Geger Penemuan Patung Kuda Diduga Emas Nyangkut di Jaring Ikan

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 31 Oktober 2019 07:50
Geger Penemuan Patung Kuda Diduga Emas Nyangkut di Jaring Ikan
Penemuan patung itu menggegerkan warga dan menjadi pemberitaan media massa.

Dream - Muhammad Yusuf menjadi perbincangan dan pemberitaan banyak media massa setelah menemukan " harta karun" .

Nelayan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ini tak sengaja menemukan patung kuda yang diyakini terbuat dari emas pada Senin 28 Oktober 2019.

Yusuf menemukan patung yang terbuat dari logam berwana kekuningan tersebut saat tengah menjala ikan di sungai Kahayan.

1 dari 4 halaman

Dikira Ikan

Dikutip dari laman borneonews.co.id, Rabu 30 Oktober 2019, Yusuf menceritakan kronologi penemuan patung tersebut.

Penemuan itu berawal ketika dirinya pergi menjala ikan di sungai sekitar jembatan Kahayang. Saat tiba di lokasi, Yusuf langsung menebar jala di beberapa titik.

" Pas mau menarik jala, saya merasa berat sekali. Saya sudah senang karena berpikir ikan besar. Eh tahu-tahunya, patung kuda," ucap Yusuf.

" Dengan hati berdebar-debar, saya langsung membawa pulang ikan dan patung kuda itu ke rumah," tambahnya.

Penemuan itu sontak membuat heboh warga setempat. Sejumlah masyarakat, termasuk poli, berbondong-bondong mendatangi kediaman Muhammad Yusuf untuk melihat patung kuda tersebut.

Meski begitu, hingga kini belum diketahui asal-muasal patung kuda tersebut. Belum bisa dipastikan pula apakah patung itu benar-benar terbuat dari bahan emas atau bukan.

2 dari 4 halaman

Gua `Dewa Jaguar` Bangsa Maya Ditemukan, Penuh Harta Karun

Dream - Para arkeolog menemukan temuan penting sejarah bangsa Maya di Semenanjung Yucatan, Meksiko. Temuan itu berupa harta karun yang sempat dinyatakan hilang.

Dikutip dari Livescince, menurut pernyataan Institut Nasional Antropologi dan Sejarah (INAH) Meksiko, gua dipenuhi dengan lebih dari 150 artefak, semisal alat pembakar dupa, vas, dan piring hias yang dihiasi dengan wajah dewa kuno dan ikon agama lainnya.

Kuburan itu diyakini hanya satu dari tujuh kamar suci dalam terowongan yang dikenal sebagai Balamku atau Dewa Jaguar.

Terowongan itu yang berada di bawah Chichén Itza, kota yang dulu menampung jutaan warga pada abad ke-13.

INAH menyebut, artefak itu kemungkinan tidak tersentuh oleh tangan manusia selama lebih dari 1.000 tahun.

3 dari 4 halaman

Sang Penemu Malah Tak Berani Gali

Gua itu awalnya ditemukan pada 1966 oleh arkeolog Victor Segovia Pinto. Tetapi, Victor tidak pernah menggali temuan itu. Dia justru meminta petani setempat untuk menutup pintu masuk gua karena alasan yang masih belum diketahui.

Catatan Victor mengenai temuan itu juga disebut hilang. Misteri lokasi kamar rahasia itu akhirnya butuh lima dekade untuk dipecahkan.

Dilaporkan National Geographic, harta karun itu ditemukan lagi pada 2018 saat arkeolog mencari sumur suci di bawah kota. Situs sumur suci itu disebut dikunjungi hanya seorang manusia selama satu milenum terakhir.

 

4 dari 4 halaman

Merangkak Berjam-jam untuk Masuk Gua

Temuan kamar penuh harta karun itu disebut penuh perjuangan. Para arkeolog disebut perlu merangkak selama berjam-jam melalui jaringan klaustrofobik yang gelap gulita di bawah kota hanya untuk menuju pintu masuk gua.

Ketua penyelidik dari INAH, Guillermo de Anda, mengatakan, temuan ini akan menuntun peneliti dalam mempelajari harta artefak yang tidak tersentuh di dalam gua. Sehingga, diharapkan dapat lebih memahami budaya ritual gua Maya.

" Balamku tidak hanya bisa memberi tahu kita saat keruntuhan Chichen Itza, tetapi juga bisa memberi tahu kita permulaannya," kata de Anda.

" Sekarang, kami memiliki konteks yang masih belum terbuka, dengan sejumlah besar informasi, termasuk bahan organik yang dapat digunakan, yang dapat kami gunakan untuk memahami perkembangan Chichén Itza," ujar dia.

 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik