Bocah `Dewa Hanoman` dari Pedalaman Kalimantan Mendunia

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 13 April 2016 12:43
Bocah `Dewa Hanoman` dari Pedalaman Kalimantan Mendunia
Raihan mengidap Werewolf Syndrom, yang membuat banyak bulu tumbuh menutupi tubuhnya.

Dream - Wajahnya tidak seperti anak kebanyakan. Di bagian kepala bocah bernama Hirsute Muhammad Raihan, 13 tahun itu banyak ditumbuhi bulu.

Bulu-bulu sepanjang 3 inci setara  7-8 sentimeter menjulur begitu lebat di pelipis bocah yang tinggal di Desa Mamburung, Kalimantan Utara ini. Alisnya pun tampak begitu tebal. Hingga membuat wajah bocah remaja ini mirip serigala.

Raihan merupakan bocah yang dinyatakan mengidap Werewolf Syndrom dalam dunia medis. Sindrom ini menimbulkan kelainan pada tubuh penderitanya berupa tumbuhnya bulu di sekujur tubuh.

Raihan sempat menjalani pengobatan agar terbebas dari sindrom tersebut. Tetapi, belakangan dia lelah hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti menjalani pengobatan.

Raihan kemudian menganggap kelainan yang ada pada tubuhnya sebagai anugerah Tuhan. Alhasil, kelainan itu justru menjadi keunikan tersendiri bagi Raihan.

Keunikan yang dimiliki Raihan kemudian mendapat sorotan dunia. Sejumlah media luar negeri memberitakan kasus yang dialami Raihan, salah satunya adalah harian online Mirror.

Ini lantaran kasus yang dialami Raihan cukup langka. Sejauh ini, dunia kedokteran belum menemukan penangkal dari sindrom yang diidap Raihan.

Warga sekitar rumah Raihan menjuluki bocah itu sebagai jelmaan Hanoman. Raja Kera dalam mitologi Hindu. Ini lantaran tubuhnya dipenuhi banyak bulu.

Bahkan warga percaya Raihan punya kekuatan khusus. Padahal, bocah ini merupakan seorang Muslim.

" Saya tidak peduli penilaian mereka, beberapa orang menertawakan saya, beberapa lainnya mendatangi saya berharap mendapat berkah," kata Raihan.

" Mereka mengira saya dewa atau punya kekuatan khusus, tapi ini tidak masalah karena saya tahu saya terlihat berbeda," kata dia.

Ibu Raihan, Pardan, yang baru saja kehilangan suaminya 10 bulan lalu mengaku sempat khawatir dengan kondisi anaknya. Dia sempat membawa Raihan ke sejumlah dokter untuk menjalani pengobatan.

Beberapa dokter pun menawarkan solusi dengan operasi laser. Tetapi, operasi itu butuh biaya yang sangat besar hingga akhirnya Pardan memutuskan untuk menghentikan pengobatan Raihan.

(Ism, Sumber: mirror.co.uk, Video: Youtube/Intan Nika Anak Jalanan)

1 dari 3 halaman

Kekuatan Pengidap `Manusia Serigala`

Dream - Memiliki seorang anak merupakan suatu anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Begitu juga yang dirasakan Savita Karende. Wanita yang mengalami penyakit aneh, Werewolf Syndrome.

Ini merupakan penyakit langka yang juga biasa disebut Hypertrichosis, yang berarti rambut berlebih. Pengidap penyakit ini memiliki kelainan genetik sejak lahir ataupun faktor eksternal ,seperti efek samping obat-obatan.

Savita mengalami kelainan itu sejak lahir. Dukungan keluarga menjadi hal terpenting dalam hidupnya. Tumbuh menjadi manusia tidak normal membuat Savita sempat dirundung rasa minder berkepanjangan. Hingga suatu hari datang seorang laki-laki jatuh cinta dan menerima Savita apa adanya.

Milind, menjadi sosok pria hebat di mata Savita. Karena Milind mau menerima kekurangan yang dimiliki. Keluarga Savita sempat ragu akan ketulusan Milind. Ibunda khawatir Savita akan sia-siakan Milind.

Tak berlangsung lama setelah beberapa bulan pernikahannya, Savita positif hamil. Rasa bahagia bercampur takut menyelimuti kedua pasang itu. Keluarga sangat bahagia saat mengetahui kabar itu. Ibunda Savita turut diselimuti rasa kekhawatiran mendalam akan sindrom ini.

Benar saja. Ketakutan Savita dan keluarga, anak yang dilahirkan memiliki kesamaan, mengidapWerewolf syndrome. Betapa hancur hati Savita saat tahu kondisi anaknya yang serupa.

Milind terus membesarkan hati Savita dan berjanji memberikan pengobatan yang lebih baik untuk si buah hati. Sejak saat itu Savita bertekad harus membesarkan sang anak agar kelak menjadi seseorang yang kuat. Savita terus berharap dunia kedokteran akan menemukan obat untuk membantu menyembuhkan pengidap penyakit ini. (Ism, Sumber : gulfnews.com)

2 dari 3 halaman

Kisah si Kembar `Manusia Vampir`, Tak Bisa Kena Sinar Matahari

Dream - Dua anak kembar asal Perancis dengan kondisi genetik yang langka harus memakai masker 'luar angkasa' setiap hari.

Dikutip Dream.co.id dari Ibtimes.co.uk, Selasa 24 Februari 2015, masker mirip astronot itu harus selalu digunakan oleh Thomas dan Vincent Seris. Mereka menggunakannya untuk melakukan semua aktivitas. Tujuannya, melindungi mereka dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang mematikan bagi tubuh mereka.

Thomas dan Vincent bahkan memakai masker dalam ruangan untuk melindungi mereka dari sinar UV yang dipancarkan oleh lampu halogen atau neon.

Si kembar Perancis ini lahir dengan kondisi langka yang disebut Xeroderma pigmentosum (XP). Setiap paparan sinar matahari dapat menyebabkan kanker kulit yang fatal.

Mereka tidak hanya berisiko di luar ruangan, lampu seperti halogen dan neon yang memancarkan sinar UV juga menjadi sumber bencana.

Karena kondisinya yang tidak memungkinkan terus berada di luar ruangan saat matahari bersinar itu, Thomas dan Vincent mendapat julukan Children of the Night atau Vampir Drakula.

Thomas dan Vincent didiagnosis dengan kondisi genetik langka tersebut saat berusia dua tahun. Vincent mendapat tiga serangan kanker kulit dalam empat bulan pertama setelah diagnosis.

Awalnya mereka harus memakai masker ski, baju dan sarung tangan tebal setiap kali mereka pergi ke luar.

Ibu mereka, Francoise Seris, harus menutup jendela rumah mereka rapat-rapat. Namun kini semua jendela sudah dilapisi filter UV.

Di jendela sekolah mereka di Bordeaux juga dipasang filter UV sehingga mereka bisa mendapat pendidikan yang normal.

Saat ini, Thomas dan Vincent adalah mahasiswa di Universitas Bordeaux, yang juga telah memasang filter UV.

Francoise telah mendirikan organisasi amal Enfants de la Lune (Children of the Moon) untuk membantu orang lain dengan kondisi yang sama dengan anaknya.

Ketika bepergian Thomas dan Vincent memakai masker transparan berventilasi baru yang dikembangkan oleh beberapa rumah sakit di Perancis.

Masker ini diharapkan bisa tersedia untuk penderita XP yang jumlahnya diperkirakan 5.000 hingga 10.000 orang di seluruh dunia. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Penyakit Aneh, Gadis Cantik Ini Makan Saat Tidur Lelap

Dream - Kate Archibald bertambah berat badannya secara misterius di tahun pertamanya di Universitas Aberdeen, Skotlandia.

Berat badannya mulai merangkak naik, dari langsing dengan ukuran baju 10 membengkak menjadi ukuran penuh 16.

Mahasiswi 20 tahun itu pun mulai dilanda kebingungan. Meski menikmati kehidupannya sebagai mahasiswa baru, Archibald mengatakan dia tidak bisa menjelaskan tentang kenaikan berat badannya yang drastis itu.

Tapi setelah bangun di suatu pagi, ia menemukan tempat tidurnya dipenuhi puluhan bungkus makanan. Ternyata dia baru sadar bahwa semalam dirinya makan sambil masih dalam kondisi tidur.

Setelah memeriksakan dirinya ke dokter, Archibald didiagnosis dengan kondisi medis yang disebut gangguan makan nokturnal.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya berjalan sambil tidur sementara juga melakukan keinginan yang ada di alam sadar mereka.

" Kondisi tersebut bukan gangguan makan, tapi masuk kategori parasomnia yakni gangguan tidur yang terjadi ketika otak orang merespons atau terstimulasi saat fase rapid eye movement(REM)," kata Archibald mengutip dokter yang memeriksanya.

" Tubuhku dipaksa lapar dan ingin makan saat tengah malam, meski aku tidak ingin," tambahnya.

Untuk mencegah dirinya 'keluyuran' cari makan, Archibald sampai harus mengunci pintu kamar tidurnya. Namun itu tidak berhasil, karena dia tetap saja bergerilya cari makan meski dalam kondisi tidur.

Archibald yang tinggal di asrama universitas ini sering bertengkar dengan teman sekamarnya, karena isi kulkas selalu berkurang dan kamar mereka penuh sampah bekas bungkus makanan.

" Teman satu kamarku menganggap aku gila. Tapi aku selalu minta maaf dan terpaksa ke toko untuk mengganti makanannya."

Archibald pernah mendapat perawatan atas 'kelainan' tidur yang dialaminya itu. Saat itu dia diberi obat yang bisa benar-benar menghilangkan nafsu makannya yang besar.

Namun seiring pertumbuhannya, Archibald mulai berhenti minum obat tersebut sehingga sepertinya kini kambuh lagi.

Selama makan sambil tidur, Archibald sangat rakus terhadap makanan berkalori dan berlemak, termasuk keripik, cokelat dan kacang-kacangan - meskipun membenci rasanya.

Teman-teman Archibald pun merasa ngeri dengan apa yang dialami Archibald. Mereka tidak bisa membayangkan jika saat tengah malam, Archibald tidur sambil memasak.

" Kami tak ingin dia membakar asrama ini," kata Ellie Harding, salah satu teman Archibald.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar