Viral Ibu di Luwu Timur Melahirkan Dua Batu

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 25 Oktober 2019 07:12
Viral Ibu di Luwu Timur Melahirkan Dua Batu
Sempat ramai karena batu tersebut dibawa anaknya.

Dream - Ini memang terdengar aneh, bahkan tak masuk akal. Seorang wanita di Sulawesi Selatan mengaku telah melahirkan dua buah batu sebesar kepalan tangan.

Adalah Harmin, wanita asal Dusun Tarengge, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, yang membuat geger itu. Banyak warga yang menyambangi rumahnya setelah kabar ganjil itu beredar.

Istri Baso Rustam ini mengaku awalnya merasakan sakit di bagian perut pada Senin malam, 21 Oktober 2019 sekitar pukul 19.00 Wita. Tak lama berselang, menurut pengakuan Harmin, dia melahirkan batu pertama.

" Cuma saya dan suami yang ada di rumah waktu ini batu pertama keluar. Setelah batu yang pertama keluar ada makhluk gaib yang menyuruh saya untuk mendatangi sumur tua yang ada di Kecamatan Malili," kata Harmin, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 23 Oktober 2019.

Harmin mengaku kembali melahirkan batu sekitar 15 jam kemudian. " Pas saya pulang keluar lagi satu batu hari Selasa jam 10.00 Wita. Ini anak ke delapan saya," ucap dia.

1 dari 6 halaman

Rusuh

Harmin dan Baso Rustam kemudian membalut kedua batu tersebut dengan sarung dan sehelai kain kuning layaknya bayi. Kedua batu tersebut disimpan di dalam wadah.

Kabar ini membuat warga penasaran, sehingga warga silih berganti datang melihat kedua batu yang dilahirkan Harmin tersebut.

Suasana sempat menjadi kacau dan panik ketika salah seorang anak Harmin tiba-tiba datang dan mengambil batu tersebut lalu membawanya pergi sambil mencak-mencak.

Saat ini pihak polisi tengah menyelidiki kejadian yang telah membuat heboh warga tersebut.

" Kami sedang menyelidiki kebenarannya. Kalau ada perkembangan kami infokan lagi," kata Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo.

Sumber: Liputan6.com/Fauzan

2 dari 6 halaman

Dikira Plasenta, Dokter Tarik Rahim Wanita Baru Melahirkan Hingga Tewas

Dream - Bagi seorang wanita proses persalinan adalah perjuangan yang sangat berat. Bahkan banyak yang menganggap tahap melahirkan ini sebagai pertaruhan antara hidup dan mati.

Pengalaman menyedihkan inilah yang dialami seorang mamah muda asal Rusia, Alisa Tepikina, yang baru saja melahirkan buah hati tercintanya.

Wanita yang berusia 22 tahun itu meregang nyawa ketika dokter yang membantu persalinannya melakukan kesalahan fatal.

Alih-alih plasenta, dokter itu memotong rahim Alisa yang mengalami inversi hingga putus.

3 dari 6 halaman

Koma Sebelum Meninggal Dunia

Setelah rahimnya ditarik keluar, Alisa mengalami koma dan 'mati syok' karena serangan jantung.

Akibat perbuatannya, dokter wanita tersebut menghadapi pemeriksaan intensif selama enam bulan.

Dia didakwa telah melakukan kelalaian hingga mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia.

Jika terbukti bersalah, dokter berusia 27 tahun itu akan menghadapi hukuman penjara tiga tahun.

4 dari 6 halaman

Mendapat Pembelaan dari Dokter Kepala

Sebagai pembelaan atas tuduhan itu, dokter kepala mengatakan tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh dokter tersebut.

Dokter kepala menambahkan insiden tersebut dipicu oleh adanya inversi rahim yang terjadi secara spontan.

Kejadian inversi rahim setelah persalinan sangat jarang terjadi dalam dunia kedokteran. Gejalanya meliputi perdarahan postpartum, sakit perut, Miss V terasa penuh, dan tekanan darah yang rendah.

5 dari 6 halaman

Dianggap Menyalahi Prosedur

Namun pendapat tersebut dimentahkan oleh para saksi ahli setelah mereka melakukan kajian yang mendalam tentang kasus itu.

Dalam kasus Alisa, plasenta seharusnya telah dilepas secara manual oleh dokter setelah memberikan obat bius.

" Tetapi penarikan plasenta yang tidak terkontrol atau tidak tepat menyebabkan inversi rahim secara penuh," kata para pakar medis.

Selain itu, dokter juga terlambat memasukkan kembali rahim yang putus tersebut ke dalam tempatnya.

6 dari 6 halaman

Rahim Sudah Di Luar Selama Empat Jam

Menurut penjelasan pakar medis, dokter baru memasukkan dan membetulkan posisi rahim Alisa setelah berada di luar selama empat jam setengah.

Saat itu Alisa sudah mengalami pendarahan hebat dan syok yang tidak tertahankan sehingga menyebabkan jantungnya berhenti bekerja.

 Putri Alisa kini dirawat kakek dan neneknya.© World of Buzz

" Kesalahan dokter wanita tersebut memperburuk keadaan hingga menyebabkan pasien meninggal karena serangan jantung," kata pakar medis.

Saat ini bayi perempuan lucu yang dilahirkan Alisa diasuh oleh kakek dan neneknya.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar