Usai Gadaikan Istri Rp 250 Juta, Suami Salah Bunuh Orang

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 13 Juni 2019 14:31
Usai Gadaikan Istri Rp 250 Juta, Suami Salah Bunuh Orang
Kasus unik dan dugaan degradasi moral.

Dream - Warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, Hori, 43 tahun, menggadaikan istrinya ke orang lain. Dia menggadaikan sang istri karena tak mampu membayar utang senilai Rp250 juta. 

Awalnya, Hori ingin mendapatkan kembali sang istri dengan cara menukarnya dengan sebidang tanah. Tapi, langkah itu ditolak si pemberi utang, Hartono, Warga Somo, Kecamatan Gucialit.

Demi mendapatkan kembali sang istri, Hori pun nekat dan bertindak kriminal. Dia berencana membunuh Hartono.

Tapi, upaya pembunuhan terhadap Hartono itu justru salah sasaran. Dilaporkan BeritaJatim.com, Hori justru membunuh Toha, yang posturnya mirip dengan Hartono.

Polres Lumajang menyebut, Hori sebetulnya telah melakukan pengintaian untuk membunuh Hartono dan menjemput sang istri. Setelah pengintaian, Hori berencana menghadang Hartono di sebuah jalan di desa Sombo.

 

1 dari 3 halaman

Degradasi Moral

Jalan tersebut, kata Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban, kerap dilewati Hartono. Tapi, Hori ternyata justru mengeksekusi Toha.

" Ini kasus pembunuhan unik dan baru pertama kali saya tangani. Motifnya, menggadaikan istrinya dengan senilai uang," kata Arsal, diakses Kamis, 12 Juni 2019.

Selain menyoroti kasus pembunuhan yang terjadi, Arsal juga melihat kasus penggadaian manusia yang dilakukan Hori.

" Kalau betul ini terjadi, berarti ada degradasi moral dan permasalahan sosial yang harus kita benahi bersama," ucap dia.

Arsal menyebut, Hori telah mengakui kasus pembunuhan yang dilakukannya. " Kita sudah periksa dan tersangka mengakui," ucap dia. (ism, sumber: BeritaJatim.com)

2 dari 3 halaman

Disuruh Sholat, Wanita di Mataram Justru Bunuh Sang Ayah

Dream - Sungguh tega perlakuan HN kepada bapak kandungnya, N yang sudah berusia 64 tahun. Wanita 30 tahun itu menusuk sang bapak hanya karena perkara sepele.

 AJI Jakarta Kecam Kekerasan ke Jurnalis Saat Munajat 212

Dikutip dari laman suarantb.com, Senin 3 Juni 2019, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 1 Juni 2019, sekitar pukul 17.00 Wita di Lingkungan Karang Baru Selatan, Kelurahan Karang Baru, Mataram.

Saat itu HN yang sedang tidur dibangunkan oleh sang bapak untuk melaksanakan sholat Ashar. Namun, wanita yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit Mataram itu justri mengamuk.

" Korban membangunkan pelaku untuk sholat Ashar, tapi pelaku tidak terima," kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama.

Dibangunkan sang bapak, HN justru emosi. Dia masuk ke dapur dan keluar sambil menghunus pisau. Tanpa basa-basi, HN menusuk sang bapak di dada dan pinggang.

" Korban mengalami luka parah dan terus pendarahan. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Darat. Namun nyawanya tak tertolong," tambah Purnama.

3 dari 3 halaman

Anggota DPRD Dibunuh Dosen Cantik Selingkuhan Pakai Racun Tikus

Dream - Nasib tragis dialami oleh S, anggota DPRD Sragen, Jawa Tengah. Dia ditemukan tewas setelah diduga diracun oleh wanita selingkuhannya, dosen berinisial N (41).

 Jurnalis KabarMakassar.com Alami Kekerasan Saat Bertugas

Menurut Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya, polisi telah menjebloskan N di tahanan Kejaksaan Negeri Wonogiri. N sengaja dititipkan karena polisi tidak mempunyai sel khusus wanita.

Penangkapan N dilakukan setelah polisi mendapat petunjuk dari hasil autopsi beberapa organ dalam S.

" Kematian anggota DPRD Kabupaten Sragen ini murni pembunuhan berencana," ujar Aditya, dikutip dari , Sabtu 20 April 2019.

Namun, Aditya tidak menyebutkan organ tubuh yang diperiksa itu. Selain hasil autopsi, lanjut dia, tim penyidik juga mengundang sejumlah orang dekat S untuk diperiksa. Salah satunya N, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

" Kami meminta keterangan N, salah satu orang dekat korban. Tetapi ada kejanggalan saat dia memberi keterangan. Dan kami akhirnya meningkatkan statusnya menjadi tersangka," lanjut Aditya.

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir