Suami Bumil Takut Radiasi Minta Tetangga Matikan WiFi, Balasannya Kejam!

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 3 Februari 2021 14:45
Suami Bumil Takut Radiasi Minta Tetangga Matikan WiFi, Balasannya Kejam!
Begini ceritanya...

Dream – Seorang lelaki dari Qingdao, Shandong, China suatu hari menulis surat untuk tetangganya dengan permintaan khusus, namun berbalas kejam.

Dikutip World of Buzz, ternyata lelaki tersebut memiliki istri yang sedang hamil dan meminta tetangga di atasnya untuk mematikan WiFi karena kecemasannya akan radiasi yang dihasilkan.

Suami dari Bumil itu khawatir saluran WiFi dan radiasi yang dipancarkannya bisa berefek pada bayi dalam kandungan istrinya.

Ilustrasi© Pexels.com

Pesan dari surat yang dikirimkan kepada tetangganya, berisi:

“ Halo, saya tetangga baru dari kamar 301 di bawah, ini kendalanya: istri saya sedang hamil dan takut akan radiasi dari WiFi memberi efek kepada kandungan.”

“ Tolong matikan WiFi kamu ketika kamu tidak di rumah dan saat kamu tidur, dimohon kerja samanya.”

Pesan tersebut dibaca oleh tetangganya karena pasangan ini menerima surat balasannya. Diduga surat tersebut dibalas oleh anak laki-laki dalam keluarga tersebut. Balasan surat tersebut berbunyi:

“ Paman dan bibi, saya harus melakukan kelas online saat siang hari dan ayah saya bekerja saat malam hari. Keluarga kami tidak bisa mematikan internetnya.”

“ Mengapa tidak kamu saya yang pindah?,” lanjut balasannya.

1 dari 5 halaman

Respon warganet

Melihat percakapan dari surat tersebut, masyarakat banyak yang memberi tanggapan tentang hal ini. Banyak yang bertepuk tangan dan mengatakan tidak usah menoleransi tetangga seperti itu seperti dilaporkan pada Shihua Daily.

Komentar yang dilontarkan netizen beragam, berikut beberapa komentarnya:

“ Jangan punya anak, kerusakan otak seperti itu akan diturunkan.”

“ Orang dengan tingkat IQ dan pengetahuan ini seharusnya tidak meracuni generasi berikutnya.”

“ Mengapa Anda tidak mencabut microwave dan lemari es saja?”

“ Pindah saja ke hutan!”

(Laporan: Josephine Widya)

2 dari 5 halaman

Aksi Kocak Maling TV Rusak di Solo

Dream - Warga di Dusun Kodokan, RT 006/RW 002, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar mendadak heboh, Senin sore 1 Februari 2021. Seorang maling terpergok warga usai beraksi masuk ke rumah Sukamti, 60 tahun, dan menggondol satu unit televisi.

Si maling ternyata juga membawa satu unit ponsel pintar dan speaker. Barang-barang elektronik itu diletakkan di lantai di dalam rumah saat kejadian. Sebelumnya, pelaku masuk ke dalam rumah saat Sukamti berada di samping rumah.

" Saya itu habis dari sana (samping rumah) kasih pakan ayam. Saya bawa ember mau ambil jambu. Papasan dengan orang itu (maling). Dia nyangking televisi sambil keluar dari pintu rumah itu bilang gini, " Bu, saya ambil ini" ," ujar Sukamti, menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya.

Sukamti sempat menjawab pertanyaan pelaku. Dia berpikir orang tersebut datang karena disuruh seseorang.

" Siapa yang nyuruh, Mas?" ujar Sukamti sembari memperagakan kondisinya saat kejadian. Pelaku kemudian lari sembari menenteng televisi.

3 dari 5 halaman

Pelaku Dikejar Massa

Menurut Sukamti, pelaku lari sembari menenteng televisi hasil curian.

Di situ, Sukamti masih berupaya mengejar pelaku hingga depan pos kamling di sudut area persawahan. Begitu sampai jalan menikung, Sukamti melihat sejumlah warga di depan rumah. Dia memanfaatkan momen tersebut untuk berteriak meminta tolong.

" Saya terus teriak-teriak. " Mas, mas" . Ketemu tetangga itu saya bilang kalau dia maling. Tetangga membantu mengejar. Saya pulang membangunkan suami lagi tidur. Kok ya tidak tahu kalau ada orang masuk rumah ambil barang-barang," kata Sukamti.

Bawa TV Rusak

Sukamti mengaku tidak melihat pelaku membawa senjata tajam atau tidak. Tetapi, Sukamti melihat pelaku membawa tas punggung. Dia menduga pelaku memasukkan ponsel dan speaker hasil curian ke dalam tas.

" Televisi yang diambil itu rusak. Sudah rusak satu bulan ini. Makanya saya letakkan di lantai. Televisi yang baru ya ada tapi menempel di tembok," ujarnya sembari tersenyum.

Si maling juga sempat berhenti beberapa saat hendak memasukkan televisi ke dalam tas. Tetapi, hal itu urung dilakukan karena keburu ketahuan warga lain.

Di sisi lain, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian tetapi enggan menyebutkan nama mengaku melihat pelaku bersama rekannya. Seorang rekannya mengendarai sepeda motor.

4 dari 5 halaman

Nekat Terjun ke Kali

Menurut dia, pelaku yang berjalan kaki dan terdesak oleh massa itu memilih membuang televisi di tepi jalan.

Pelaku berusaha menyelamatkan diri dengan mengacungkan celurit. Sejumlah warga berusaha menangkap pelaku dengan cara mengepung. Pelaku diduga terdesak dan lari ke arah Jalan Raya Karanganyar-Solo atau tepat di depan SPBU Papahan.

Pelaku berlari ke kebun, semak-semak, dan terjun ke kali di dekat Perumahan Tirtasani Residence.

Petugas satpam Perumahan Tirtasani Residence, Suparjono, menuturkan didatangi sejumlah warga saat berjaga di pos penjagaan. Sejumlah warga melaporkan ada maling yang menceburkan diri ke kali. Suparjono membantu menyisir ke tepi kali.

" Malingnya sembunyi di antara dua tembok begitu. Ada celah kecil. Itu di bawah pohon jambu. Tak suruh keluar tapi tidak mau. Katanya takut massa. Saya berusaha membujuk bahwa dia tidak akan dihajar massa. Begitu dia keluar, ternyata bawa celurit. Saya minta menyerahkan celurit, tidak mau," tutur Suparjono.

5 dari 5 halaman

Diamankan di Polsek

Maling tertangkap© Liputan6.com

Di sisi lain, perwira Polres Karanganyar, Kanit Reg Ident Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Dian Wulandari, melintas. Dian dalam perjalanan pulang ke rumah dari arah Karanganyar ke Solo. Saat itu pukul 17.10 WIB.

" Sampai depan SPBU Papahan itu, ada orang lari-lari. Ada yang bawa celurit juga. Saya kan mau tahu ada apa. Saya berhenti lalu saya tanya ada maling. Otomatis saya hubungi markas Polres Karanganyar untuk meminta bantuan. Datang bantuan banyak termasuk dari polsek terdekat Polsek Tasikmadu," ungkapnya.

Dian memastikan massa belum sempat mengeroyok pelaku. Dia berupaya membujuk pelaku agar menyerahkan diri dan menjamin tidak akan dihajar massa.

" Pelaku sempat membuang celurit ke kali. Tetapi berhasil ditemukan. Pelaku mau menyerahkan diri karena kami pastikan aman dari amuk massa. Dia sempat menyampaikan takut dihajar massa makanya sembunyi," katanya.

Pelaku dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Tasikmadu. Informasi yang dihimpun, pelaku tercatat sebagai warga Kota Solo, berinisial NYA, 20 tahun. Saat ini, pelaku berada di Mapolsek Tasikmadu untuk dimintai keterangan. dari tangan maling tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa celurit dan televisi hasil curian.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar