Miris! Ponsel Disembunyikan Biar Tak Telepon Kekasih, Gadis Nekat Bakar Diri

Reporter : Reni Novita Sari
Jumat, 28 Agustus 2020 16:47
Miris! Ponsel Disembunyikan Biar Tak Telepon Kekasih, Gadis Nekat Bakar Diri
Hubungannya tak direstui sang Ibu, gadis ini nekat bunuh diri dengan membakar dirinya hidup-hidup

Dream- Seorang wanita muda berusia 20 tahun di Puttalam, Sri Lanka nekat mengakhiri hidupnya dengan membakar diri usai bertengkar hebat dengan ibunya. Wanita yang diidentifikasi sebagai D Hashini Piumika diduga putus asa setelah sang Ibu menyembunyikan ponsel agar dia bisa berhenti menghubungi kekasihnya.

Dilansir dari Mirror, Hashini nekat menuangkan minyak ke seluruh tubuhnya dan membakar diri secara hidup-hidup.

Laporan dari media setempat menyatakan insiden itu dipicu sikap sang Ibu yang tidak setuju jika Hashini berpacaran dengan kekasihnya saat ini. Ibunya telah berulang kali menyuruh Hashini untuk mengakhiri hubungan mereka, namun tak pernah dilakukannya.

1 dari 1 halaman

Tidak Merestui Hubungan Putrinya

Ibu Hashini yang kesal melihat anaknya terus menerus berhubungan dan menelpon pria itu lantas menyembunyikan ponsel putrinya. Hashini mencoba meminta Ibunya untuk mengembalikan ponsel tersebut, namun sang Ibu tidak mau memberikannya.

Keduanya pun terlibat adu mulut dan pertengkaran hebat. Beberapa saat setelahnya, Ibu Hashini kaget melihat putri kesayangannya telah terlalap api. Hashini membakar dirinya sendiri.

Ia lantas dilarikan ke rumah sakit  terdekat di kota itu. Namun nahas, Hashini  tidak dapat diselamatkan akibat luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya.

Ilustrasi Meninggal© Foto : Shutterstock

Departemen kepolisian Chilaw sedang menyelidiki kematian tersebut. Tidak ada informasi lebih lanjut, apakah Hashini bermaksud bunuh diri atau hanya ingin menakut-nakuti ibunya karena frustrasi.

Dalam beberapa dekade terakhir, Sri Lanka sebagai salah satu negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia.  Namun, sejak pergantian abad, angkanya telah turun secara signifikan dan sekarang hampir mencapai level terendah dalam 30 tahun belakangan.

(Sah, Sumber : Mirror)