Presiden Turki Dikawal `Tentara Kuno`

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 16 Januari 2015 08:02
Presiden Turki Dikawal `Tentara Kuno`
Para pengawal itu memakai zirah atau baju perang. Terbuat dari rangkaian rantai halus. Namun ada pula yang berbahan kain. Mengenakan topi dari logam. Serta membawa senjata, pedang dan tombak.

Dream - Pemandangan unik terlihat saat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbad, pada 12 Januari silam. Dalam pertemuan yang digelar di Istana Presiden di Ankara itu, terlihat 16 pengawal berpakaian tentara masa Turki kuno.

Para pengawal itu memakai zirah atau baju perang. Terbuat dari rangkaian rantai halus. Namun ada pula yang berbahan kain. Mereka juga mengenakan topi dari logam. Serta membawa senjata, seperti pedang maupun tombak.

Foto-foto itu tersebar ke publik. Dalam sebuah foto terlihat Erdogan berjabat tangan dengan Abbas di ujung bawah tangga istana. Sementara 16 pengawal berpakaian tentara kuno berbaris hingga ke ujung atas tangga.

Di atas mereka, pada tembok, terdapat ornamen matahari yang dikelilingi 16 bintang. Simbol stempel Turki yang dipakai sejak 1920.

Namun, pemandangan itu bukan karena tengah digelar karnaval di dalam istana sang presiden. Sebuah sumber di dalam istana menyebut pengawal-pengawal seperti itu akan terus terlihat saat Erdogan menyambut kepala negara sahabat yang bertandang ke Istana.

 Presiden Turki Dikawal Tentara Kuno

Kantor berita resmi Anatolia kemudian menjelaskan bahwa 16 prajurit masing-masing mewakili salah satu kerajaan dalam sejarah Turki, sebelum penaklukan Turki Anatolia. Masa mulai kekaisaran Hun yang didirikan pada tahun 200 sebelum masehi, kekaisaran Seljuk, Mughal, dan kekaisaran Ottoman yang berakhir 1920.

Memang, Presiden Erdogan dikenal oleh lawan-lawan politiknya ingin mengembalikan tatanan lama Turki. Sehingga dianggap akan menggerus pondasi negara Turki modern yang sekuler.

Dan foto-foto itu menuai ejekan dari lawan-lawan politik Erdogan. Politikus dari kelompok Kurdi, Selahattin Demirtas, yang kalah dari Erdogan dalam pemilihan tahun lalu, mengatakan Erdogan seharusnya ikut mengenakan pakaian “ Ibrahim the Mad”, sultan yang hidup di abas ke-17.

Cemoohan juga datang dari jurnalis kenamaan Turki, Kadri Gursel. Melalui sosial media, Gursel mengekspresikan kebingungannya. “ Sirkus Ottoman di Istana,” tulis Gursel. (Ism, Sumber: Al Arabiya dan Hurriyet Daily News

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi