Tindakan Asusila untuk Pendaki Hipotermia, Hoaks!

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 24 Juli 2019 13:13
Tindakan Asusila untuk Pendaki Hipotermia, Hoaks!
Menurut kisahnya, saat itu ada seorang pendaki wanita yang mengalami hipotermia hingga hampir meninggal.

Dream - Media sosial tengah diramaikan kisah pendaki wanita yang terkena hipotermia saat berada di atas gunung. 

Cerita itu dibagikan oleh akun instagram @willykurniawanid. Lewat postingannya, Willy memperlihatkan sebuah foto tangkapan layar berisi komentar seorang pendaki.

Komentar itu berisikan pengalaman saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, NTB. Menurut kisahnya, saat itu ada seorang pendaki wanita yang mengalami hipotermia hingga hampir meninggal.

Meski sudah mencoba berbagai cara namun kondisinya tetap tak membaik. Akhirnya perempuan itu terpaksa ditolong dengan cara yang menjurus ke arah asusila. 

1 dari 5 halaman

Berikut Narasinya

 

"Yg paling darurat jika sdh sampai tahap hipo mesti dise***. Gw pernah ada kasus cwek hipotermia hampir meninggal di gunung Rinjani, segala cara udh dicoba tpi cewek ini gak membaik, akhirnya ada anak mapala yg berpengalaman yg nyaranin untuk me*** cewek ini agar suhu tubuhnya hangat, akhirnya salah satu tman dkatnya cowoknya menyetubuhi cewek trsbt. Yg lucunya kami ada 20 org nungguin di luar tenda smbil nunggu si cowok melakukan itu, sambil mnum kopi. Alhamdulillah stelah itu cewek itu terselamatkan." Tulis seorang pendaki.

      Lihat postingan ini di Instagram

Saat mendaki gunung menjadi tren banyak sekali hal2 yang memprihatinkan sampai ke tindakan asusila ! __ Secara teori penanganan hipotermia dengan Skin To Skin bukanlah menyetubuhi ! Jadi salah kaprah !! Kalau korbannya cowo 😱😱 diapain? __ Banyak hal saat ini yang sebenernya salah, tapi karena sering dilakukan akhirnya jadi pembenaran. __ Ayolah guys informasi mudah di dapat saat ini tinggal di saring dan banyak sekali komparasinya __ Sungguh memprihatinkan seorang pendaki mampu menulis comment kronologi seperti itu, entah apa yang ada dalam hati dan otaknya ?? __ Jangan sampai hal ini terulang kembali !!! __ No bully ya, tanggapi dengan diskusi jernih __ #pendaki #pendakiindonesia #hipotermia #pendakigunung #pendakicantik #pendakikusam_ #pendakikusam #travellerid #ceritapendaki #jejakpendaki #pendakilawas #pendakimuslimah #pendakimuslim #mountnesia #mountainesia #urbanhikers #pendakicupu #pendakikeren #pendakijomblo #backpackerindonesia #dokterpendaki #gunungindonesia #gunung

Sebuah kiriman dibagikan oleh Willy Kurniawan (@willykurniawanid) pada

Hipotermia sendiri adalah penurunan suhu tubuh yang berpotensi berbahaya.

Biasanya disebabkan oleh paparan suhu dingin yang berkepanjangan.

Lalu benarkah metode skin to skin adalah dengan persetubuhan?

2 dari 5 halaman

Skin To Skin Bukan ....

Melansir Fan Page Gunung Lawu 3265 Mdpl, Faktanya, memang ada metode serupa tapi tak sama, bukan berarti " disetubuhi" .

 FotoFoto © dream.co.id

Metode tersebut adalah " Skin to Skin Care" (SSC) atau yang dikenal juga dengan nama " Kanggaroo Care" .

Tapi metode tersebut hanya dapat dilakukan apabila sudah tidak ada lagi cara lain, untuk menghangatkan korban yang terkena serangan hipotermia atau bahkan sudah dalam kondisi darurat.

3 dari 5 halaman

Jenis Kelamin yang Sama

Kalau cara di atas tidak bekerja, cara terakhir adalah metode skin to skin. Tapi, bukan dengan mengajak korban berhubungan badan.

Jangan malah mencari kesempatan dalam kesempitan. Metode " skin to skin" yang diperbolehkan adalah dengan saling berpelukan, misalnya di dalam sleeping bag untuk mengembalikan suhu badan ke angka normal.

 Skin to SkinSkin to Skin © dream.co.id

Yang harus diingat metode ini dilakukan antar orang dengan jenis kelamin yang sama. Cowok dengan cowok. Cewek dengan cewek.

Bukan malah dicampur-campur. Karena itu, saat hendak mendaki berkelompok, pastikan dalam rombongan ada cewek lebih dari 1 agar bisa membantu dalam metode skin to skin.

4 dari 5 halaman

Kematian Tragis Pendaki Gunung Berbikini

Dream - Tim SAR Taiwan berjuang keras mengevakuasi tubuh pendaki wanitaterkenal di media sosial, Gigi Wu, 36 tahun. Pendaki nyentrik karena hobinya memakai bikini di puncak gunung ini ditemukan tewas kedinginan di dalam jurang sedalam 20 meter.

Pendaki wanita yang dijuluki " Bikini Climber" oleh penggemarnya sebelumnya diketahui mengontak temannya menggunakan telepon satelit pada Sabtu pekan lalu. Wu ingin memberitahu dia jatuh ke jurang di Taman Nasional Yushan, Taiwan dan sangat membutuhkan pertolongan.

Menggunakan helikopter, tim SAR berusaha mengevakuasi Wu namun terkendala cuaca. Jasad Wu baru bisa ditemukan pada Senin lalu.

" Kondisi cuaca di pegunungan sedang tidak bagus, kami telah memerintahkan tim penyelamat untuk membawa jenazah ke ruang yang lebih terbuka dan setelah cuaca kembali normal kami meminta bantuan helikopter untuk membawa jenazah ke bawah," ujar Pejabat Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Nantou, Lin Cheng-yi, dikutip dari South China Morning Post.

  Pendaki berbikiniFaisal Abdulrahman Al-Ghamdi © Khidr Al-Zahrani

5 dari 5 halaman

Tak Sanggup Memberi Tahu Lokasi

Beberapa pejabat lain mengatakan Wu sempat memberitahu teman-temannya dia tidak bisa menggerakkan kakinya setelah jatuh dari ketinggian 20-30 meter. Tetapi, Wu sanggup memberitahu koordinat lokasinya.

Wu, warga asli Taipei, terkenal berkat akun instagramnya. Dia banyak memajang foto saat dirinya berada di puncak gunung dan hanya memakai bikini.

Dia biasanya memakai pakaian pendakian lengkap ketika mendaki gunung. Baru ketika sampai di puncak, Wu melepas pakaiannya dan hanya berbalut baju renang.

  Pendaki berbikini © Dream

Dalam wawancara di sebuah stasiun televisi, Wu mengaku sudah mendaki lebih dari 100 puncak gunung dalam kurun waktu 4 tahun.

" Saya memakai bikini di 100 puncak gunung. Saya hanya punya koleksi 97 bikini jadi sengaja mengulanginya," kata dia.

Ketika ditanya apa alasan dia melakukan itu, Wu hanya menjawab, " Ini hanya demi terlihat menarik."

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak