Sebut Nama Donald Trump Jadi Donald Duck, Presenter Ini Ngakak

Reporter : Idho Rahaldi
Selasa, 14 Februari 2017 07:02
Sebut Nama Donald Trump Jadi Donald Duck, Presenter Ini Ngakak
Seorang pembaca berita di sebuah stasiun televisi Malta melakukan blunder setelah salah membaca nama Presiden Amerika Donald Trump.

Dream - Seorang presenter berita televisi dituntut untuk tidak salah dalam menyampaikan berita, terlebih saat membaca nama seorang pemimpin negara.

Namun, seorang pembaca berita di sebuah stasiun televisi Malta melakukan 'blunder' setelah salah membaca nama Presiden Amerika, Donald Trump.

Sang pembaca berita menyebutkan nama Donald Trump menjadi Donald Duck saat live.

Sontak presenter dan reporter dalam siaran itupun tertawa terbahak-bahak. Insiden salah penyebutan nama presiden itupun sontak menjadi viral di dunia maya.

Penasaran seperti apa? yuk simak videonya berikut ini..

(Youtube.com/Naughty dawg 666)

1 dari 2 halaman

Dream - Kekurangan fisik, bukan kecacatan, kerap membuat penampilan kurang sedap dipandang. Beberapa kekurangan fisik juga tampak pada diri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Trump memiliki kekurangan fisik berupa rambut tipis hingga hampir botak dan kulit kemerah-merahannya. Selama ini banyak yang mengira Trump menggunakan rambut palsu.

Tapi ternyata, dokter pribadi langganannya Dr. Harold N. Bornstein menegskan jika rambut Trump adalah asli.

Menurut Bornstein, Trump minum obat-obatan untuk menyembuhkan tiga macam penyakit, termasuk yang berhubungan dengan prostat yang mengganggu pertumbuhan rambutnya. Obat lainnya adalah antibiotik untuk mengobati rosacea, sejenis penyakit kulit. Trump juga minum statin untuk mengatasi tingginya kadar gula darah dan lemak.

Selain itu, kata Bornstein, Trump juga meminum aspirin khusus bayi setiap hari untuk mengurangi serangan jantung.

" Pokoknya, Presiden Trump sangat sehat dan perawatan kesehatannya 'sangat rinci'," kata Bornstein dalam wawancara pada bulan lalu dengan The New York Times.

Bornstein berperan banyak dalam perawatan kesehatan Trump. Bahkan dia juga menjelaskan dugaan pemalsuan laporan kesehatan Trump selama kampanye presiden.

 

2 dari 2 halaman

Tak Diketahui Publik

Di usianya yang saat ini menginjak 70 tahun, Trump adalah orang paling tua yang menjadi presiden. Trump menggunakan obat terkait prostat untuk mempertahankan pertumbuhan rambut di kepala, yang sebelumnya tidak diketahui publik.

Pengungkapan tersebut menjawab teka-teki mengapa Trump memiliki antigen prostat (PSA) yang sangat rendah. PSA yang rendah merupakan penanda bahwa Presiden Trump menderita kanker prostat.

Bornstein mengatakan Trump juga meminum obat yang mengandung finasteride dalam dosis kecil untuk menaikkan tingkat PSA. Finasteride dipasarkan sebagai Propecia untuk mengobati kebotakan pada laki-laki.

Bornstein mengatakan finasteride telah membantu merawat rambut sebahu Trump.

Beri Komentar