Sudah Terlanjur Donor Darah, 6 Orang Ternyata Positif Corona

Reporter : Sugiono
Kamis, 12 Maret 2020 07:48
Sudah Terlanjur Donor Darah, 6 Orang Ternyata Positif Corona
Setengah dari darah yang disumbangkan oleh 6 pendonor itu sudah terlanjur ditransfer ke 9 orang penerima.

Dream - Enam orang di Korea Selatan terlanjur mendonorkan darah sebelum menyadari bahwa mereka ternyata positif terinveksi virus Corona, Covid-19.

Di antara pendonor darah itu adalah seorang pegawai negeri sipil. PNS ini berasal dari Daegu yang menjadi pusat penyebaran Corona di Negeri Ginseng.

Peristiwa ini berawal ketika Palang Merah Korea Selatan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam donor darah setelah pasokan darah dilaporkan berkurang akibat wabah virus Corona.

PNS dari Daegu itu mendonorkan darahnya pada 13 Februari 2020. Namun 10 hari kemudian dia dinyatakan positif terjangkit virus Corona. Tepatnya pada 23 Februari 2020.

Sayangnya setengah dari darah yang disumbangkan oleh 6 pendonor itu sudah terlanjur ditransfer ke 9 orang penerima. Sebelum para pendonor itu dinyatakan positif Corona.

Hingga saat ini memang belum ada konfirmasi medis yang mengatakan bahwa virus Corona dapat menular melalui transfusi darah.

Lagipula, wabah Covid-19 dilaporkan sebagai penyakit pernapasan. Jadi, kemungkinan besar tidak akan menular melalui transfusi darah.

Meskipun demikian, sebelum mendonorkan darah, pastikan untuk menjalani tes untuk mengetahui kondisi kesehatan kita.

Sumber: World of Buzz

1 dari 7 halaman

Dicari 24 Relawan untuk Percobaan Antivirus Corona, Dibayar Rp65 Juta

Dream - Dunia kini tengah berlomba mendapatkan vaksin virus Corona yang tengah menjadi wabah di sejumlah negara. Sampai saat ini, penangkal virus bernama resmi Covid-19 yang telah menyebabkan kematian ribuan orang itu belum ditemukan.

Di Inggris, bahkan sedang dicari relawan untuk diinfeksi virus Corona di Queen Mary BioEnterprises Innovation Centre, Whitechapel, London, untuk menemukan vaksin Corona.

Menurut laman Mirror, relawan yang bersedia jadi 'kelinci percobaan' bakal dibayar 3.500 pound sterling atau sekitar Rp65 juta. Relawan akan disuntik dengan virus yang tidak berbahaya.

Pencetus lowongan ini adalah Hvivo. Perusahaan riset ini akan menginfeksi 24 relawan dengan dua virus bersamaan, yaitu 0C43 dan 229E.

Virus ini berasal dari golongan yang berbeda. Virus yang dilemahkan ini bisa mengatasi virus perusak, seperti Covid-19.

2 dari 7 halaman

Dikarantina Dua Minggu

Yang berminat untuk menjadi relawan, harus dikarantina selama dua minggu. Para relawan tak boleh latihan atau kontak fisik dengan orang lain. Mereka hanya akan bisa makan dan minum jenis tertentu.

Setiap perawat atau dokter yang mengerjakan penelitian ini harus mengenakan ventilator dan pakaian pelindung saat mereka bekerja di lab atau dengan bahan apa pun yang mungkin terinfeksi virus, seperti jaringan kotor atau tes darah.

Langkah yang dilakukan Hvivo diamini oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Produk Kesehatan Inggris. Pengujian ini merupakan upaya global senilai US$2 miliar (Rp28,97 triliun) untuk menemukan vaksin virus corona.

Kamu bisa membaca selengkapnya di sini.

3 dari 7 halaman

Kisah Mantan Pasien Hadapi Detik-Detik Diserang Virus Corona

Dream - Angka kematian akibat wabah virus Corona baru atau COVID-19 secara global memang meningkat, namun jumlah pasien yang sembuh akibat jumlahnya jauh lebih besar.

Dikutip dari Worldometers.info, dari 144 ribu lebih kasus COVID-19 hingga 10 Maret 2020, pasien yang meninggal mencapai 4 ribu lebih. Namun pasien yang dinyatakan sembuh jumlahnya jauh lebih tinggi, mencapai 64 ribu lebih.

Di Indonesia, jumlah orang yang terjangkit COVID-19 dilaporkan telah mencapai 19 orang. Saat ini mereka yang terpapar sedang menjalani isolasi dan karantina di beberapa rumah sakit.

Nah, di antara Sahabat Dream pasti merasa penasaran dengan COVID-19 ini. Terutama tentang bagaimana rasanya jika mengidap COVID-19 ini.

Dilansir LobakMerah.com, seorang wanita Singapura, sebut saja Julie, menceritakan apa yang dia rasakan sebelum akhirnya dikarantina 9 hari akibat terjangkit COVID-19.

Julie sekarang telah dinyatakan sembuh total dari virus Corona baru oleh pemerintah Singapura.

4 dari 7 halaman

Awalnya Hanya Sakit Demam dan Batuk-batuk

Julie terkena wabah virus Corona pada 3 Februari 2020. Awalnya dia merasa demam tapi menganggapnya sakit biasa.

" Pada saat itu saya mulai demam. Suhu di tubuh saya sekitar 38,2 hingga 38,5 derajat Celcius," kata Julie mengenang.

Karena menganggapnya sebagai demam biasa, Julie hanya minum obat Panadol saja. Setelah minum obat, demamnya turun.

" Saya kemudian merasa sembuh. Tapi karena masih terasa lesu, saya buat istirahat dan tidur seharian," katanya.

Setelah bangun tidur, Julie benar-benar merasa sembuh. Batuknya juga hilang. Julie merasa lega.

5 dari 7 halaman

Dinyatakan Positif COVID-19

Namun, rasa demam dan batuk-batuk itu kembali menyerang Julie 4 hari kemudian.

Pada pukul tiga sore, 7 Februari 2020, Julie kembali merasa demam. Dia kemudian minum obat dan tidur.

Namun saat Julie bangun tidur kepalanya malah pusing dan terasa sangat sakit.

Karena tidak tahan, dia memeriksakan diri ke rumah sakit. Dari situlah Julie diketahui terinfeksi COVID-19.

6 dari 7 halaman

Napas Sesak, Berjalan Saja Susah

Julie segera dimasukkan ke ruang karantina untuk mendapatkan perawatan intensif. Saat menjalani karantina ini dia hanya merasa seperti sakit flu biasa.

Tetapi kondisinya menjadi lebih buruk. Julie mulai merasa sesak napas sampai tahap yang menyiksa. Dia mulai sulit melakukan rutinitas sehari-harinya.

Julie bahkan tidak bisa berjalan ke kamar mandi yang terdapat di dalam ruang perawatannya.

" Napas saya sangat sesak. Ingin berdiri saja juga susah. Apalagi berjalan. Itulah yang terjadi pada saya," kata Julie menceritakan rasanya menderita penyakit COVID-19.

7 dari 7 halaman

Hanya Semacam Flu Biasa

Meski begitu, Julie akhirnya berhasil melawan COVID-19. Dia dinyatakan sembuh setelah 9 hari menjalani karantina.

Julie mengatakan bahwa COVID-19 sebenarnya hanya semacam flu biasa. Tapi karena menyerang dunia, orang-orang menjadi begitu khawatir.

" Mereka semakin cemas disebabkan karena kurangnya penjelasan yang benar tentang bagaimana virus ini menular," kata Julie.

 Sumber: LobakMerah

Beri Komentar