Suami Bunuh Istri Hamil di Bengkulu Ngaku Dapat Bisikan Gaib

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Sabtu, 23 Februari 2019 18:31
Suami Bunuh Istri Hamil di Bengkulu Ngaku Dapat Bisikan Gaib
Akibat perbuatannya, Romi dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup.

Dream - Setelah membunuh sang istri yang tengah hamil tua, RS alias Romi Cabe saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bengkulu.

Romi mengaku, saat menghabisi nyawa istrinya, ia dalam keadaan sadar. Bahkan, saat membelah perut sang istri untuk mengambil jabang bayi, ia pun dalam keadaan sadar.

" Saya sadar, tetapi seperti ada yang mempengaruhi," ujar Romi kepada liputan6.com, Sabtu 23 Februari 2019.

Romi juga mengaku ada kejadian aneh lain sebelum membunuh istrinya. Dia mengatakan, telepon genggam miliknya terus bergetar, begitu pula dengan ponsel sang istri.

" HP aku dengan HP orang rumah bergerak terus, bingung aku mang," ujar dia.

Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Nurprasetyo mengatakan, polisi akan segera memeriksa kejiwaan Romi. " Kita juga akan periksa kejiwaannya," ucap Heru.

Akibat perbuatannya, Romi dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup. " Pembunuhan berencana, diancam hukuman seumur hidup," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/ Yuliardi Hardjo Putro)

 

1 dari 4 halaman

Pengakuan Mengejutkan Suami yang Bunuh Istri Hamil di Bengkulu

Dream - Romi Sepriawan tega membunuh istrinya, ES, yang sedang hamil tua. Romi membunuh ES lantaran masalah sepele, yakni tak diberikan kode handphone.

Dikutip dari laman harianrakyatbengkulu.com, pria berumur 30 tahun asal itu menceritakan langsung latar belakang penyebab dirinya sampai membunuh sang istri.

Ia mengaku ada yang mempengaruhi dan mengendalikan dirinya saat emosi memuncak.

" Kami sejak 4 bulan terakhir memang sering ribut, dia (korban) setiap saya ngomel tidak pernah peduli. Langsung masuk kamar. Itu yang bikin saya emosi," ujar tersangka.

Romi membunuh ES dan mengeluarkan bayi dalam kandungan istrinya itu pada Kamis 21 Februari 2019. Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah mereka, Jalan Irian, Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu.

2 dari 4 halaman

Berawal dari Cekcok Mulut

Awalnya pasangan suami-istri itu cekcok mulut karena Romi mencurigai ES berselingkuh. Ia pun tak menapik kalau perlakuan bejatnya dikarenakan masalah handphone.

" Jadi HP dia itu pakai kode. Saya bilang kenapa HP nya bunyi terus. Dan kenapa harus pakai kode," kata Romi.

" Dia jawab tidak ada apa-apa. Kadang setiap saya tanya jawabannya selalu memancing emosi," tambah dia.

Meski demikian, Romi mengaku bersalah karena telah merenggut nyawa istri yang tengah mengandung anaknya itu.

" Entah cakmano, payahlah menjelaskannya, seperti ada yang mempengaruhi dan mengendalikan," ujar Romi.

3 dari 4 halaman

Alasan Bedah Perut Istri

Dia juga menceritakan bahwa dirinya membelah perut sang istri semata-mata untuk menyelamatkan anaknya (bayi).

Romi baru menyadari ES sedang mengandung anaknya setelah melakukan pembunuhan itu. Saat itu pun, sang istri masih sempat mengingatkan dengan memberikan kode.

Kapolres Bengkulu, AKBP. Prianggodo Heru Kun Prasetyo, menggelar konfrensi pers terkait kasus pembunuha itu. Dia mengatakan, setelah membunuh ES, Romi membedah perut istinya itu.

“ Kemudian tersangka memotong tali pusarnya dan menggendong bayi memindahkannya ke ruangan lain dekat jendela. Untuk tersangka ini akan kita periksakan juga kejiwaannya,” terang Heru.

Jasad ES saat ini sudah dimakamkan di TPU kelurahan Sawah Lebar Ujung oleh orangtuanya yang tinggal di Jalan Meranti 1 RT 9 RW 2 Kelurahan Sawah Lebar.

4 dari 4 halaman

Begini Nasib Bayi yang Ibunya Dibunuh oleh Suami di Bengkulu

Dream - RS alias Romi Cabe sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan istrinya di rumah mereka, Kelurahan Tanjung Jaya, Kota Bengkulu. Dia juga membedah perut dan mengeluarkan bayi yang berada dalam kandungan sang istri.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu selamat dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Kini, bayi tersebut dirawat di inkubator. Selanjutnya, si jabang bayi bakal diasuh oleh A, yang merupakan bibi istri RS.

" Kami akan rawat cucu kami, saya kakak dari ibunya," ujar dia dikutip dari laman Liputan6.com, Sabtu 23 Februari 2019.

A mencertikana, korban merupakan pribadi yang periang. Sangat jarang keluarga mendengar keluh-kesahnya dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang telah memasuki usia tiga tahun ini.

Pihak keluarga mengaku terpukul dengan kabar meninggalnya korban, terlebih ia harus pergi dengan cara mengenaskan.

" Kami sangat kehilangan, cucu laki-laki yang membuat kami tegar," kata A.

Sumber: Liputan6.com/ Yuliardi Hardjo Putro

Beri Komentar