Tak Mampu Bayar Ongkos, 4 Remaja Perempuan Bunuh Driver Taksi Online

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 28 April 2020 19:40
Tak Mampu Bayar Ongkos, 4 Remaja Perempuan Bunuh Driver Taksi Online
Keempatnya tega menghabisi nyawa driver.

Dream - Empat pemudi harus meringkuk di balik tahanan setelah melakukan pembunuhan terhadap seorang driver taksi online. Diduga, aksi nekat itu mereka lakukan karena tidak bisa membayar tarif taksi.

Tersangka diketahui berinisial ERS, 15 tahun, TCG, 19 tahun, AS, 20 tahun, dan KSA, 18 tahun. Sedangkan korban bernama Samiyo Basuki Riyanto.

Peristiwa pembunuhan terjadi di Kampung Leuleuweungan Lebak Saat, Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Kapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan, mengatakan petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung mengungkap kasus pembunuhan tersebut setelah mendapat laporan dan melakukan penyelidikan.

" Para pelaku yang melakukan pembunuhan berjumlah empat orang dan mereka semua berjenis kelamin perempuan," ucap Hendra.

1 dari 5 halaman

Kronologi Kejadian

Kasus ini berawal saat ERS dan TCG memesan angkutan online yang dikendarai korban dengan tujuan Pangalengan dari Jakarta.

Dikarenakan lokasi pengantaran sangat jauh, korban dan pelaku membuat kesepakatan secara mode off line dengan ongkos Rp1.700.000. Mereka kemudian menjemput AS di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor. Setelah sampai di Pangalengan melalui Tol Cipularang, mereka menjemput KSA.

Niat melakukan pembunuhan pun muncul ketika keempatnya kebingungan untuk membayar ongkos.

ERS mengambil kunci Inggris yang ada di dalam mobil dan seketika menghantam kepala korban.

Korban tidak bisa melakukan perlawanan karena dibekap dan dipegang dari belakang oleh KSA. AS membantu mereka membuang jenazah korban ke tebing. Sedangkan TCG berperan membuang semua barang bukti.

" Akibat dari perbuatan tersangka tersebut mereka dijerat dengan pasal 338 Jo Pasal 340 jo Pasal 55 dan atau Pasal 365 Kuhpidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," pungkasnya.

(sah, Sumber: Merdeka.com)

2 dari 5 halaman

Viral Video Nasi Anjing, Ini Fakta Sebenarnya

Dream - Masyarakat dibuat geger lantaran adanya pembagian nasi bungkus berlogo kepala anjing dengan tulisan 'Nasi Anjing'. Lokasi pembagian disebutkan di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Nasi bungkus itu sengaja dibagikan gratis kepada masyarakat daerah sekitar yang membutuhkan. Proses pembagian tersebut sempat viral dan mengundang reaksi warganet.

Pihak pemberi donasi pun kerap memberikan klasifikasinya yang diunggah melalui media sosial.

" Jadi nasi anjing itu isinya bukan daging anjing. Isinya hari ini tuh orek tempe teri, kalau kemarin tuh cumi, tempe sama pete. Ada sosis sapi sama teri, sosis-nya sosi sapi. Ada baso teri, baso-nya juga baso sapi. Jadi semua bahannya halal, dijamin.

Sekali lagi kenapa pakai nama 'nasi anjing', karena anjing itu binatang yang setia. Kita harus setia sama Allah yang di atas, perlu setia sama pemerintah, setia sama pancasila dan Undang-Undang Dasar '45. Dan porsinya, kenapa kita bilang 'nasi anjing', karena porsinya lebih banyak dari nasi kucing.

Nah, nasi ini bukan untuk mengenyangkan tetapi untuk bertahan. Karena kita percaya ini waktunya Jakarta untuk tahan banting. Kita sama-sama bergerak untuk masyarakat bawah."

 

3 dari 5 halaman

Video Klarifikasi

Video klarifikasi itu juga sudah tersebar di sosial media. Salah satunya diunggah akun twitter @bangpoerslalu.

Dengan narasi yang menjelaskan nasi anjing merupakan makanan halal dan sama sekali tidak menggunakan daging anjing.

" Yang lagi viral 'Nasi Anjing'. Hari ini heboh video bernada provokasi akibat ada pembagian nasi anjing ke masyarakat.

Dikira ada kelompok sengaja membagi nasi dengan daging anjing.

Padahal itu nasi dengan daging sapi dan orek, oleh pembuat dinamai NASI ANJING karena ukurannya lebih besar dari nasi kucing."  jelas akun tersebut

Kejadian pembagian 'nasi anjing' ini kemudian diusut Polres Metro Jakarta Utara setelah menerima laporan dari warga telah menerima bungkus berlogo kepala anjing pada, Minggu, 26 April 2020.

Pada saat itu, warga melapor mendapatkan bantuan berupa 'nasi anjing' dari seorang donatur di tengah wabah pandemi corona.

Warga yang menerima nasi itu berada di sekitaran Masjid Babah Alun-Alun Warakas, Tanjung Priok Jakarta Utara.

Kejadian ini kerap membuat sebagian warga yang menerima bantuan merasa kesal dan dilecehkan, lantaran khawatir lauk yang diberikan di dalam nasi tersebut berupa daging anjing.

4 dari 5 halaman

Viral Dua Petugas Medis Sampai Tak Kuat Angkat Jenazah Covid-19

Dream - Petugas medis merupakan garda terdepan penanganan pandemi corona yang tengah mewabah di seluruh dunia.

Meningkatnya jumlah korban tiap harinya mengharuskan mereka bekerja tanpa henti sehingga banyak menguras tenaga. Bahkan mereka harus menangani jenazah pasien dari awal hingga akhir.

Belakangan ini viral sebuah video yang memperlihatkan dua tenaga medis yang tak kuat mengangkat peti jenazah. Kelelahan akibat mengurus jenazah pasien corona begitu menguras tenaga mereka.

Kejadian ini terjadi di Jawa Timur, tepatnya di Jalan Hasanudin, Dusun Krajan, Genteng, Wetan, Kec. Genteng. Saat ini salah satu warga diketahui meninggal karena tertular covid-19. Para petugas datang mengusung jasad jenazah covid-19 dari rumah duka untuk diantarkan ke pemakaman.

 

5 dari 5 halaman

Namun ketika dua petugas mencoba untuk mengangkat sebuah peti yang berisikan jenazah covid-19, mereka tak kuat, dan kejadian ini direkam oleh salah satu warga di sana.

" Nggak mampu,pak. Nggak mampu! Nggak kuat!" kata si perekam. " (Butuh) dua orang lagi!"

Terlihat para petugas medis yang masih mengenakan APD putih lengkap di sana. Beberapa kali kedua petugas medis menjatuhkan peti jenazah covid-19, dan mengangkatnya kembali.