Pria Gondrong Terobos Markas TNI karena Merasa Kenal Komandan, Begini Jadinya

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 3 Agustus 2021 10:00
Pria Gondrong Terobos Markas TNI karena Merasa Kenal Komandan, Begini Jadinya
Pria gondrong itu mengaku menjadi teman dekat sang komandan, saban hari ngopi bareng.

Dream - Markas militer memang selalu dijaga ketat. Tak sembarang orang bisa keluar dan masuk seenaknya. Ada aturan yang harus para prajurit, apalagi tamu dari luar.

Aturan itulah yang membuat bertamu ke markas militer tidak mudah. Aturan-aturan itu memang harus tetap dilanakan, meskipun komandan barak militer itu menjadi sohib kental kita, saban hari ngopi bareng.

Lihatlah pengalaman Gondrong berikut ini. Pria berambut panjang itu bertamu ke Markas Yon Armed 18/105 di Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Di ke markas tentara itu untuk bertemu sang komandan.

1 dari 4 halaman

Semula Gondrong menyangka bakal mudah lolos dari penjaga. Maklum saja, dia merasa kenal dengan sang komandan. Namun nyatanya, dia harus melalui prosedur yang menurutnya ribet, sampai-sampai dia mengeluh.

Namun, setelah menjalani prosedur yang ketat, Gondrong diizinkan bertemu dengan komandan. Dia bahkan dikawal provost saat memasuki satuan Armed. Dia merasa lega saat bertemu sang komandan, namun dengan segera menyampaikan unek-uneknya.

" Aku nggoleki sampean kok 'angel' tenan aturane. Padahal ngopi bareng loh, tapi nang kono dicegat loh (Aku mencari Anda kok susah sekali aturannya. Padahal ngopi bareng loh, tapi di sana saya dicegat)," ungkap Gondrong, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 4 halaman

Mendengar keluhan itu, sang komandan tersenyum. Dia memberikan penjelasan dan juga pengertian kepada Gondrong terkait pemeriksaan yang dilalui sebelum masuk ke markas TNI.

Sang komandan menjelaskan, peraturan itu berlaku untuk semua orang yang masuk ke markas satuan Armed. Dia menekankan kepada Gondrong bahwa aturan tidak boleh dilanggar. Tak sembarangan orang boleh masuk.

" Masuk sini itu enggak boleh bawa apa-apa, tinggalkan KTP, KTA kalau Militer," kata sang komandan yang merupakan teman si Gondrong.

Sang komandan juga menjelaskan, meskipun kenal, aturan tetap harus dijalankan. " Jadi kita enggak boleh walau pun sudah kenal, maupun saudara maupun siapa tetap aturan. Meninggalkan KTP KTA itu peraturan semuanya harus gitu," lanjut dia.

3 dari 4 halaman

Gondrong menjelaskan tujuannya datang ke satuan Armed 18 kepada komandan Batalyon Armed 18 Komposit Kodam VI Mulawarman. " Loh mau nonton sampean katanya ada Trabas," tutur Gondrong.

Gondrong mengaku ingin mengikuti kegiatan yang dilakukan para prajurit tersebut. Sehingga sang komandan menawari Gondrong kaos khusus guna dikenakan dalam menjalani kegiatan Trabas tersebut.

" Oh iya, jadi ini kita mau Trabas. Trabas itu olahraganya orang laki-laki. Ini mau tak kasih kaos kalau mau ikut langsung. Ada nanti kayak gini ini loh kaosnya ini," kata komandan.

4 dari 4 halaman

Gondrong pun membawa motornya, yang berjenis trail, ke dalam satuan Armed dengan cara dituntun. Sebelumnya, ia sudah meminta izin terlebih dahulu kepada komandan dan memang diperbolehkan.

" Tak tuntun Pak, malu," ungkap Gondrong.

" Wah ini motornya masih baru ini. Kamu beneran mau langsung ikut? Ya sudah langsung masuk komunitas kita saja," kata komandan sembari mengajaknya bergabung dalam komunitas Armed 18 Komposit.

Beri Komentar