Viral! Klaim Bahasa Inggris Berasal dari China

Reporter : Sugiono
Sabtu, 7 September 2019 15:34
Viral! Klaim Bahasa Inggris Berasal dari China
Tidak hanya itu, semua teknologi dan peradaban di Barat dicuri dari China.

Dream - Kelompok ilmuwan asal China mengklaim bahwa budaya dan bahasa di Barat, termasuk Bahasa Inggris, berasal dari negara mereka.

Penemuan kontroversial itu mereka ungkapkan saat mengikuti KTT Pendidikan Internasional Masa Depan China yang diadakan untuk pertama kalinya di Beijing pada bulan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Asosiasi Riset Peradaban Dunia yang didirikan oleh sekelompok cendekiawan China mempresentasikan penelitian mereka untuk pertama kalinya.

Setelah melakukan presentasi, seorang wartawan bertanya tentang klaim mereka. Sekretaris Jenderal Asosiasi Zhai Guiyun menjelaskan bahwa bahasa Inggris berasal dari Bahasa Mandarin.

Meski terkadang memiliki pengucapan atau arti yang berbeda, Guiyun tetap yakin dengan memberikan bukti berupa kesamaan beberapa kata di kedua bahasa tersebut.

Misalnya, kata yellow berasal dari kata yelou dalam bahasa Mandarin. Kemudian ada kata shop yang sama dengan shangpu. Kata heart yang memiliki arti yang sama dengan kata hexin dalam bahasa Mandarin.

1 dari 3 halaman

Tak Hanya Inggris, Semua Bahasa di Barat Berasal dari China

Guiyun mengakui bahwa persamaan pengucapan atau arti itu bisa saja karena kebetulan. Namun jika itu kebetulan, mengapa banyak sekali contoh kata-kata Bahasa Mandarin yang diserap ke dalam Bahasa Inggris.

" Meski Bahasa Inggris mungkin tidak terdengar seperti sebuah dialek Bahasa Mandarin, tapi banyak bunyi dialek Bahasa Mandarin yang diterima ke dalam bahasa tersebut saat ini, tak terkecuali ke dalam Bahasa Jepang dan Korea," katanya.

Dia bahkan menyebut bahwa Bahasa Mandarin adalah sumber dari semua bahasa di Barat yang saat ini dipakai. Bahasa Perancis, Rusia, Jerman, dan lain-lain semuanya diturunkan dari Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris.

2 dari 3 halaman

Bangsa Eropa Tidak Punya Sejarah

Guiyun dan rekan-rekannya mengklaim bahwa temuan mereka didasarkan pada penelitian selama beberapa dekade.

Penelitian mereka menyimpulkan bahwa orang-orang yang pertama kali berbicara Bahasa Inggris tinggal di Lembah Sungai Indus.

Saat itu daerah Lembah Sungai Indus diperintah oleh Kaisar Kuning (Yellow) dari China.

Orang-orang ini kemudian bermigrasi ke Barat dan hidup sebagai orang barbar primitif.

Setelah berabad-abad, orang-orang barbar primitif ini melakukan kontak lagi dengan bangsa China yang membawa mereka keluar dari masa kegelapan yang panjang.

3 dari 3 halaman

Kebohongan dari Peradaban Kuno Yunani, Mesir, dan Romawi

Guiyun mengatakan bahwa sebelum abad ke-15 dan ke-16, bangsa Eropa tidak memiliki sejarah. Mereka hanya punya mitos dan legenda belaka.

Lebih jauh lagi, Guiyun mengklaim bahwa peradaban kuno Yunani, Mesir, dan Romawi, semuanya dibuat-buat untuk menutupi masa lalu yang memalukan ini.

Dia bahkan mengatakan bahwa Konfusius adalah pelindung suci dari apa yang disebut Reinassance. Yaitu gerakan pembaharuan yang dikenal sebagai masa pencerahan.

Tujuan dari Reinassance adalah mereformasi ajaran-ajaran masyarakat seperti sastra, filsafat, seni, musik, politik, ilmu pengetahuan, dan agama.

Meski terdengar tidak masuk akal, Guiyun menambahkan China adalah sumber dari semua budaya Barat.

Dia mengklaim bahwa ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan filsafat Eropa abad ke-18 dan 19 semuanya dicuri dari China.

Sumber: Shanghaiist.com

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian