Innalillahi, Wanita Driver Ojol Meninggal dalam Posisi Duduk di Atas Motor

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 26 Juni 2019 10:12
Innalillahi, Wanita Driver Ojol Meninggal dalam Posisi Duduk di Atas Motor
Masih memakai jaket ojek online dan membawa tas, ia terkulai lemah di atas motornya

Dream - Tak ada satupun manusia yang bisa menebak kapan ajal menjemput. Saat tengah sholat, tertidur, atau bekerja, malaikat maut bisa sewaktu-waktu datang dan memisahkan ruh dari raga. 

Takdir inipula yang tak pernah diduga seorang wanita driver ojek online (Ojol). Dia menghadapi Sang Pencipta dalam posisi tengah duduk di atas motor yang selama ini menjadi tumpuan hidup.

Dalam keadaan masih memakai jaket dan duduk di atas motornya, seorang ibu diberitakan terkulai secara tiba-tiba. Beberapa saat kemudian, driver itu sudah tidak bernapas.

Peristiwa ini awalnya diunggah di akun Instagram @newdramaojol.id. Tidak berselang lama, kabar itu viral di media sosial.

Berdasarkan unggahan tersebut, driver itu dikatakan berasal dari Magelang, Jawa Tengah.

1 dari 5 halaman

Faktor Kelelahan

Dalam unggahannya, admin akun menduga ibu tersebut meninggal dunia karena kelelahan yang memicu serangan jantung.

" Driver magelang meninggal di atas motor ny akibat kelelahan dan terkena serangan jantung ,, bagi driver yg lainnya agar menjaga kesehatan dan mejaga fisik agar tetap semangat ,, semoga khusnul khotimah," tulis akun @newdramaojol.id.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi mengenai peristiwa pilu tersebut. Demikian pula dengan lokasi tepatnya, termasuk identitas driver.

2 dari 5 halaman

Waspada! Pemicu Serangan Jantung yang Sering Terabaikan

Dream - Penyakit jantung koroner saat ini bukan hanya terjadi pada mereka yang berumur. Banyak usia muda, sekitar 30an hingga 40an, juga sudah mengalami masalah jantung serius. Gaya hidup yang tidak sehat memang jadi salah satu faktor pencetusnya.

Dokter Johan Winata, Sp.JP (K),FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah rumah sakit Pondok Indah Puri Indah, memberi penjelasan terkait pemicu utama terjadinya masalah jantung. Penting untuk diketahui Sahabat Dream, yang masih berusia muda.

Menurut dr. Johan, ada tiga pemicu utama terjadinya serang jantung akibat jantung koroner. Apa saja?

3 dari 5 halaman

Gula Darah dan Merokok

1. Riwayat keluarga

Jika keluarga seperti orang tua, kakek, nenek atau buyut, ada yang memiliki penyakit jantung maka perlu lebih perhatian pada kesehatan jantung. Lakukan pemeriksaan jantung secara rutin karena penyakit jantung juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

" Segera cek ke dokter agar tidak terlambat mengetahui dan bisa mencegahnya," ujar dr. Johan, saat ditemui di Senayan City, Jakarta, 10 Juli 2018.

2. Gula darah

Tidak menjaga pola makan dan jarang olahraga dapat membuat timbunan lemak dan mengganggu kelancaran aliran darah ke jantung. Cek secara total kadar LDL ( lemak jahat) dan HDL ( lemak baik). Hal juga sangat penting adalah melakukan pemeriksaan gula darah. Saat gula darah dalam level yang tinggi, cenderung akan menimbulkan komplikasi penyakit lain, termasuk jantung.

3. Merokok

Jelas tertera dibungkus rokok bahwa selain menyebabkan hipertensi juga serangan jantung. Kurangi atau hindari rokok demi kesehatan jantung.

Dokter Johan juga menjelaskan ada gejala khas pada mereka yang mengalami serangan jantung. Gejalanya berupa nyeri di dada.

" Gejala serangan jantung menjadi tiga yaitu nyeri dada berkepanjangan selama 15 menit, nyeri dada akibat aktivitas ringan yang berlebihan dan nyeri dada ringan yang sering diabaikan lalu menjadi sulit hilang," ungkapnya.

Nyeri khas pada jantung koroner, dijelaskan dr. Johan, timbul di belakang tulang dada/sebelah kiri. Penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah dan serangan jantung. Saat serangan jantung nyeri akan terasa sangat sakit, bersama dengan keringat dingin, mual bahkan muntah.

4 dari 5 halaman

Serangan Jantung Masih Dapat Ditolong, Tapi...

Dream - Sindroma Koroner Akut (SKA) atau yang dikenal dengan serangan jantung merupakan pembunuh terbesar nomor dua setelah strok. Sifatnya yang spontan membuat pasien tidak memiliki banyak waktu.

Serangan jantung dipicu oleh penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya, otot jantung kehilangan pasokan nutrisi dan oksigen karena darah tidak bisa mengalir ke dalam jantung.

Meski kerap terjadi secara mendadak, SKA sebenarnya masih dapat disembuhkan. Waktu memegang peran penting dalam upaya penyelamatan.

" Serangan jantung ditandai dengan nyeri dada, keringat dingin, sensasi kesemutan hingga tercekik selama lebih dari 20 menit," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ade Median Ambari, di Jakarta, Senin 18 Februari 2019.

Penyumbatan pembuluh darah dapat dikategorikan menjadi oklusi (penyumbatan) total dan parsial. Untuk mengatasinya, dokter akan melakukan reperfusi atau tindakan membuka pembuluh darah.

5 dari 5 halaman

Level Penyumbatan Menentukan Tindakan

Jika penyumbatan sudah mencapai 50-70 persen, maka harus dilakukan pemasangan ring atau operasi bypass.

" Pasien dengan kondisi oklusi total harus segera ditangani sebelum mengalami gagal jantung. Sebaiknya dalam 3 jam segera di bawa ke rumah sakit karena memang tidak ada pilihan lain," ujarnya.

Jadi Korban Berita Hoax, Pria Meninggal Kena Serangan Jantung

Nantinya, pasien akan melalui pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), marka jantung, tes laboratorium, foto dada hingga tindakan lanjut seperti CT Scan. Pasien dapat sembuh dan beraktifitas seperti biasa.

Perlu diingat bahwa terapi obat-obatan tidak boleh dilewatkan. Sebab, risiko kambuh bisa mencapai 35 persen. Penyumbatan bisa terjadi di tempat yang sama atau di arteri lainnya.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis