Fakta Baru Pelaku Pembunuhan yang Buang Selingkuhan ke Kolam Buaya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 30 Oktober 2020 13:59
Fakta Baru Pelaku Pembunuhan yang Buang Selingkuhan ke Kolam Buaya
Astaga ternyata...

Dream - Ricky Ashary, tersangka kasus pembunuhan Fransisca Wahyu Retno Panuntun, 25 tahun, telah tiba di Mapolres Berau, kemarin. Ia langsung diperiksa secara intensif.

Dari hasil pemeriksaan diketahui Ricky Ashary merupakan residivis kasus narkoba. Ia dipenjara pada 2010 karena kasus narkoba jenis sabu.

“ Pelaku sempat dipenjara pada tahun 2010 atas kasus pemakaian narkotika jenis sabu,” jelas Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly, Rabu, 28 Oktober 2020.

 

1 dari 6 halaman

Sempat OD

Ricky sempat mengalami overdosis (OD) lantaran efek narkoba dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

“ Informasinya saat ditangkap pelaku sempat overdosis dan sempat dilarikan ke rumah sakit,” ucap AKP Rido.

Kini, Ricky terancam menuai di penjara. Bahkan, dia terancam hukuman mati karena menghabisi selingkuhannya, Fransisca secara keji. Ia dijerat pasal perencanaan pembunuhan.

 

 

2 dari 6 halaman

Kasus Francisca

Korban Pembunuhan© Pojoksatu.id

Ricky menghabisi Fransisca setelah memadu kasih di dalam mobil. Ia membunuh pekerja lepas di salah satu kafe di Berau itu dengan cara menjerat leher korban dengan tali.

Setelah tewas, Ricky membuang jasad korban ke kolam buaya untuk menghilangkan jejak.

Ia berharap agar jasad Fransisca dimakan buaya. Namun mayat perempuan muda itu tersangkut di ranting dan ditemukan oleh warga setempat.

 

 

3 dari 6 halaman

Perkara Hamil

Mayat Fransisca ditemukan dengan tangan terikat dan mulut terlakban di dekat kandang buaya, Rabu 21 , sekitar pukul 16.00 Wita. Kandang buaya itu ialah sungai yang merupakan tempat habitat buaya.

Ricky akhirnya ditangkap polisi di kontrakan keluarganya. Ia mengaku membunuh Fransisca karena diancam.

Kepada polisi, Ricky mengatakan bahwa selingkuhannya, Fransisca mengaku hamil. Fransisca mengancam akan melaporkan Ricky kepada istrinya.

“ Katanya sih diancam, mau dilaporkan ke keluarga pelaku bahwa si korban ini dihamili, tapi untuk mengetahui korban ini hamil, kita masih perlu lakukan pemeriksaan,” kata AKP Rido.

Sumber: Pojoksatu.id

4 dari 6 halaman

Pengakuan Pelaku

Dream - Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita Kalimantan Timur bernama Fransisca Wahyu Retno Panuntun yang tewas setelah diajak berhubungan di dalam mobil oleh selingkuhannya, Ricky Ashary.

Mayat wanita berusia 25 tahun itu dibuang ke kolam penangkaran buaya Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Pelaku yang berusia 34 tahun membuang mayat Fransisca ke kolam penangkaran buaya dengan harapan jadi santapan buaya untuk menghilangkan jejak.

Tetapi kejahatan itu tidak ada yang sempurna hingga polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus penemuan mayat wanita di Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, pada Rabu, 21 Oktober lalu.

Melalui pemeriksaan maraton terhadap 15 orang saksi, Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning menyebut, kasus pembunuhan Fransisca terungkap. Penyelidikan tentang tersangka mengarah ke satu nama, yakni Ricky Ashary, warga Jalan Durian III, Tanjung Redeb.

" Benar, pelaku sudah kami amankan di Kalimantan Tengah. Pelaku bersembunyi di salah satu indekos milik keluarganya," ujar Edy Setyanto.

5 dari 6 halaman

Ketakutan Setelah Korban Mengancam

Menurut keterangan Edy Setyanto, kronologi perselingkuhan berujung pembunuhan ini dimulai ketika pelaku menjemput korban di depan RSUD dr Abdul Rivai pada Selasa, 20 Oktober, sekitar pukul 21.00 Wita.

Pelaku kemudian mengajak korban berhubungan badan sebelum pergi ke sebuah karaoke di salah satu tempat di Tanjung Redeb.

Selang beberapa jam, tersangka dan korban kembali melakukan hubungan badan di dalam mobil rental KT 1411 GE, yang diparkir sekitar lokasi Bumi Perkemahan Mayang Mangurai.

" Motor korban sendiri ditinggal diparkiran RSUD dr Abdul Rivai. Setelah berhubungan, korban mengancam pelaku, akan melaporkan aksi tersebut kepada sang istri," ucap Edy Setyanto.

6 dari 6 halaman

Diduga Telah Merencanakan Pembunuhan

Karena takut dengan ancaman korban, pelaku berbuat nekat. Dia menghabisi nyawa korban dengan cara menjerat lehernya menggunakan tali. Kejadian itu diduga sekitar pukul 02.00 - 03.00 Wita.

Pelaku diduga telah merencanakan pembunuhan itu. Sebab, Ricky sudah menyiapkan tali dan lakban sebelum menghabisi nyawa Fransisca.

" RA rupanya telah menyiapkan tali dan lakban. Tali dan lakban dibeli saat pelaku bersama korban di salah satu warung di kawasan Tanjung Redeb," jelas Edy Setyanto.

Menurut keterangan Kapolres Berau, pelaku dan korban tidak memiliki hubungan spesial, hanya sebatas teman.

" Untuk motif pembunuhan, informasi awalnya karena pelaku merasa terancam dengan ancaman korban, makanya nekat melakukan pembunuhan," kata Edy Setyanto.

Setelah menghabisi nyawa korban dengan seutas tali, pelaku kemudian menutup mulut korban dengan lakban dan mengikat tangannya.

Beri Komentar