Akui Curi Mainan, Viral Aksi Si Bocah Nangis Minta Dihukum Pemilik Toko

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 12 Oktober 2019 14:32
Akui Curi Mainan, Viral Aksi Si Bocah Nangis Minta Dihukum Pemilik Toko
Didikan orangtuanya dipuji. Simak kisahnya

Dream – Perbuatan mencuri tentu tak bisa dibenarkan. Namun, perbuatan mencuri yang dilakukan seorang bocah ini justru menuai pujian dari warganet.

Bukan perbuatannya yang dipuji, melainkan didikan orangtuanya yang membuat sang anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Hal ini diungkapkan oleh warganet Twitter berakun @singgihsahara, dikutip Sabtu 12 Oktober 2019. Warganet ini bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Semarang, Jawa Tengah. Dia mengaku ada pasangan suami istri yang membawa anaknya ke toko. Mereka menghampirinya sembari menyerahkan mainan Tayo.

“ `Mas, maaf, ini kemarin pas kita belanja, anak saya bawa mainan ini dimasukin ke tasnya, sekali lagi kami minta maaf, Mas. Ayo, adek minta maaf ke masnya. Lalu, adeknya tadi minta maaf ke saya’,” cuit dia.

Singgih Sahara melanjutkan, anak kecil itu meminta maaf kepadanya. Kemudian, karyawan ini mengecek stok mainan di komputer. Ternyata, kurang dua buah mainan. Mainan ini rupanya diambil oleh sang anak.

“ Saya bilang ke adeknya, ‘Gpp kakak maafin. Jangan diulangin lagi, ya?’,” cuit Singgih Sahara.

 

 Ada anak kecil yang meminta maaf karena ketahuan mencuri di toko.

1 dari 3 halaman

Diberi Hukuman

Singgih menyebut anak itu kira-kira duduk di bangku sekolah dasar. Tapi, dia tidak bertanya pasti tentang umurnya.

Setelah dimaaafkan, anak kecil ini langsung memeluknya. Dikatakan juga bahwa anak itu telah dihukum di rumah, tapi belum dihukum di toko.

Orangtua sang anak meminta Singgih Sahara untuk memberinya hukuman.

“ Ortu anak ini bilang ke saya. Kasih hukuman aja yang ringan, Mas, biar kapok. Yaudah saya suru nata bis Tayo di rak sesuai warnanya,” lanjut dia.

2 dari 3 halaman

Ingin Beli Mainan

Saat menata bis mainan, Singgih Sahara sempat bertanya alasan anak itu mencuri. Sang anak benar-benar ingin memiliki mainan itu. Ibunya ingin membelikan satu set mainan setelah menunggu nilai ulangan keluar. Dikatakan juga bahwa keluarnya nilai ujian ini lama.

“ Setelah hukumannya selesai, ini adek girang banget,” lanjut dia.

Singgih Sahara menyebut sang anak mencium tangannya, lalu memeluk dirinya. Dia juga meminta maaf dan berjanji tak akan mencuri lagi.

“ Dia cium tangan saya terus meluk saya sambil minta maaf lagi. sambil bilang ‘aku tetap boleh main dan belanja di sini, ya, Kak. Jangan diusir,” tutur Singgih Sahara.

Sontak saja perkataan anak ini membuatnya dan orang tua sang bocah tertawa. Sebenarnya, lanjut Singgih Sahara, orang tua mau saja membayar barang yang dicuri lima kali lipat. Sebab, aturannya pencuri harus membayar mainan seharga 5-10 kali lipat.

“ Tapi, saya bilang tidak usah. Soalnya stoknya masih klop. Dan adeknya juga udah ngaku salah dan minta maaf,” tutup Singgih Sahara.

3 dari 3 halaman

Dipuji Warganet

Cerita Singgih Sahara membuat warganet tersentuh dengan didikan orangtua kepada anak yang mencuri mainan. Dikatakan bahwa didikan orang tua telah membentuk pribadi anak yang lebih baik.

“ Terima kasih sudah berbagi cerita menarik. Saya pikir endingnya akan dikasih ke si adek mainnya. Pendidikan moral yang memang sudah seharusnya diterapkan sejak dini,” cuit @kiyas.

“ Yang kayak gini jauh lebih efektif daripada dipukulin pakai sapu lidi atau sabuk,” cuit @thisisyourlov3r.

“ Luar biasa, ya, ada anak dan ortu yang sedetail itu cara didiknya. Plus, ada juga pemilik toko sebijak Mas. Terima kasih sudah berbagi cerita ini,” cuit @ucangan.

“ Great personality came from great parenting,” cuit @bebekchan26.

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah