Tak Penuhi Target, Karyawan Dihukum Merangkak Keliling Danau

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 6 Oktober 2015 05:03
Tak Penuhi Target, Karyawan Dihukum Merangkak Keliling Danau
Perusahaan bahkan mengirim staf khusus untuk mengawasi jalannya hukuman.

Dream - Ada-ada saja cara seorang bos perusahaan menghukum karyawan yang gagal memenuhi target yang telah ditentukan. Baru-baru ini, di Tiongkok, sekelompok karyawan dihukum bos mereka dengan cara merangkak mengelilingi sebuah telaga di tengah kota.

Menurut Tencent, lokasi tempat para karyawan tersebut menjalani hukumannya adalah di Ruyi Lake di kota Zhengzhou, Provinsi Henan. Untungnya, para karyawan itu merangkak di atas papan kayu yang menjadi lantai dari tepian telaga tersebut.

Saksi mata mengatakan hampir semua kemeja dan celana karyawan robek dan beberapa karyawan berdarah akibat hukuman tersebut. Untuk memastikan setiap karyawan yang dihukum sudah menyelesaikan satu putaran di telaga tersebut, perusahaan bahkan mengirim staf khusus untuk mengawasinya.

Hukuman yang tidak biasa tersebut mengundang reaksi keras dari netizen. Umumnya mereka mempertanyakan rasa kemanusiaan dari perusahaan yang menghukum karyawannya.

" Di mana serikat buruh? Di mana martabat dan batas-batas?," kata @XuMairen, netizen yang geram dengan tindakan perusahaan yang mempermalukan karyawannya.

Seorang netizen dengan akun @Chengchengchengshiwo mengatakan, " Hukuman ini benar-benar sebuah penghinaan. Siapa pun yang mengusulkan model hukuman seperti ini bodoh. Apakah kita hidup di abad ke-21? Atasan mereka tidak akan membuat mereka maju dalam karier? Mengapa perusahaan tidak bisa menghukum karyawan dengan cara yang lebih terhormat?"

" Saya juga seorang bekerja di bidang pemasaran. Tapi saya tidak pernah mengalami dan mengharapkan hukuman seperti itu. Kami kan juga manusia," timpal netizen dengan akun @Aurora0903.

Sayangnya, ini bukan kasus pertama pengusaha asal Tiongkok menghukum karyawan yang tidak memenuhi target. Awal tahun ini, sekelompok karyawan masih dengan pakaian kantor rapi diminta bos mereka untuk berlutut di jalan layang di Xiamen, Provinsi Fujian selama 60 menit sebagai hukuman karena tidak menyelesaikan pekerjaan mereka.


Sumber: Shangaiist

Beri Komentar