Pasien Covid-19 Alami 'Tegangan Tinggi' Selama 4 Jam Sampai Pingsan

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 3 Juli 2020 13:53
Pasien Covid-19 Alami 'Tegangan Tinggi' Selama 4 Jam Sampai Pingsan
Dokter mengompres kelamin pria tersebut dengan es.

Dream - Pria di Prancis yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona mengalami kondisi sangat memprihatinkan. Pasien Covid-19 berusia 62 tahun tersebut mengalami ereksi selama empat jam lebih.

Para ahli meyakini pria asal Prancis itu menjadi pasien Covid-19 pertama yang mengalami priapisme atau ereksi yang berlangsung lama tanpa adanya rangsangan seksual. Dalam kondisi itu, seorang pria mengalami ereksi lebih dari empat jam secara terus-menerus.

Pasien Covid-19 asal Prancis tersebut memang mengalami ereksi lebih dari empat jam. Dia dalam kondisi tidak sadarkan diri. Para ahli meyakini ereksi yang berlangsung selama lebih dari empat jam tersebut sebagai akibat komplikasi Covid-19.

1 dari 4 halaman

Menurut petugas medis, ereksi berjam-jam itu terjadi karena adanya pembekuan darah di alat kelamin sebagai akibat komplikasi infeksi virus corona.

Dalam beberapa kasus, tim medis memberikan obat pengencer darah untuk menghindari akibat fatal pembekuan darah yang diyakini sebagai akibat infeksi Covid-19.

Dalam kasus pria Prancis itu, kata para ahli, pembekuan darah menyumbat pembuluh arteri dan vena. Dalam tingkat yang parah, kondisi tersebut bisa menyebabkan serangan strok dan jantung.

2 dari 4 halaman

Ahli hematologi, Dr. Jeffrey Lawrence, mengatakan, kasus pembekuan darah memang tidak dialami oleh semua pasien Covid-19. Namun pada tingkat tertentu pasien bisa mengalami kondisi itu.

" Masalah pembekuan darah tampaknya tersebar luas pada Covid-19 yang parah," kata Lawrence, dikutip dari Daily Star, Jumat 3 Juli 2020.

3 dari 4 halaman

Pasien Covid-19 di Prancis itu datang datang ke rumah sakit dalam kondisi demam tinggi dan mengalami kesulitan bernapas. Hasil tes menunjukkan pria itu positif terinfesi virus corona.

Pasien itu kemudian dirawat di ventilator mekanik. Saat melakukan pemeriksaan fisik, tim medis menemukan pria itu dalam kondisi ereksi.

Dalam The American Journal of Emergency Medicine, dokter Myriam Lamamri menulis bahwa kasus pembekuan darah di penis itu merupakan kasus pertama yang dilaporkan terkait penanganan Covid-19.

4 dari 4 halaman

Dokter mengompres penis pasien tersebut dengan es sebelum mengeluarkan darah pasien tersebut dengan jarum, empat jam kemudian. Darah yang keluar dari kelamin pria itu berupa gumpalan yang berwarna pekat.

Dalam makalah itu, tim mereka menulis, " Meskipun argumen yang mendukung hubungan sebab akibat antara Covid-19 dan priapisme sangat kuat dalam kasus kami, laporan kasus selanjutnya akan memperkuat bukti."

" Presentasi klinis dan laboratorium pada pasien kami menunjukkan priapisme terkait infeksi SARS-CoV-2 --virus penyebab Covid-19."

Beri Komentar