Istri Pecandu Belanja Online Dapat Paket dari Suami, Isinya...

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 31 Juli 2019 12:43
Istri Pecandu Belanja Online Dapat Paket dari Suami, Isinya...
Yang diterima bukanlah paket biasa.

Dream – Emily McGuire seketika membuat iri warganet. Wanita ini mendapatkan paket Amazon dari sang suami untuk hadiah ulang tahunnya. Tapi, paket ini ternyata adalah kue.

Dikutip dari Mirror, Selasa 30 Juli 2019, suami memberinya hadiah itu karena paham Emily doyan belanja online. Semula, Emily mengira paket tersebut berisi hadiah.

Tapi, setelah diamati, ternyata yang diterimanya adalah sebuah kue ulang tahun yang dimodifikasi seolah-olah menjadi paket. Kue ini menggunakan icing untuk label dan plester Amazon.

Emily senang menerima hadiah dari sang suami. Kue unik ini diunggah di media sosial.

“ Saat itu, saya tahu suami `mengerjai` saya,” tulis dia di jejaring sosialnya.

 Ternyata, kue.

Foto itu menjadi viral di jejaring sosial dan membuat penggemar belanja online cemburu.

“ Saya benar-benar membutuhkannya. Saya serius ingin paket ini datang setiap hari minggu ini dan dua lagi sebelum tanggal 31,” tulis seorang wanita.

1 dari 4 halaman

Kasihan! Wanita Ini Suka Belanja Online Saat Sedang Tertidur

Dream – Seorang ibu tiga anak ini nyaris terbelit utang yang besar. Sebab, wanita ini sering berbelanja online ketika berjalan sambil tidur!

Dikutip dari World of Buzz, Minggu 19 Mei 2019, perempuan bernama Kelly Snipes ini berjuang dengan kondisinya sejak kecil. Malah, sindrom berjalan sambil tidur tak hilang ketika dewasa.

Fox News mengabarkan perempuan asal Essex, Inggris, mengatakan kondisi itu membuatnya belanja barang-barang acak ketika tertidur. Apalagi nomor kartu kredit telah tersimpan di sistem. Jadi, pengecekan barang bisa mempermudahnya untuk belanja.

Pernah suatu ketika Snipes belanja 58 poundsterling (Rp1,07 juta) untuk membeli biskuit dan beberapa poundsterling untuk membeli kue manis. Yang paling parah dia nyaris membeli lapangan basket.

Wanita berusia 37 tahun ini tersadar ketika melihat sebuah truk muncul di rumah untuk memasang lapangan. Untuk menghindari utang serius, Snipes mengembalikan semua barang, termasuk lapangan basket.

2 dari 4 halaman

Pernah Overdosis

Selain belanja acak, Snipes pernah melakukan kegiatan berbahaya, tak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk anak-anaknya.

“ Ketika saya hamil 20 minggu, saya mengalami overdosis saat tidur,” kata dia.

Snipes mengaku seorang pengidap diabetes. Wanita itu harus minum obat untuk menyembuhkannya. Suatu ketika, pernah overdosis metformin.

“ Saya bermimpi bahwa saya berbicara dengan dokter dan saya terus mengatakan bahwa saya tidak ingin minum obat lagi - tetapi ketika saya bangun, saya telah mengambil semua tablet. Untungnya semuanya baik-baik saja, tetapi saya sangat khawatir bahwa layanan sosial akan dipanggil,” kata dia.

Gejala-gejala sleepwalking Snipes memburuk setelah melahirkan anak sulungnya. Sejak itu, dia mencari bantuan medis dari beberapa dokter. Perempuan ini telah menghubungi dua konsultan untuk menangani kasusnya.

Untungnya dia mendapatkan perawatan yang sangat membantu gangguannya.

“ Saya merasa beristirahat dan kembali berenergi untuk pertama kalinya setelah sekian lama," kata dia.(Sah)

3 dari 4 halaman

Tak Cantumkan Harga, Penjual Online Didenda Rp348 Juta

Dream – Toko online sudah menjamur di media sosial. Para pedagang memajang foto-foto dagangan mereka di media sosial, seperti di Instagram dan Facebook.

Di media sosial itu pula semua bisa membaca keterangan tentang barang yang dijual, mulai jenis hingga ukuran. Namun, ada kalanya para pedagang tidak mencantumkan harga.

Model penjualan seperti ini mengharuskan calon pebeli mengirim pesan lewat direct message. Pelanggan harus bertanya harga jual barang-barang itu melalui pesan tersebut karena tidak tercantuum pada 'display'.

Di Malaysia, penjualan model ini dilarang. Kalau melanggar, penjual bisa dikenakan denda senilai ratusan juta rupiah, seperti yang dijatuhkan kepada perusahaan perabot di Seri Kembangan, Selangor.

Dikutip dari Harian Metro, Sabtu 16 Maret 2019, pebisnis ini menggunakan strategi “ kirim DM” karena tidak mencantumkan keterangan lengkap tentang barang dagangannya. Pebisnis ini pun diciduk petugas Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Selangor.

“ Kami bertemu dengan pemilik usaha dan dia mengakui tidak memamerkan keterangan yang pantas, seperti harga dan spesifikasi barang yang hendak dijual,” kata salah satu pejabat Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen, Azman Adam.

Pria berusia 41 tahun itu, kata Azman, dikenakan denda senilai 100 ribu ringgit (Rp348,73 juta) atau dendan 50 ribu ringgit (Rp174,37 juta) dengan kurungan penjara kurang lebih tiga tahun. Denda ini dijatuhkan karena melanggar pasal 145 Undang-Undang Perlindungan Konsumen Tahun 1999.

4 dari 4 halaman

Penjual Online Harus Cantumkan Keterangan Ini

Azman mengaku menerima 7.729 aduan pada 2018 dan 1.195 di antaranya berkaitan dengan jual beli online.

“ Tahun ini, sebanyak 194 aduan sudah diterima yang berkaitan dengan masalah pembelian secara online, seperti penjual tidak mencantumkan harga, terlambat menerima barang, atau barang yang diterima tak sesuai dengan gambar,” kata dia.

Seharusnya, kata Azman, penjual mencantumkan keterangan yang jelas tentang produk yang dijual. Hal ini bertujuan agar hak konsumen tetap terjaga.

Keterangan yang dimaksud adalah nama perusahaan, alamat e-mail, nomor telepon, keterangan singkat tentang barang dagangan, harga, syarat dan ketentuan pembelian, ongkos kirin, dan jaminan pengembalian barang jika barang tidak memuaskan.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie