Pengalaman Hanum Rais Temukan `Nabi Muhammad` di AS

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 10 Maret 2016 18:45
Pengalaman Hanum Rais Temukan `Nabi Muhammad` di AS
Dia menemukan dua hal mengenai Islam di AS. Apa sajakah itu?

Dream - Ada pengalaman menarik yang ditemukan Hanum Rais saat menggarap film Bulan Terbelah di Langit Amerika tahun lalu. Di sela-sela pembuatan film yang berlokasi di Amerika Serikat (AS) itu, Hanum mencari tahu kebenaran keberadaan ukiran " Nabi Muhammad" yang diabadikan di dalam gedung Mahkamah Agung di Washington DC, AS.

Tetapi, Hanum tak dapat melihat ukiran itu karena ruang sidang itu tak dibuka untuk umum. Maklum, ruang sidang itu justru boleh dimasuki warga setempat jika sedang diadakan sidang.

Hanum mengaku kecewa tidak dapat membuktikan langsung ukiran itu. Meski begitu, dia mendapat keterangan dari penjaga Mahkamah Agung AS itu.

" Dia membenarkan ada pahatan 'Muhammad' di dalam ruang sidang itu," kata dia saat berbagi pengalamannya di acara Islam Experience in Amerika: Women, Selasa, 8 Maret 2016 @America, Jakarta Pusat.

Tetapi, pahatan " Nabi Muhammad" yang dibuat oleh Adolph Weinman dimana Presiden Franklin D. Roosevelt berkuasa itu memang sempat menyimpan kontroversi. Bagaimana tidak, dalam ajaran Islam, sosok Nabi Muhammad dikenal sebagai sosok yang " dirahasiakan" .

Munculnya pahatan itu bukan tanpa sebab. Di 1930-an, pemahaman warga AS terhadap Islam belum sekuat masa sekarang.

Dalam laman resminya, Mahkamah Agung AS sendiri beralasan, sosok " Muhammad" yang terpahat di dinding ruang sidang itu dipilih karena Muhammad menjadi nabi yang menerima kitab suci Alquran. Adapun Alquran menjadi sumber utama hukum Islam.

Menurut pengakuan Hanum, selain di Mahkamah Agung AS tradisi pengetahuan Islam juga diabadikan di pintu masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard. Kutipan ayat dari Surah An-Nisa ayat 135 yang berisi perintah untuk berbuat adil dan masalah peradilan itu dimaksudkan agar terbaca para mahasiswa Harvard.

Di laman resmi Fakultas Hukum Harvard, pihak kampus, mengatakan potongan ayat suci yang dipajang itu untuk memandai pentingnya kejujuran dalam sebuah kesaksian. Selain itu, pihak universitas Harvard mengatakan ada warisan penting yang diajarkan oleh ayat dalam surah ini.

" Sebagai mana surah ini dinamai An-Nisa, berkaitan dengan kewajiban dan tanggung jawab perempuan dalam masyarakat Islam. Selain itu, juga menyentuh aspek hukum pernikahan, pernikahan, keluarga, dan masalah perbudakan," papar laman Fakultas Hukum Harvard tersebut.

Beri Komentar