Pernikahan Batal karena Calon Istri Minta Diizinkan Bekerja

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 10 September 2015 10:15
Pernikahan Batal karena Calon Istri Minta Diizinkan Bekerja
Calon pasangan ini berbeda pendapat, sehingga acara pernikahan yang seharusnya penuh suka cita justru berubah menjadi hujan tangis.

Dream - Suasana gembira sebuah upacara pernikahan di Arab Saudi berubah menjadi sedih. Sebab, calon pengantin perempuan bersikeras diizinkan untuk bekerja setelah menikah. Pengantin pria dan keluarganya menolak permintaan tersebut.

Saat sama-sama akan menandatangani akta pernikahan di pengadilan lokal, pengantin wanita mengungkapkan keinginannya untuk terus bekerja.

Perbincangan yang semula berlangsung dengan kepala dingin berubah menjadi perdebatan sengit saat kedua keluarga mempelai ikut terlibat, kata seorang sumber di pengadilan.

" Saat situasi mulai di luar kendali, para pejabat pengadilan meminta kedua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan tenang. Namun semua orang langsung terkejut begitu melihat pihak keluarga mempelai pria berjalan pergi tanpa melakukan diskusi lebih lanjut," kata sumber itu.

Kejadian itu begitu mengejutkan. Ibu pengantin perempuan jatuh pingsan dan pernikahan pun berubah menjadi hujan tangisan.

Gadis tersebut sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan. Ironisnya, pasangan tersebut telah menjalin hubungan setahun yang lalu. Sementara keluarga mempelai pria tidak pernah berusaha untuk mengklarifikasi terlebih dahulu apakah gadis itu akan tetap bekerja setelah menikah, kata sumber itu.

" Meskipun bertunangan, pasangan tersebut tidak pernah memahami atau berbicara satu sama lain tentang tradisi Timur Tengah," kata seorang pejabat pengadilan.

Pejabat itu mengatakan bahwa insiden yang secara umum sudah biasa itu dapat dihindari jika orang tua membicarakan segala sesuatunya dengan kedua pasangan tersebut sebelum menikah.

Pekerja sosial Abeer M mengatakan sebagian besar laki-laki Saudi tidak ingin memiliki istri yang terlalu mandiri dan percaya diri. " Mereka lebih memilih seorang ibu rumah tangga. Meskipun budaya berubah, tradisi masih sama."

" Telah ada peningkatan jumlah perempuan yang berpendidikan tinggi dengan pekerjaan yang baik. Hal ini dianggap sesuatu yang berlebihan bagi pria Saudi. Ini adalah salah satu alasan mengapa jumlah perempuan yang belum menikah naik tajam di Saudi," katanya.

Akuntan Afrah Ahmed mengatakan bahwa ada dua tipe laki-laki. Beberapa tidak suka perempuan pergi keluar dan bekerja. Sementara beberapa tidak keberatan istri bekerja, tetapi tidak bisa mentolerir jika memiliki posisi yang lebih tinggi.

" Dengan perubahan gaya hidup dan semakin mahalnya harga barang, penting bagi suami dan istri untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup," katanya.

Sumber: arabnews.com

Beri Komentar