mesin-mesin tersebut telah diatur (dicurangi, red)."

Edward telah membuat sebuah video untuk memberikan penjelasan bagaimana mesin-mesin pencapit boneka di pusat-pusat perbelanjaan telah dicurangi oleh operator untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

Dalam video, Edward menjelaskan bahwa kekuatan pencapit di mesin tersebut bisa diatur sedemikian rupa saat mencengkeram atau menjepit boneka. Hal itu bahkan sudah diterangkan dalam buku manual dari mesin-mesin pencapit tersebut, tambah Edward.

" Kekuatan pencapit akan ditentukan dari banyaknya uang yang telah masuk ke dalam mesin permainan," katanya.

Sebagai contoh, jika harga sebuah boneka sebesar US$ 7 atau Rp 98 ribu, maka harga untuk satu kali permainan yakni US$ 0,5 atau Rp 7 ribu. Artinya pemain harus bermain lebih banyak hingga operator mendapat keuntungan 50 persen. Atau pencapit hanya memberi satu kali kesempatan untuk menang dari setiap 21 kali percobaan.

Selain itu, mesin juga berusaha membuat pemain agar selalu berpikir hampir menang. Caranya, mesin akan menjatuhkan boneka ketika mendekati lubang untuk mengambil boneka. Dengan demikian, pemain akan terus membeli koin dan dibuat penasaran karena tidak berhasil mendapatkan boneka incaran.

Namun situs The Vending Times mengatakan penjelasan Vox.com tidak lengkap karena tidak mengungkapkan elemen ketangkasan yang sebenarnya ada pada permainan pencapit boneka.

" Beberapa tahun belakangan para pemimpin industri hiburan telah mengeluarkan kebijakan yang ketat, mendorong operator untuk mengoperasikan mesin permainan dan menjalankan program berhadiah sesuai dengan hukum.

" Dan semakin banyak negara yang memantau permainan berhadiah tersebut," tambah The Vending Times.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya