Polisi Bekuk Pemuda 'Wiro Sableng' yang Bikin Resah Warga, Kapak Saktinya Disita

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 2 Agustus 2021 13:43
Polisi Bekuk Pemuda 'Wiro Sableng' yang Bikin Resah Warga, Kapak Saktinya Disita
Si pemuda membawa senjata tajam berupa kapak sakti milik pendekar Wiro Sableng 212.

Dream - Viral di media sosial memperlihatkan sebuah video penangkapan polisi terhadap seseorang pada malam hari. Anggota polisi yang diketahui bernama Raffy itu, mengamankan pemuda lantaran membawa senjata tajam berupa kapak sakti milik pendekar Wiro Sableng 212.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @jokersupriadi, pemuda itu diboyong dengan mobil pickup menuju kantor polisi setempat. Pemuda itu diduga telah melakukan tindak kejahatan dan menggunakan sajam Wiro Sableng untuk melancarkan aksinya.

" Kami berhasil mengamankan Wiro Sableng naga geni 212," ujar polisi bernama Raffy, yang jabatannya disebut sebagai kanit itu.

Hingga artikel ini ditulis, belum diketahui dimana video tersebut diambil. Saat ini juga belum ada konfirmasi terkait apa yang dilakukan oleh pemuda tersebut hingga harus diamankan.

1 dari 6 halaman

Bawa Kapak Naga

Kapak© Instagram

Wiro Sableng sendiri merupakan tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro Sableng terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah dilatih oleh gurunya bernama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Genis 212 dan memiliki rajah 212 di dadanya.

Kapak yang dibawa polisi saat melakukan pengamanan, serupa dengan milik Wiro Sableng yakni kapak bermata dua dan berhulu satu. Bedanya, kapak pemuda itu tidak berkepala naga seperti milik Wiro Sableng.

 

2 dari 6 halaman

Bikin Heboh Netizen

Unggahan tersebut langsung viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.

" Keren juga piringan cakram motor dijadikan senjata wiro sableng, kreativitas jaman now 😂😂," kata seorang netizen.

" Awas sinto gendeng ngamuk pak😂😂😂," canda akun lain.

" Bjir cakram dijadiin kapak dewa," canda akun lain.

" Kapak sakti😂," ledek akun lainnya.

 

3 dari 6 halaman
4 dari 6 halaman

Dulu Gelantungan di Metro Mini Sampai Lengan Berotot, Kini Jadi Jenderal Polisi

Dream - Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran melakukan kegiatan silaturami dengan Pemuda Pemudi Asal Papua dan Papua Barat. Dalam acara tersebut, ia memberikan semangat dan motivasi dalam menjaga Ibu Kot aserta tak lupa menjaga nama baik suku masing-masing.

Dalam unggahan Instagram Diresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Herry Heryawan, membagikan momen saat Fadil menyampaikan harapan dan tanggung jawabanya sebagai seorang Kepala Polisi di Ibu Kota.

" Jakarta ini memang miniatur Indonesia. Semua suku ada di Jakarta ini. Saya berharap Jakarta sebagai Ibu Kota, tetap aman. Memang tugas saya sebagai Kapolda ini, sekarang gimana caranya Jakarta ini aman," kata Fadil dalam video saat memberikan sambutan diunggah laman Instagram @herryheryawan.

Fadil mengingatkan, membangun Papua bukan berarti harus berada di Papua, di Jakarta pun bisa. Para muda-mudi bisa menjadi agen di wilayahnya masing-masing.

5 dari 6 halaman

Kisahkan Masa Perantauan

Seperti diketahui, Fadil merupakan pria kelahiran Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam momen tersebut, ia menceritakan kenangan lucunya sebagai sesama anak rantau.

" Saya juga perantau di Ibu Kota ini. Tadi pak ketua ini, kakak besar Ketua DPD ini bercerita dulu setengah mati bayar kos. 'Memang Kapolda langsung Bintang Dua kah?' Dulu juga naik metromini waktu dinas pertama," cerita Fadil.

Sorak tepuk tangan dan gelak tawa pun mewarnai acara tersebut. Mereka tak menyangka Fadil pergi dinas pertama kali di kepolisian pun masih mengendarai metromini.

Tak hanya itu, Fadil pun berkisah bahwa dulu otot tangannya pernah membesar lantaran menahan beban tubuh di perjalanan jauh serta didorong penumpang lain yang sama-sama berdiri.

" Ke Polda Metro Jaya naik metromini itu, rumah di Kalideres. Otot tangan su besar, pegangan terus sampai Blok M. Di dorong pula kanan-kiri," kisahnya.

6 dari 6 halaman

Videonya

Berikut video kisah Irjen Fadil saat menjadi perantau pertama kali:


 

Beri Komentar