Tragedi di Kamar Pengantin Baru, Istri Tergulung Kasur Kondisi Suami Mengejutkan

Reporter : Sugiono
Rabu, 2 September 2020 14:40
Tragedi di Kamar Pengantin Baru, Istri Tergulung Kasur Kondisi Suami Mengejutkan
Suami dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tertutup.

Dream - Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kehidupan ekonomi warga Indonesia.

Diduga karena masalah ekonomi, pengantin baru di Sulawesi Selatan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Korban bernama S, 25 tahun, ditemukan tergantung di dalam kamarnya. Kejadian ini menghebobhkan Kampung Mallasoro, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

1 dari 3 halaman

Istri Terlilit Kasur, Suami Tergantung

Menurut Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, S sempat terlibat pertengkaran dengan istrinya, M, di kamar. Korban bertengkar dengan istrinya yang baru berusia 20 tahun.

AKP Syahrul kemudian menceritakan kronologis kejadian yang cukup menyedihkan ini. Sudirman diduga mengalami depresi akut akibat persoalan ekonomi yang memengaruhi kejiwaan korban.

" Karena emosi, Sudirman sempat mendorong istrinya dan melemparkan gulungan kasur ke arah istrinya.

" Istrinya terjatuh dan tidak menyadari korban telah tergantung pada seutas tali di atas langit-langit ranjang," jelas AKP Syahrul.

2 dari 3 halaman

Terlambat Menolong Korban

Ketika M bisa membebaskan diri dari gulungan kasur, dia melihat suaminya sudah tergantung dan sekarat.

M mencoba untuk berteriak meminta tolong kepada seisi rumah. Saat itulah, saudaranya datang dan melepaskan tali melilit leher S.

" Lalu bergegas membawa korban ke Puskesmas Bangkala untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.30 Wita," ujar AKP Syahrul.

3 dari 3 halaman

Korban Pendiam dan Tertutup

Dalam keterangan lanjutan, AKP Syahrul menambahkan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tertutup.

Korban baru menikah dengan M selama satu tahun. Namun selama pernikahan itu, mereka belum dikaruniai seorang anak.

" Korban juga merupakan tulang punggung keluarga yang merupakan anak pertama dari keluarganya. Korban telah dibawa pulang oleh keluarganya di rumah duka di Kampung Mallasoro," kata AKP Syahrul.

Korban tidak menjalani autopsi karena keluarganya menerima kematiannya. Meski begitu, keluarga korban tetap harus menandatangani surat pernyataan penolakan dan berita acara penolakan autopsi.

Sumber: Rakyatku.com

Beri Komentar