Ngaku Bisa Obati Corona, Dukun di Tangerang Malah Cabuli 10 Pasien Wanita

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 19 Oktober 2020 08:46
Ngaku Bisa Obati Corona, Dukun di Tangerang Malah Cabuli 10 Pasien Wanita
Pelaku pencabulan sepuluh wanita dengan modus pengobatan alternatif.

Dream - Unit Reskrim Polsek Jatiuwung menangkap Sukadi, 53 tahun, pelaku pencabulan sepuluh wanita dengan modus pengobatan alternatif di Kelurahan Alam Jaya, Periuk, Kota Tangerang.

Sukadi ditangkap di tempat persembuyianya di daerah Jatiuwung, Kota Tangerang, Jumat 16 Oktober 2020.

" Sudah kami tangkap, kami amankan (pelaku) di tempat persembunyiannya," kata Zazali, dikutip dari jpnn.com.

1 dari 7 halaman

Hasil Pemeriksaan Sementara

Zazali menambahkan, sebelum ditangkap dikediamannya, Sukadi sempat kabur. Namun pada akhirnya, polisi menangkap Sukadi berdasarkan petunjuk dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan korban.

" Saat ini kami mendalami (memeriksa pelaku)," ujar Zazali.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Sukadi ternyata seorang sopir angkot. Namun, pendapatannya sebagai sopir menurun akibat sepi penumpang.

Hal itu membuat Sukadi berpura-pura menjadi dukun yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit termasuk Covid-19.

2 dari 7 halaman

Modus Pelaku

Dalam melancarkan aksinya, Sukadi mencabuli korbannya yang berjenis kelamin perempuan.

Modusnya, mengajak korban mandi bareng dengan alasan bagian dari ritual penyembuhan.

" Modusnya mandi bareng, cara meyakinkannya dengan omongan dengan iming-iming bisa sembuh," ujar Zazali.

Sukadi diketahui sudah mencabuli sepuluh wanita sepanjang operasinya sebagai dukun palsu.

Sumber: jppn.com

3 dari 7 halaman

Dukun Cabul Pasang Susuk Kecantikan Mahasiswi di Malang Digerebek: Dibayar Tubuh

Dream - Seorang dukun di Malang, Jawa Timur, membuat pengakuan yang menggegerkan dunia maya. Dukun bernama Ki Bayu Rekso itu mengaku biasa menerima jasa pemasangan susuk hingga santet.

Ki Bayu Rekso membuat pengakuan soal praktik perdukunannya kepada seorang ustaz yang biasa dipanggil Gus Idris dan diabadikan melalui video di YouTube.

Video yang tayang Rabu, 24 Juni 2020, dini hari itu diawali ketika Gus Idris bercerita baru saja menerima seorang mahasiswi.

Mahasiswi itu mengaku punya masalah setelah memasang susuk kecantikan kepada seorang dukun.

Dia mengaku terpaksa merelakan tubuhnya kepada sang dukun lantaran uang yang dia bawa untuk membayar jasa pasang susuk kurang.

4 dari 7 halaman

Jika Bayaran Kurang, Minta Tubuh Pasien

Gus Idris kemudian mendatangi dukun yang dimaksud, yang belakangan diketahui bernama Ki Bayu Rekso yang asli orang Banyuwangi.

Kepada Ki Bayu Rekso, Gus Idris menanyakan beberapa hal. Termasuk kebenaran meminta bayaran tubuh kepada mahasiswi yang memasang susuk.

Mengejutkan, Ki Bayu Rekso membenarkan laporan mahasiswi itu. Dukun yang tinggal di Pakis itu bahkan menyebutkan tarif pemasangan susuk hingga santet.

 

5 dari 7 halaman

Segini Tarif Pasang Susuk dan Santet

Untuk pemasangan susuk kecantikan, misalnya, Ki Bayu Rekso memasang tarif antara Rp3 sampai Rp4 juta. Susuk bisa dari emas atau perak, tergantung permintaan pasien.

" Kalau santet bervariasi, mulai Rp30 hingga Rp40 juta. Tergantung keinginan pasien yang menginginkan kematian atau sakit saja," ujarnya santai.

Ki Bayu Rekso juga menyebutkan tarif untuk mereka yang mau pasang pelaris. Tarifnya cukup murah, hanya Rp2 juta.

 

6 dari 7 halaman

Sudah 13 Tahun Jadi Dukun

Kepada Gus Idris, Ki Bayu Rekso mengaku telah mempraktikkan perdukunan sejak tahun 2007 silam.

Pria yang mengaku sudah punya dua cucu itu menjadi dukun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mendengar aksi Ki Bayu Rekso yang melanggar ajaran agama dan hukum itu, Gus Idris berusaha membujuknya untuk segera bertobat.

7 dari 7 halaman

Ilmu dan Kekuatan Dicabut

Namun permintaan tersebut ditolak. Ki Bayu Rekso tetap ingin mencari penghasilan dengan ilmu dukunnya tersebut.

Gus Idris akhirnya melakukan beberapa upaya untuk mencabut ilmu dan kekuatan yang dimiliki sang kakek tersebut.

Tidak hanya itu, Gus Idris meminta agar Ki Bayu Rekso melantunkan kalimat syahadat. Video yang telah ditonton hingga 75 ribu kali itu sampai saat ini telah menjadi viral.

Sumber: BanyuwangiTimes

Beri Komentar