Berani Getok Mayor TNI dengan Tarif Rp1,5 Juta, Tukang Cukur Terima Akibatnya

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 5 Mei 2021 14:46
Berani Getok Mayor TNI dengan Tarif Rp1,5 Juta, Tukang Cukur Terima Akibatnya
Berniat cukur rambut, seorang Mayor TNI malah kena prank disuruh bayar jutaan rupiah.

Dream – Apa yang ada di benakmu jika membayangkan anggota TNI? Tentu saja memiliki tubuh yang tegap, kekar, bijaksana, disiplin, dan tegas. Semua karakter tersebut tidak terlepas dari proses pelatihan yang dijalani anggota TNI, sehingga membentuk karakter yang semakin kuat dan bahkan ditakuti oleh sebagian orang.

Meskipun memiliki karakter yang tegas, namun ternyata masih ada orang yang berani dengan mereka. Seperti halnya tukang cukur rambut yang satu ini. Tanpa ragu, ia melakukan “ pemerasan” pada seorang anggota TNI yang sedang datang untuk mencukur rambut. Bahkan, anggota TNI ini memiliki pangkat yang tidak main-main. Ia adalah seorang perwira dengan pangkat Mayor di TNI AU.

Mau tahu bagaimana kisahnya? Berikut ulasannya sebagaimana dilansir melalui Merdeka.com dan akun YouTube Alwan 17.

1 dari 7 halaman

Cukur Rambut yang Tadinya Hanya Rp 25 Ribu Jadi Jutaan

Biaya mencukur rambut sebenarnya tidak terlalu mahal apalagi sampai jutaan. Namun ada yang berbeda dengan barbershop yang sempat didatangi oleh seorang anggota TNI ini. Pada daftar harga yang dipajang tertera biayanya adalah Rp25 ribu untuk sekali potong rambut. Namun tanpa diduga harga itu hanya untuk satu sisi saja.

“ Jadi mohon maaf ini pak, saya harus menjelaskan dulu. Di sini kalau potong memang Rp25 ribu, setengah gini pak,” kata tukang cukup yang diketahui bernama Alwan sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Alwan 17.

“ Oh setengah, berarti kalau full berapa?,” tanya Mayor TNI AU.

Cukur Rambut Dari Rp 25 Ribu Jadi Jutaan© Merdeka.com/YouTube Alwan 17

Dalam video tersebut, tukang cukur menjelaskan tentang tarif harga cukur yang dibanderolnya itu dengan detail. Menurutnya biaya yang harus dibayar oleh sang Mayor adalah sekitar Rp1,5 juta dengan hasil rambut yang sudah rapi setelah dicukur.

“ Pokoknya kalau dihitung terus, berarti Rp 25 dari sini, terus satu sisi bisa Rp 100 ribu, geser sini Rp 200 ribu. Tapi itu belum atasnya, yang bekas potongan bawah belum dirapikan bapak. Kira-kira Rp 1,5 juta pak,” terang si tukang cukur.

Karena merasa harga yang ditetapkan tidak masuk akal, Mayor TNI pun kemudian membandingkannya dengan gaji yang ia dapatkan.

2 dari 7 halaman

Harga yang Ditetapkan Hanya Perintah Bos

Dari harga tersebut, tukang cukur pun mengaku kalau dirinya hanya mengikuti perintah dari bos. Mendengar pengakuan si tukang cukur, sang Mayor pun tampak tidak terima dan minta agar dipertemukan dengan bosnya itu.

Iya mohon maaf ini pak, soalnya itu dari bosnya pak. Tapi itu masih perkiraan pak, soalnya ini bisa Rp 3 sampai Rp 5 juta,” jelas tukang cukur.

“ Iya enggak masalah. Sudah selesaikan dulu, nanti saya mau ketemu sama bosnya. Iya nanti saya telepon, pokoknya dimana kota bosnya nanti saya datangi. Kasih tahu alamat bos kamu dimana. Di Papua ya? Kebetulan saya dinasnya di Papua. Banyak anggota saya di sana,” tegas Mayor TNI.

3 dari 7 halaman

Meminta Nomor Telepon Bos Tukang Cukur

Mayor TNI Meminta Nomor Telepon Bos Tukang Cukur© Merdeka.com/YouTube Alwan 17

Tampaknya sang Mayor mulai merasa jengkel. Terdengar dari nada bicaranya yang mulai meninggi, namun ia tetap bersikap tenang. Ia meminta agar si tukang cukur segera menyelesaikan cukur rambutnya. Selain itu, ia juga meminta nomor telepon bos tukang cukur dan ingin bertemu.

“ Apalagi Ambon itu juga wilayah operasi saya. Sudah selesaikan saja dulu cepat. Nanti saya minta nomor bosmu saja. Biar nanti teman saya lacak itu. Mana ada tempat cukur satu kepala Rp3 juta. Terus kamu gajinya berapa?,” tanya sang Mayor.

“ Saya dikasih Rp 700 ribu sebulan pak. Bos saya nyambi jualan panci buat masak itu pak,” jawab tukang cukur yang diketahui bernama Alwan.

4 dari 7 halaman

Tetap Sabar dan Menahan Amarah

Mayor TNI Tetap Sabar Menghadapi Tukang Cukur© Merdeka.com/YouTube Alwan 17

Walaupun tarif yang dipasang oleh tukang cukur membuat naik darah, namun sang Mayor tetap berusaha menahan amarahnya.

“ Saya cuma ingin selesai cepat biar bisa ketemu bos kamu itu. Kalau kamu dipecat, bilang saya saja. Jangan takut dipecat, kamu yang mecat bosmu. Saya malah emosi sama bos kamu ini,” kata sang Mayor.

“ Ini setiap dirapiin terus akan nambah terus harganya ini pak,” jelas Alwan yang masih menerangkan tentang tarif harga cukur rambut sang Mayor.

“ Ya sudah coba sekarang kamu telepon bos kamulah. Saya ingin ngobrol sama bosk amu. Jam berapa si? Sekarang di sini jam 08.22, di sana (Ambon) masih jam 01.33 enggak mungkin di hutan kan. Coba telepon sekarang. Telepon sekarang, saya mau bicara,” tegas sang Mayor.

5 dari 7 halaman

Dari Rp3 Juta Ditawar Jadi Rp250 Ribu

Tarif Cukur Dari 3 Juta Ditawar Rp 250 Ribu© Merdeka.com/YouTube Alwan 17

Ketidaknyamanan mulai terlihat dari Mayor TNI itu karena si tukang cukur masih kekeh agar biaya cukur dibayar sesuai tarif yang sudah ditetapkannya. Si tukang cukur pun pura-pura menelepon bosnya dan menjelaskan kalau ada pelanggan yang hanya mau membayar Rp250 saja dan dicicil.

“ Kok bisa kamu bilang mau dicicil? Kan saya mau bayar Rp250 ribu, bukan mau nyicil. Harusnya lain kali di depan itu dikasih plang, khusus TNI PNS dilarang masuk di tempat ini […] Yang boleh masuk cukur sini orang yang enggak butuh duit, atau yang punya batu bara, atau yang punya Angkasa Pura sepotong,” ucap Mayor sambil tertawa.

Karena tidak ada solusi yang baik, akhirnya sang Mayor memutuskan untuk pindah ke barbershop lain. Ia meminta peralatan cukurnya dilepas saja dan menyarankan si tukang cukur agar berhenti bekerja. Sang Mayor juga masih meminta nomor bos tukang cukur untuk melakukan pelacakan.

6 dari 7 halaman

Ketahuan Di-prank, Tukang Cukur pun Dihukum

Tukang Cukur Dihukum Handstand© Merdeka.com/YouTube Alwan 17

Tak diduga, sang Mayor ternyata hanya di-prank oleh si tukang cukur. Tukang cukur pun meminta maaf dan menjelaskan yang sebenarnya. Meskipun sudah dibuat jengkel, tapi Mayor TNI mengaku “ happy” dan menganggap sebagai bentuk “ refreshing”.

Tidak berhenti di situ saja, sang Mayor pun memberikan hukuman pada si tukang cukur agar melakukan handstand. Yakni kepala di bawah dan kaki di atas. Kalau push up menurutnya ssudah menjadi latihan awal dan mudah dilakukan. Mayor TNI meminta agar si tukang cukur menghitung mundur dari seratus ke nol.

7 dari 7 halaman

Pujian Mengalir untuk Sang Mayor

Pujian Netizen untuk Mayor TNI© Merdeka.com/YouTube Alwan 17

Dari sikap Mayor yang tetap sabar dan tenang, berbagai pujian pun mengalir dari netizen untuknya.

“ Salut banget pola piker anggota AU ini, enggak salah jadi seorang pemimpin,” tulis akun Xaverio Sasongko.

“ Salut Sama bapak Mayor, sabarnya pol. Pantas jadi pemimpin, santai tapi tegas, tidak mudah kepancing,” tulis antonmgn family.

Beri Komentar