Pendaki Temukan Pedang Viking Usia 1.200 Tahun

Reporter : Ismoko Widjaya
Selasa, 27 Oktober 2015 13:43
Pendaki Temukan Pedang Viking Usia 1.200 Tahun
Yang mengejutkan, pedang berusia ribuan tahun itu masih utuh.

Dream - Goran Olsen tengah menikmati kesukannya mendaki gunung di Norwegia. Sampai suatu saat dia terpaksa berhenti di desa nelayan, Haukeli, 150 mil sebelah barat, Oslo.

Melalui jalur yang biasa digunakan pada pendaki, Olsen tak menyangka menemukan sebuah harta karun paling berharga.

Sebuah benda terbuat dari besi sepanjang 30 inchi. Olsen mendapati sebuah pedang. Bukan pedang sembarangan. Benda ini ditaksir berusia 1.200 tahun. Ternyata Olsen baru saja menemukan pedang dari bangsa Viking.

Sebagian orang mungkin berpikir. Pedang setua itu seharusnya sudah hancur di makan zaman. Namun arkeolog Hordaland Country menyebut hanya dengan sedikit gosokan, pedang itu akan kembali mengkilap.

" Pedang ini ditemukan dalam kondisi baik," kata Jonstein Aksdal, arkeolog.

Konservator Per Morter Ekerhocd menambahkan, sangat jarang bisa menemukan pedang viking seusia itu dalam kondisi yang masih baik. " Itu mungkin masih bisa digunakan jika ujungnya kembali diasah," ujarnya.

Kuat dugaan pedang 1.200 tahun itu masih terjaga dengan baik karena gunung diselimuti salju dan es, selama enam bulan setiap tahunnya. Tingkat kelembaban juga hampir tak ada selama musim panas.

Tak ada yang tahu pasti sejarah di balik pedang itu. Namun sejumlah peneliti mulai sedikit menerka-nerka.

" Ketika salju menghilang selama musim semi, kami akan mulai mengecek lokasi penemuan ini," kata Aksdal. " Jika kita bisa menemukan sejumlah objek mungkin makam, mungkin kita bisa tahu sejarah di balik pedang itu," ujarnya.

(sumber: usatoday.com)

 

Kisah-kisah menarik lainnya, klik halaman berikutnya.... 

 

1 dari 5 halaman

Misteri di Balik Cincin Viking Berlafal Allah

Dream - Cincin dengan batu mulia ungu bertulisan lafal 'Allah' ditemukan oleh peneliti dari Universitas Stockholm, Swedia di makam para Viking abad ke-9.

Menurut laporan Daily Mail mengutip Science News, Selasa 17 Maret 2015, cincin yang diduga sudah berumur lebih dari 1.000 tahun ini ditemukan pada saat penggalian di pusat perdagangan Viking, tepatnya di Birka, Swedia.

Para peneliti harus menggunakan mikrosop elektron scanning untuk mengungkap bahan dan tulisan yang tertera pada cincin tersebut.

Dari situ baru terlihat jelas terdapat tulisan kuno Arab atau yang disebut Kufi, yakni 'for Allah' atau 'to Allah'.

Diduga cincin itu jarang digunakan. Karena masih terlihat jelas tanda-tanda perak pada cincin itu. Kemungkinan cincin ini dijadikan hadiah kepada wanita Viking yang dikuburkan di Birka.

Temuan itu menjadi indikasi pada zaman dahulu ada jalinan komunikasi antara para Viking dengan dunia Islam dalam urusan perdagangan, tulis peneliti dalam jurnal Scanning.

" Dan ini menjadi satu-satunya cincin dengan tulisan Arab yang ditemukan di situs arkeologi Skandinavia. Ini merupakan objek yang unik."

Viking adalah suku bangsa Skandinavia yang berprofesi sebagai pedagang dan peladang. Namun, mereka terkenal sebagai perompak jika gagal dalam berniaga. (Ism) 

2 dari 5 halaman

Geger Lafal Allah di Cangkang Telur

Dream - Pasangan muslim di Leicester, Inggris, terkejut saat melihat sebutir telur. Penyebabnya, di cangkang telur itu ada lafal Allah dalam huruf Arab.

Anisa Jussab, 36 tahun, membeli satu paket telur seharga 1 poundsterling, setara Rp21.649 di sebuah minimarket. Paket telur itu didatangkan dari Islandia.

Awalnya semua berjalan seperti biasa. Saat Anisa mulai membuat adonan kue untuk suaminya, Farid Jussab, 37 tahun, dia begitu terkejut. Ada salah satu telur yang memiliki tonjolan pada cangkang membentuk lafal Allah.

Anisa merasa dirinya telah mendapatkan keberkahan karena telur itu. Ini lantaran tidak semua orang bisa mendapat pengalaman serupa dengan dia.

" Kami telah diberkahi dengan keajaiban. Ini bukan seperti ukiran buatan manusia. Hal-hal semacam ini kerap muncul dan saya pernah mengetahui ada pada akar dan di langit," kata Anisa, dikutip Dream dari dailymail.co.uk, Rabu, 2 September 2015.

" Ini merupakan pertanda dan saya pikir pesan ini ditujukan kepada semua muslim untuk bisa saling memaafkan dan memiliki hati yang bersih. Ini adalah keajaiban dan keberkahan," ungkap Anisa.

Farid menceritakan bagaimana Anisa menyadari ada tonjolan di cangkang telur itu, saat memegang dan akan memecahnya. Menurut Farid, Anisa merasakan permukaan telur itu bergelombang, lalu memeriksanya.

" Saya sedang tidur dan ia berlari ke atas untuk membangunkan saya. Matahari bersinar dan aku bisa melihat dengan sempurna. Semua rambut di lengan saya berdiri. Kami berdua sangat terkejut dan heran," kata Farid.

Sesaat kemudian, keduanya memutuskan pergi ke Masjid Ul Imam Al Bukhari di Leicester, menemui imam dan menyampaikan apa yang mereka temukan. Sang imam lalu menyarankan mereka untuk mengeluarkan isi telur agar tidak busuk.

" Dia mengatakan kami harus membuat lubang untuk mengeluarkan isi telur kemudian memakannya. Lalu saya masukkan cangkang ke dalam wadah kaca sehingga banyak orang bisa melihatnya," ungkap Farid.

" Aku akan menjaga telur ini selamanya," lanjut dia. (Ism)

3 dari 5 halaman

Amerika Ditemukan Pelaut Muslim, Bukan Columbus?

Dream - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim bahwa tanah Amerika ditemukan oleh pelaut muslim, bukan ekspedisi yang dilakukan Christopher Columbus.

Hal itu diungkapkan Erdogan saat berbicara di sebuah KTT para pemimpin muslim dari Amerika Latin di Istanbul, Sabtu, 15 November 2014.

" Telah terjadi kontak antara orang Amerika Latin dan Islam pada abad 12. Para pelaut muslim yang menemukan Amerika pada 1178, bukan Christopher Columbus," katanya dalam sebuah pidato di televisi diberitakan Al Arabiya, Senin 17 November 2014.

Erdogan menambahkan muslim menemukan 'Dunia Baru' itu hampir tiga abad sebelum Columbus melakukannya.

" Pelaut muslim datang ke Amerika pada 1178 karena Columbus sempat menyebut melihat sebuah masjid di atas bukit di pantai Kuba," katanya.

Selama ini Columbus diakui sebagai yang pertama yang menginjakkan kaki di tanah Amerika pada 1492 saat mencari rute baru untuk menuju India.

Namun sejumlah ulama mengatakan muslimlah yang pertama datang sebelum penjelajah asal Spanyol tersebut.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan 1996, ahli sejarah Youssef Mroueh mengutip dari buku harian Columbus yang menjelaskan apa yang terlihat sebuah masjid di Kuba.

Namun, beberapa ahli memahami tulisan itu sebagai referensi kiasan bentuk lanskap dari bukit di Kuba tersebut.

Erdogan mengatakan Ankara bahkan telah siap membangun sebuah masjid di situs yang dijelaskan oleh Columbus.

" Aku ingin mengatakan hal itu kepada teman-teman dari Kuba, sebuah masjid akan dibangun di bukit tersebut segera." (Ism)

4 dari 5 halaman

Misteri Dua Manusia Berjalan di Mars

Dream - Misteri Planet Mars tak ada habisnya. Setelah berbagai penemuan unik melalui robot Curiosity, kini ada pengakuan mengejutkan dari seorang perempuan yang mengklaim pernah bekerja pada Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Perempuan tersebut mengaku pada tahun 1979 melihat dua manusia berpakaian astronot berjalan di belakang Viking lander, pendahulu Curiosity.

Dikutip Dream dari laman Metro.co.uk, Kamis 27 November 2014, perempuan yang mengaku bernama Jackie itu menelepon sebuah stasiun televisi Amerika Serikat dan meminta presentermemecahkan misteri yang pernah dia lihat tersebut. Perempuan ini mengaku pernah bekerja sebagai downlink telemetri Viking lander –wahana pertama yang mengirim gambar permukaan Mars ke Bumi.

“ Saat itu Viking berjalan memutar. Kemudian saya melihat dua pria berpakaian astronot –bukan baju besar seperti yang digunakan kebanyakan astronot, tetapi mereka terlihat terlindung. Mereka datang dari horizon berjalan menuju Viking Explorer,” tutur Jackie.

Dia mengaku tak sendirian. Kala melihat itu, dia bersama enam temannya. “ Kami baru merawat peralatan. Kemudian mereka memotong video kami,” ujar dia.

Pengakuan ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan penggemar teori konspirasi. Banyak yang meyakini sebenarnya sudah ada manusia di Mars sejak dulu. Bahkan para teorisi konspirasi percaya ada misi rahasia pendaratan di Mars pada tahun 1960-an.

Sebut saja mantan pilot CIA, John Lear. Dia mengatakan bahwa NASA telah mendarat di Mars tahun 1966 dan manusia bisa beradaptasi di sana dengan menghirup atmosfir Martian yang tipis. Benar atau tidak pengakuan-pengakuan itu, yang jelas Planet Mars menyimpan banyak misteri yang menarik untuk diteliti.

5 dari 5 halaman

Ada Petunjuk Baru Tanda Kehidupan di Mars

Dream - Sejak William Herschel melihat puncak es di Mars pada pertengahan abad 17, astronom telah memperkirakan bahwa planet tersebut telah dihuni kehidupan yang mirip dengan Bumi.

Tapi ketika satelit hanya bisa menampilkan foto-foto Mars yang terdiri dari gurun tandus di tahun 60-an dan Viking 1 gagal menemukan bahan kimia organik pada tahun 1976, harapan memudar.

Sekarang, NASA akhirnya berhasil menemukan petunjuk pertama bahwa Planet Mars memang pernah dihuni makhluk hidup miliaran tahun yang lalu.

'Sendawa' gas metana, yang kemungkinan dihasilkan oleh bakteri di permukaan Mars yang direkam oleh wahana NASA bernama Curiosity Rover, telah mengembalikan minat ilmuwan untuk meneliti kembali. Sebagian gas metana di Bumi dihasilkan sebagai gas buangan dari makhluk hidup.

Setelah mendapat rekaman sendawa gas metana tersebut, NASA langsung mengadakan jumpa pers. " Tak diragukan lagi kami telah menemukan bukti kehidupan di Mars. Tapi itu salah satu hipotesa yang harus didalami sesuai dengan perkembangan di masa depan. Ini benar-benar berita bagus bagi kami."

Metana biasa dihasilkan oleh biologi dan geologi. Batu-batuan yang mengandung mineral yang sering ditemui di Mars berinteraksi dengan air dan memproduksi metana. Mikroba juga menghasilkan metana pada proses metabolisme mereka.

Curiosity telah menjelajahi Kawah Gale di Mars yang merupakan cekungan seluas 96 mil yang disebabkan oleh serangan asteroid sejak 2012.

Pengamatan satelit sebelumnya telah mendeteksi adanya semburan yang tidak biasa dari metana di planet ini, tetapi tidak ada yang seluar biasa seperti yang keluar dari kawah.

Penemuan baru, dilaporkan dalam jurnal Science, berasal dari sampel gas yang diambil oleh Tunable Laser Spectrometer (TAS) di Curiosity, sebuah alat yang menggunakan cahaya yang kuat untuk melakukan analisis kimia.

Metana tingkat rendah dapat dijelaskan saat sinar matahari menurunkan bahan organik yang mungkin disimpan oleh meteor, kata para ilmuwan NASA

Namun pembacaan di daerah 300 meter persegi melonjak 10 kali lipat selama 60 hari waktu Mars. Pembacaan metana itu dilakukan oleh Curiosity yang sudah berada di Mars sejak 2012.

" Peningkatan sementara metana memberitahu kita bahwa ada beberapa sumber di sekitar Curiosity. Biologis atau non-biologis, seperti interaksi air dan batu," Sushil Atreya dari University of Michigan, Ann Arbor, anggota tim sains Curiosity Rover.

Gambar baru yang dirilis oleh NASA menunjukkan lubang pengeboran yang dilakukan oleh Curiosity di permukaan Mars.

Senyawa organik ternyata ditemukan di dalam tanah. Para ilmuwan menggunakan Curiosity sebagai laboratorium bergerak dan telah bekerja selama 20 bulan untuk mengendus keberadaan metana di Planet Merah.

NASA kemudian membuat grafik yang menggambarkan keberadaan metana di atmosfer dan di bawah tanah Mars. Dalam grafik tersebut, metana dihasilkan oleh mikroba dan juga bisa diproduksi oleh proses yang tak memerlukan kehidupan. Seperti reaksi kimia antara air dan batuan (olivine atau pyroxene).

Sementara itu radiasi ultraviolet (UV) menyebabkan reaksi yang menghasilkan metana dari bahan kimia organik lainnya yang diproduksi oleh salah satu proses biologis atau non-biologis, seperti debu komet yang jatuh di Mars.

Para peneliti juga melaporkan bahwa pengambilan sampel air Mars yang terikat dalam mineral dasar danau di batu Cumberland lebih dari tiga miliar tahun yang lalu oleh Curiosity, menunjukkan planet ini kehilangan banyak air sebelum dasar danau terbentuk dan terus kehilangan sejumlah besar air setelahnya.

Temuan Curiosity ketika menganalisis sampel atmosfer dan bubuk batu tidak mengungkapkan apakah Mars mengandung mikroba hidup, tetapi temuan menunjukkan bahwa Mars secara kimia aktif dan bisa menopang kehidupan.

Beri Komentar