Ditagih Kunci Kontrakan Selalu Kabur, Shock Lihat Isi Rumah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 22 April 2019 11:15
Ditagih Kunci Kontrakan Selalu Kabur, Shock Lihat Isi Rumah
Dia memerlukan waktu berhari-hari untuk membersihkannya.

Dream – Pemilik kontrakan yang satu ini akan mikir-mikir menyewakan rumahnya. Dia tak mau mengontrakkan rumah ke calon penyewa yang jorok.

Apalagi, membiarkan sampahnya berserakan di seluruh rumah.

Dikutip dari World of Buzz, Jumat 19 April 2019, kejadian ini berlangsung di Miri, Malaysia. Penyewa ini adalah seorang guru sekolah dan tinggal di lantai satu selama 6-7 tahun. Dia mengungkapkan ingin pindah tahun lalu.

Ketika sewanya berakhir, penyewa rumah tak kunjung mengembalikan kunci. Pemilik kontrakan terus memerlukan waktu berbulan-bulan agar kunci rumahnya bisa kembali.

Saat dibuka, pemilik kontrakan terkejut. Dia tak percaya melihat isi rumahnya.

1 dari 5 halaman

Sampah Berserakan

Menurut Sin Chew, sampah berserakan di mana-mana. Sampah-sampah seperti botol kosong, plastik, dan kardus betebaran di lantai. Sisa makanan, minuman, dan barang-barang kotor juga berserakan di meja.

Sebenarnya, pemilik kontrakan meminta penyewa untuk membersihkan rumah pada Februari 2019 sebelum Hari Raya Imlek. Namun, hingga April 2019, rumah itu tak kunjung dibersihkan dan kunci tak kembali.

Melihat bencana di sini, pemilik kontrakan dan saudaranya memerlukan waktu empat hari untuk membersihkan segalanya.

Menurut pemilik kontrakan, penyewa sering mengadakan bimbingan belajar di kamar. Ini mungkin yang menyebabkan sampah berserakan di dalam rumah.(Sah)

2 dari 5 halaman

Baru Sewa 6 Bulan, Rumah Kontrakan Ditinggalkan Seperti Kapal Pecah

Dream - Bukan hal baru jika penyewa meninggalkan rumah kontrakan dalam kondisi menyedihkan. Tidak itu saja, mereka kadang meninggalkan tunggakan tagihan listrik dan air yang mencekik leher.

Yang paling menyebalkan adalah si pemilik rumah harus susah payah untuk membayar tagihan dan memperbaiki kerusakan yang biayanya tidak sedikit.

Kisah seperti di atas ternyata dialami oleh seorang pemilik rumah bernama Suraya Md Amin dari Malaysia.

Suraya merasa jengkel dengan penyewa rumahnya yang sering mangkir saat ditagih dan tidak bertanggung jawab ketika pindah kontrakan.

Dia mengungkapkan kekesalannya di Facebook ketika rumah yang sebelumnya dalam keadaan bagus menjadi hancur berantakan.

 Rumah kontrakan mirip kapal pecah.

Berikut adalah penuturan Suraya di media sosial yang dikutip Dream dari Siakapkeli.my soal rumahnya yang dikontrak penyewa yang tidak bertanggung jawab.

3 dari 5 halaman

Saat Ditagih Alasannya Macam-macam

Posting saya bukan untuk menyalahkan siapa pun. Saya hanya berharap orang lain akan mendapat pelajaran dan tidak mengalami nasib seperti saya.

 Rumah kontrakan mirip kapal pecah.

Bukannya saya tidak pernah menagih uang sewa. Sudah puluhan pesan tapi balasannya selalu nanti dan nanti. Alasannya pun bermacam-macam:

1. Uang habis untuk mengurus pemakaman adik
2. Harus membayar utang kakak yang pinjam di rentenir
3. Sistem Grab bermasalah, sehingga tak bisa ambil uang
4. Tunggu akhir bulan, baru bisa bayar
5. Gaji kecil, cuma 2.300 ringgit saja

Melihat alasan yang macam-macam itu, rasanya seperti mau cekik mereka saja. Saya pun tak pernah memaksa mereka untuk mengontrak rumah saya.

4 dari 5 halaman

Sudah Diberi Peringatan Tapi Melawan

Rasanya sudah 4 kali saya suruh mereka keluar, tapi mereka tidak menggubris. Tanpa rasa malu, mereka bilang akan keluar jika sudah ada surat dari pengadilan.

Mereka itu manusia dari planet mana, ya? Memang pikiran mereka sudah di luar kotak. Mereka sudah keterlaluan.

Sebenarnya mau lapor polisi, tapi ini adalah murni kasus sipil. Jadi polisi tidak mungkin mau ikut campur.

Lalu saya pasang peringatan di pohon mangga depan rumah, supaya mereka keluar dalam waktu 7 hari.

 Rumah kontrakan mirip kapal pecah.

Sementara barang-barang di dalam rumah dijadikan sebagai jaminan. Saya kira mereka bersedia, tetapi rupanya tidak.

Tanpa rasa bersalah mereka memotong pohon mangga itu dan berlagak seolah tidak terjadi apa-apa.

Pendek cerita, mereka akhirnya berjanji akan menyelesaikan masalah kontrakan yang tertunggak.

Mereka juga akan menyerahkan rumah kontrakan dalam keadaan bersih seperti sebelum disewa.

Tapi, apa yang terjadi kemudian sungguh menjengkelkan. Mereka ternyata lari tinggalkan rumah!

5 dari 5 halaman

Rumah Seperti Kapal Pecah

Penyewa rumah meninggalkan rumah kontrakan dalam keadaan hancur, dan penuh dengan kotoran kucing sebagai kenangan.

Oh ya, dia juga meninggalkan utang sewa 4 bulan. Tidak sampai di situ, semua tagihan listrik dan air juga belum dibayar.

Rumah benar-benar seperti kapal pecah. Saluran air tersumbat oleh kotoran kucing dan tombol pintu dipecahkan.

 Rumah kontrakan mirip kapal pecah.

Ini baru 6 bulan. Coba bayangkan jika mereka tinggal dalam satu tahun. Rumah ini mungkin jadi kandang kucing.

Pelajaran moralnya adalah hati-hati terhadap orang yang akan menyewa atau mengontrak rumah.

Jangan lihat dari penampilan saja. Rambut sama hitam tapi hati kita tak tahu. Satu lagi, jangan mudah kasihan dengan orang.

Sumber: Siakapkeli.my

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan