Menu Nyeleneh di Aplikasi Ojol Ini Bikin Ngakak!

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 30 Desember 2019 07:12
Menu Nyeleneh di Aplikasi Ojol Ini Bikin Ngakak!
Foto menu kocak itu seperti terong, krupuk dan sebagainya.

Dream - Setiap orang yang membuka usaha diwajibkan untuk terus berinovasi agar barang atau jasa yang mereka jual dimininati oleh pelanggan. Berbagai cara pun mereka tembuh agar pelanggan tidak kabur.

Terkadang, inovasi yang dilakukan para pengusaha tidak semuanya masuk diakal. Ada juga yang membuat orang lain aneh, hingga ada yang merasa lucu dengan cara menggaet calon pelanggan.

Begitu juga yang dilakukan pemilik akun warung makan bernama ayam geprek Dek Lastri di aplikasi Go-Food. Yang unik di sini bukan nama warungnya, tapi foto-foto menu makanan membuat siapa yang melihatnya bakal tertawa.

Misalnya, untuk menu pecak terong, pemilik memasang foto seorang pria memakai kaos singlet berwarna putih dibalut kolor ungu, warna yang ada di sayur terong.

Selain itu, untuk menu kerupuk, foto yang dipajang ialah seorang pria sedang menyantap makanan sembari memegang krupuk berukuran raksasa.

Foto-foto menu makanan tak lazim itu diunggah akun Instagram @gojek24jam. " Menu macam apa ini," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram

Menu macam apa ini ????? .? .? .? @fanninputra

A post shared by GOJEK 24 Jam (@gojek24jam) on

1 dari 6 halaman

Komentar Warganet

Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar warganet.

"  Apa apaan ini bahahaha," kata @fazayubdina.

"  Auto laku," ujar @_dandi.52.

"  Makan krupuknya doang kenyang gak ya?" komentar @ainurrizqial.

2 dari 6 halaman

GoFood Klaim Kuasai Pasar Asia Tenggara, Ada 50 Juta Transaksi Sebulan

Dream – Layanan aplikasi pesan antar di Indonesia kini telah menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan. Tak hanya di Indonesia, layanan antar jemput makanan GoFood diklaim semakin populer di kawasan Asia Tenggara. 

Dalam enam bulan terakhir, jumlah transaksi GoFood dilaporkan meningkat dua kali lipat. Dengan pelayanan pesan-antar mencapai 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya.

" Kami melihat, GoFood sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari, dengan GoFood konsumen tidak perlu menghabiskan waktu mengantri di restoran karena ribuan pilihan menu ada dalam genggaman,” kata Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, di Jakarta.

Menurut Catherine,  bisnis pesan-antar makanan Gojek, Gofood, memimpin bisnis layanan pesan antar makanan.

Catherine memperkirakan pasar GoFood ditingkat regional telah mencapai 75 persen. Klaim tersebut mengacu pada laporan App Annie yang menyebutkan pengguna GoFood 1,5 kali lebih banyak dibanding kompetitor.

GoFood juga menggunakan data kajian Nielsen yang memperlihatkan konsumen di Tanah Air lebih banyak memilih GoFood. Terakhir, survei internal Gojek menyebutkan bahwa layanan GoFood dinilai lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis mitra.

Survei dari Nielsen Singapura di tujuh kota besar Indonesia menunjukan 84 persen masyarakat Indonesia menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan antar makanan.

Hasil riset Nielsen menyatakan ada 42 persen konsumen urban di kota besar belum menggunakan pesan antar makanan dalam tiga bulan terakhir.

" Penelitian kami terkait perilaku pengguna layanan pesan-antar makanan di Indonesia mengungkapkan banyak peluang yang belum tersentuh di Indonesia," kata Catherine

3 dari 6 halaman

Kenyamanan Faktor Utama

Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea mengatakan dengan 95 persen masyarakat Indonesia yang memilih membeli makanan siap santap, industri pesan antar makanan berpotensi tumbuh besar.

“ Persepsi positif konsumen terhadap Gojek membuat Gojek berada di posisi yang menguntungkan,” kata Garick.

Pertumbuhan GoFood terus dimanfaatkan untuk terus berupaya menghadirkan layanan yang bisa menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“ Kami akan terus memperkuat ekosistem teknologi agar bisa mengajak lebih banyak mitra merchant untuk tumbuh bersama GoFood." kata Catherine.

(Sah, Laporan: Vika Novianti Umar)

4 dari 6 halaman

Pesan Gofood Minta Alat Makan Sekali Pakai Kena Charge Rp3000

Dream - Layanan pesan antar makanan Gofood yang berada dalam naungan Gojek, mulai berupaya dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Lewat sebuah inisiatif Gogreener, langkah ini bertujuan untuk memudahkan konsumen, mitra merchant, dan driver menjalani gaya hidup ramah lingkungan.

 

 © Dream

 

" Kami berkomitmen untuk membuat teknologi yang memudahkan hidup konsumen dan merchant kami, termasuk dalam penerapan gaya hidup mereka yang ramah lingkungan," kata Catherine Hindra Sutjahyo Chief Food Officer Gojek Group saat konferensi pers GoGreener, pada Kamis, 08 Agustus 2019, di Jakarta.

Startup yang dipimpin anak bangsa, Nadiem Markarim mengeluarkan inisiatif baru yaitu konsumen bisa memilih untuk tidak memesan alat makan sekali pakai dan dapat menambahkan alat makan secara opsional di daftar menu.

5 dari 6 halaman

Alat Pengantar Makanan Dibuat Lebih Besar

Inisiatif kedua adalah tas pengantar makanan baru untuk mitra pengemudi. Dirancang khusus dengan kompartemen yang lebih luas dan kualitas tinggi, cara ini dilakukan agar dapat menyimpan dan mengantar makanan.

" Dengan menambahkan biaya ke dalam menu makanan, jadi mengurungkan niat konsumen untuk menggunakan alat makan sekali pakai," Nila Martia Chief Corporate Affairs Gojek.

Para pemesan makanan lewat Gofood yang memilih untuk memakai alat makan sekali pakai nantinya akan dikenakan biaya tambahan berkisarRp1.000 hingga Rp3.000. 

Sejak dijalankan dua bulan terakhir, konsumen yang masih tetap memilih menggunakan alat makan plastik hanya 1 persen dari total pemasan makanan melalui Gofood.

6 dari 6 halaman

Didukung WWF

Sebagai penyedia layanan pesan antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Gofood berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan organisasi pemberdayaan lingkungan, seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH), Plastik Detox, Gerakan Indonesia Diet kantong Plastik, dan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia.

  shutterstockshutterstock © shutterstock.com

 " Sebagai dukungan terhadap Gojek, WWF Indonesia mengambil peran sebagai mitra pengetahuan dengan menyediakan sarana edukasi kepada merchant, driver, dan user untuk membangun kesadaran, perubahan perilaku, dan pada akhirnya membentuk kebiasaan peduli lingkungan dengan tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai," kata Imam Musthofa Direktur kelautan dan Perikanan WWF Indonesia.

(Sah, Laporan: Vika Novianti Umar)

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya