Ritual Gunung Kemukus (Kembali) Disorot Dunia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 31 Agustus 2017 11:02
Ritual Gunung Kemukus (Kembali) Disorot Dunia
Ada sejarah yang konon dibelokkan.

Dream - Destinasi wisata berupa makam kuno di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah, kembali menjadi perbincangan dunia.

Destinasi ini memang terkenal dimanfaatkan tujuan negatif. Berdalih ziarah, para wisatawan yang datang memiliki niat terselubung untuk berzina.

Gunung Kemukus yang terkenal dengan ritual mesum untuk mencari kekayaan ini kembali menjadi sorotan dunia. Ini karena ritual ini kembali diperbincangkan media asing. 

Adalah Ynaija.com, yang melansir artikel tentang ritual mesum di Gunung Kemukus dengan judul Understanding the Paradoxical Pon Festival of Indonesia.

Media itu melaporkan setiap malam Jumat Pon, orang-orang berdatangan ke lokasi yang terletak di Desa Pendem, Sumber Lawang itu. Mereka datang untuk menjalani ritual dengan pasangan tidak sah.

Disebutkan, peziarah melakukan ritual berhubungan badan agar mendapat keberuntungan di masa depan. Hebohnya lagi, agar keinginan terkabul, ritual harus dilakukan tujuh kali setiap 35 hari di Jumat Pon sepanjang tahun dengan orang yang sama saat pertama kali berhubungan.

Pasangan tak sah itu harus menyelesaikan siklus tersebut. Jika tidak, maka ritual tersebut dianggap tidak lengkap dan berujung kegagalan.

Tak hanya itu, laman Ynaija.com juga menyoroti prosesi ritual yang diawali dengan nyekar ke makam Pangeran Samudro. Peziarah akan berdoa dan memberikan persembahan menggunakan berbagai macam bunga di makam salah satu putra Raja Jawa itu. 

Setelah itu, peziarah akan menyucikan diri di sebuah telaga bernama Sendang Ontrowulan sebelum melaksanakan puncak ritual.

Beberapa peziarah mengatakan mereka terang-terangan bilang ke pasangan sah masing-masing akan pergi ke Gunung Kemukus. Tetapi, sebagian besar tidak. 

1 dari 3 halaman

Sejarah Dibelokkan?

Dream - Ynaija.com pun menyajikan laporan tentang awal mula ritual mesum ini. Konon seorang Pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bernama Pangeran Samudro jatuh cinta kepada ibunya sendiri, Dewi Ontrowulan.

Raja yang mengetahui hubungan anak-ibu itu menjadi murka dan kemudian mengusir Pangeran Samudro. Dalam pengembaraannya, Pangeran Samudro sampai di Gunung Kemukus. Tak lama Ontrowulan menyusul ke Gunung Kemukus untuk melepas rindu.

Tetapi, sebelum sempat melakukan hubungan terlarang, penduduk sekitar memergoki mereka berdua. Mereka dirajam beramai-ramai hingga meninggal dunia.

Sebelum tewas, Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan. Siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan terlarang yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya.

Tentu saja, ritual mesum ini hanyalah mitos yang diciptakan dan dibesar-besarkan oleh pelaku bisnis prostitusi di Gunung Kemukus.

2 dari 3 halaman

Laporan televisi Australia SBS TV

Dream - Laporan mengenai prostitusi di Gunung Kemukus diturunkan juga oleh stasiun televisi swasta Australia, SBS TV. Dalam reportasenya, mereka menyebut Gunung Kemukus sebagai Sex Mountain atau Gunung Seks.

Mengutip Merdeka.com, 29 Juni 2017, dugaan adanya cari untung dalam ritual mesum terlihat makin terang. Ini setelah lima mahasiswa UGM melaporkan hasil penelitian mitos ritual mesum di Gunung Kemukus.

Mereka menemukan fakta wacana tentang ritual mesum sengaja diciptakan oknum tertentu guna mendongkrak bisnis prostitusi.

" Berdasar penelitian kami, mitos ritual mesum memang sengaja diciptakan oleh beberapa oknum tertentu atau agen untuk kepentingan ekonomi," ujar Taufiqurahman, salah seorang peneliti.

Kelima peneliti lainnya bernama Fitriadi, Melfin Zaenuri, Rangga Kala Mahasiswa, dan Surya Aditya. (ism) 

3 dari 3 halaman

Dunia Sorot Ritual Aneh di Gunung Kemukus

Dream - Gunung Kemukus menjadi sorotan dunia pada November 2014 lalu. Ritual aneh ini tengah menjadi sorotan dunia. Bukan karena keelokan panorama. Atau juga sumber daya alam yang tersimpan. Melainkan soal ritual yang dipraktikkan oleh orang-orang yang berkunjung ke gunung yang terletak di wilayah Sragen, Jawa Tengah, tersebut.

Karena sorotan itu, gunung ini seolah mendapat julukan baru. Media-media asing itu ramai-ramai menyebut Gunung Kemukusk sebagai `sex mountain` atau `gunung seks`. Nama gunung itu mencuat setelah jurnalis SBS. Patrick Abboud, menuliskan reportasenya.

Dalam laporan itu, sebagaimana dikutip Dream dari sbs.com.au, Rabu 19 November 2014, Abboud menuliskan ribuan orang dari berbagai pulau di Nusantara datang ke Gunung Kemukus ini. Para pendatang itu melakukan ritual ‘religi’ di sana. Ritual yang disebut Abboud sebagai hubungan badan tanpa ikatan perkawinan untuk mendapatkan nasib baik atau pesugihan.

Bagi masyarakat sekitar, Gunung Kemukus memang lekat dengan kisah Pangeran Samudra, yang diyakini sebagai keturunan raja Majapahit. Di puncak gunung setinggi 300 meter di atas permukaan laut itu terdapat bangunan joglo.

Di dalam bangunan itulah terdapat tiga makam. Sebuah makam dengan ukuran lebih besar –yang ditutupi kelambu putih- diyakini milik Pangeran Samudra dan ibunya, Ontrowulan. Sementara dua lainnya diyakini milik abdi mereka.

Sekitar 300 meter di sebelah timur kompleks makam itu terdapat Sendang Ontrowulan. Masyarakat sekitar meyakini sendang ini digunakan Ontrowulan untuk bersuci agar bisa bertemu Samudra. Sementara di depan gerbang makam itu terdapat anak tangga yang berjumlah 175.

Selain reportase tertulis, Abboud juga mengabadikan beberapa bagian ritual di Gunung Kemukus itu dalam bentuk video. Dia mewawancarai sejumlah peziarah dan juga mewawancarai Koentjoro Soeparno, profesor psikologi sosial dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

“ Ini sesuatu yang aneh. Sebuah paradoks: ada masjid, kuburan, tapi di luar itu ada tempat melakukan seks terlarang,” kata Koentjoro dikutip dari SBS.

“ Tidak mungkin untuk mengabaikan bahwa ritual tersebut penuh dengan kontradiksi. Islammemandang perzinahan sebagai dosa, sehingga seks 'di luar nikah' jelas bertentangan dengan hukum agama,” tambah dia.

Dalam laporan itu, Abboud menggambarkan gubuk-gubuk yang dipakai untuk hubungan terlarang itu berderet di sepanjang jalur menuju kompleks makam. Gubuk-gubuk itu seolah berdesakan dengan tempat karaoke yang juga menjamur di sana. Laporan Abboud ini dikutip oleh berbagai media internasional.

Beri Komentar