Viral Dosen di Makassar Dianiaya di Depan Mahasiswa

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 24 Februari 2021 17:17
Viral Dosen di Makassar Dianiaya di Depan Mahasiswa
Pemicunya diduga salah paham.

Dream - Sebuah video kekerasan tengah viral di dunia maya. Video itu memperlihatkan dosen wanita yang dianiaya seorang pria di depan para mahasiswa.

Dalam video itu terlihat pria yang diduga juga seorang dosen memukul wanita berhijab di depannya dengan botol minum. Dosen wanita itu membalas dan memukul pria tersebut.

Dikutip dari Merdeka.com, peristiwa itu terjadi pada Senin, 22 Februari 2021. Dua orang yang terlibat perkelahian tersebut sama-sama dosen di Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar namun dari program studi berbeda.

Diketahui, dosen wanita yang mendapat pukulan adalah Hadawiah yang merupakan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi. Sedangkan dosen pria adalah Muhadjir, Ketua Prodi Bahasa Inggris.

Pada video, terlihat Muhajir memukul wajah Hadawiah dengan botol air mineral dilanjutkan dengan tendangan kaki. Hadawiah membalas dengan menendang kaki Muhajir.

Hadawiah berusaha masuk ke ruangan untuk melapor namun coba dikejar oleh Muhajir. Upaya Muhajir dihalangi oleh sejumlah mahasiswa.

 

1 dari 4 halaman

Diproses di Rektorat

Kepala Humas UMI Makassar, Nurjannah, membenarkan kejadia tersebut. Tetapi dia menyatakan belum mengetahui apa sebenarnya pemicu masalah di antara keduanya.

" Informasi yang kami terima kalau keduanya telah dipanggil oleh pimpinan fakuktas, dimediasi dan damai. Tapi untuk tingkat universitas tetap akan diproses. Rektor dan wakil rektor saat ini masih menunggu laporan kronologi kejadiannya seperti apa dan progresnya bagaimana," ujar Nurjanah.

Menurut Nurjannah, laporan dari fakultas akan ditelaah rektorat. Setelah itu pimpinan akan menentukan sikap.

" Kami belum bisa menyimpulkan apakah akan dikenakan sanksi karena tindak pemukulan itu karena kami belum tahu secara detil kasusnya seperti apa," kata dia.

 

2 dari 4 halaman

Pengakuan Dosen Wanita

Sementara Hadawiah mengaku pemukulan terjadi di depan pintu ruang Prodi Ilmu Komunikasi. Waktu itu, dia sedang memberikan arahan kepada beberapa mahasiswa.

" Senin siang kemarin itu, saya sementara beri arahan ke mahasiswa. Tiba-tiba dia (Muhajir) datang dan memukul saya dengan botol air mineral. Sempat kena bagian pipi. Saya marah dan berusaha melawan saat dia coba menendang saya, saya balik menendang," kata Hadawiah.

Tetapi, Hadawiah menyatakan pemicu sebenarnya terjadi dua pekan sebelumnya ketika rapat pimpinan fakultas secara virtual. Singkatnya, saat Rapat Hadawiah menyampaikan upaya pencarian dosen luar biasa yang sudah dia lakukan kepada wakil dekan.

Tiba-tiba, dalam kolom chat muncul pesan dari Muhajir. Dalam pesan itu, Muhajir meminta dia mundur saja dari jabatan Kaprodi.

" Chat-nya muncul di zoom dan tentu itu dibaca semua peserta rapat. Tanpa prolog, tiba-tiba chat-nya minta saya mundur saja dari ketua prodi," kata Hadawiah.

 

3 dari 4 halaman

Cekcok Virtual Berlanjut ke Pemukulan

Dia mengaku emosi dan membalas chat tersebut. Hadawiahpun mempertanyakan chat Muhajir.

" Saya tidak punya urusan dengan dia, beda prodi, kenapa dia yang minta saya mundur. Apa urusan dia. Kecuali kalau sesama prodi, tentu saya berpikir mungkin saya ada kesalahan dari saya sampai diminta mundur," kata dia.

Perseteruan itu berlanjut di grup WhatsApp. Bahkan chat Muhajir, kata Hadawiah, sudah bernada mengancam.

" Chat-nya menurut saya sudah bernada ancaman karena dia bilang, dirinya minta maaf sebelum ke kampus. Maksudnya apa itu. Akhirnya kemarin dia datang dan minta saya masuk ruangan, katanya mau bicara. Tapi saya tidak mau masuk. Bisa saja saya dianiaya di dalam ruangan karena sebelumnya sudah ada pemicu," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

4 dari 4 halaman

 

Beri Komentar