Tega! Suami Bunuh Istri Pakai Ular Cobra, Kuras Hartanya, Lalu Kawin Lagi

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 18 Oktober 2021 10:47
Tega! Suami Bunuh Istri Pakai Ular Cobra, Kuras Hartanya, Lalu Kawin Lagi
Pria ini juga berniat menikah lagi.

Dream - Seorang pria India harus mendekam di penjara karena aksi nekatnya. Dia menyewa ular beracun untuk membunuh istrinya demi menikah lagi.

Dia juga menguras habis perhiasan sang istri. Parahnya, dia membuat skenario agar banyak orang percaya kematian istrinya murni kecelakaan akibat digigit ular.

Dikutip dari Oddity Central, seorang pemuda dari Distrik Kollam di Negara Kagian Kerala, India, dihukum karena mengatur dan melakukan pembunuhan istrinya dengan bantuan seekor ular berbisa. Kejahatan keji itu terjadi pada Mei 2020, tetapi penyelidikan membutuhkan lebih dari satu tahun untuk mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk mendakwa sang suami.

Jaksa berhasil menguak misteri kasus tersebut. Dari fakta yang didapat, pada bulan Maret dan Mei tahun lalu, P. Sooraj menggunakan seekor ular kobra yang disewa dari pawang setempat untuk meracuni istrinya sendiri, Uthra.

 

1 dari 4 halaman

Sampai Dua Kali

Pada upaya pertama yang dilakukan di rumah tinggal pasangan ini, Uthra digigit salah satu ular. Tetapi, ibu muda satu anak itu berhasil selamat.

Kemudian, pada 6 Mei tahun lalu saat dia pulih dari gigitan ular pertama, Uthra mengalami gigitan ular lagi. Kali ini terbukti fatal.

Penyelidik mengklaim P. Sooraj adalah orang yang membawa ular kobra berbisa ke rumahnya untuk menggigit istrinya pada kedua kesempatan. Penyidik menemukan bukti pria berusia 32 tahun itu telah meneliti penanganan ular dan gigitan ular mematikan di internet selama berbulan-bulan, sebelum menghubungi pawang ular dan mempelajari cara menanganinya dengan aman.

Polisi berhasil melacak pawang ular yang mengaku melatih Sooraj untuk menangani ular berbisa. Pawan itu bahkan memberinya ramuan, yang kemudian dia gunakan untuk mencoba membunuh istrinya di dua kesempatan.

 

© Dream
2 dari 4 halaman

Campurkan Obat Tidur ke Minuman Istri

Kedua kalinya, dia diduga mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Uthra, kemudian melepaskan ular kobra itu ke tubuhnya. Dia bahkan memancing ulat tersebut agar menggigit wanita itu dua kali.

Sooraj kemudian tetap terjaga sepanjang malam, memastikan kobra tidak menggigitnya juga. Di pagi hari, Sooraj pura-pura terkejut setelah menemukan mayat Uthra, tetapi orang tua wanita itu tidak mempercayainya.

Selama berbulan-bulan, pria berusia 32 tahun dan keluarganya telah memeras istrinya untuk mas kawin. Padahal, dia sudah menerima emas, uang tunai 5 lakh (Rp93,8 juta), dan sebuah mobil, ketika mereka menikah.

 

3 dari 4 halaman

Saling Lapor

Orangtua Uthra pun melayangkan laporan ke polisi, menuduh Sooraj mengatur semuanya. Sooraj dan keluarganya segera mencoba mengalihkan kesalahan, mengajukan laporan balik terhadap saudara laki-laki Uthra dengan menuduhnya ingin mewarisi seluruh kekayaan keluarga.

Namun, ketika polisi meluncurkan penyelidikan, menjadi jelas klaim Sooraj tidak memiliki bukti kuat. Selain itu, polisi berkesimpulan banyak hal yang disembunyikannya.

Kurangnya saksi dan bukti, jaksa mengandalkan bukti ilmiah dan teknis untuk membuktikan kesalahan Sooraj. Bahkan sampai melakukan tes dengan ular untuk menunjukkan perbedaan antara bekas gigitan alami dan buatan.

 

© Dream
4 dari 4 halaman

Hasil Penyelidikan Ungkap Fakta Sebenarnya

Lebih banyak bukti dikumpulkan dengan bantuan ahli herpetologi, ahli forensik, pejabat hutan, dan penangan ular.

" Pada gigitan alami (tidak disengaja), bekasnya akan menyebar hingga 1,7 hingga 1,8 cm tetapi dalam kasus Uthra, itu adalah 2,3 hingga 2,8 cm. Itu menunjukkan tekanan yang diinduksi pada kobra," kata seorang petugas investigasi.

Selama penyelidikan, Tim Investigasi Khusus juga menemukan bukti Sooraj berencana menikahi wanita lain. Pria itu dituding berusaha menguasai perhiasan Uthra.

" Saya senang akhirnya putri saya mendapat keadilan. Kami mengharapkan hukuman maksimal untuk Sooraj. Kami berdoa agar tidak ada orang tua lain yang mengalami pengalaman kami," kata ayah Uthra, Rajasenan.

Laporan: Syifa Putri Naomi

Beri Komentar