Viral Ojol Disebut Meninggal Mendadak Karena Corona di Tebet, Ini Faktanya

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 23 Maret 2020 16:57
Viral Ojol Disebut Meninggal Mendadak Karena Corona di Tebet, Ini Faktanya
Meninggal mendadak di jalanan. Ini Penjelasan lengkap polisi.

Dream - Beredar viral di sosial media, foto seorang pengojek online meninggal mendadak di jalanan Jakarta Barat. Korban disebut meninggal karena virus Corona.

Kapolsek Palmerah Kompol Supriyanto menegaskan informasi adalah berita bohong alias hoax.

" Hasil monitoring dan pengecekan oleh Kanit V Akp Saifudin Ali dan Kanit Intel Polsek Palmerah Iptu Imam Agus Santoso dengan Ketua Ojol Jakarta Barat dan juga Ketua Ojol Kecamatan Palmerah telah didapat informasi almarhum meninggal karena serangan jantung bukan karena virus corona," kata Supriyanto saat dikonfirmasi, Senin 23 Maret 2020.

1 dari 6 halaman

Ia menjelaskan, polisi sudah berbicara dengan keluarga korban dan diketahui korban terkena serangan jantung.

Sebelum meninggal, almarhum tidak demam dan tidak batuk. Pihak keluarga telah menerima kematian korban sebagai musibah.

“ Kematiannya karena serangan jantung. Keluarga tidak mau memperpanjang persoalan ini, tegas Kompol Supriyanto.

Pengojek online tiu diketahui bernama Abdur Rohman, warga Palmerah, Jakarta Barat. Korban ditemukan meninggal di Jl Raya Tebet Dalam, Jakarta Selatan, pada Rabu 18 Maret 2020.

2 dari 6 halaman

Vladimir Putin Lepas Singa Agar Warga Tinggal di Rumah? Ini Faktanya

Dream - Foto seekor singa yang berjalanan di tengah kota menjadi perbincangan jagat maya setelah pandemi Covid-19. Foto tersebut diberi penjelasan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, melepas sekitar 500 singa agar warga berdiam diri di rumah.

" Rusia melepas lebih dari 500 singa di jalanan untuk memastikan orang-orang bertahan di rumah selama wabah pandemi corona," tulis kabar yang viral di jagat maya tersebut.

Foto itu beredar di Facebook sebagai meme untuk menyindir warga yang masih keluar rumah. Tetapi, kabar itu berubah menjadi disinformasi karena menyangkut otoritas tertentu.

Menurut Liputan6.com, foto tersebut diunggah oleh akun Facebook The Classy English pada 13 Juli 2016. Penelusuran selanjutnya dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci 'Jorissen ST'.

  Singa di jalanan yang konon terjadi di Rusia© Istimewa

3 dari 6 halaman

Nama jalan itu ada di dalam gambar singa yang viral tersebut, tepatnya berada di sisi trotoar.

Hasilnya terdapat satu artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut. Artikel itu dimuat Dailymail.co.uk yang berjudul " Paws at the traffic lights! Giant male lion is seen prowling around the streets of South Africa's biggest city (but it's not as dangerous as you'd think)" yang diunggah 15 April 2016.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa singa yang berkeliaran itu berada di Kota Johannesburg, Afrika Selatan. Tetapi, peristiwa itu tak semengerikan yang dikira banyak orang.

Singa tersebut bernama Colombus dan berasal dari salah satu kebun binatang di wilayah Afrika Selatan. Columbus sengaja dilepaskan ke jalanan kota untuk keperluan syuting film.

4 dari 6 halaman

Polisi Tangkap Perekam Video Hoaks Corona di PGC

Dream - Seorang warga yang dievakuasi menggunakan ambulans di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, terekam video. Dalam video berdurasi 19 detik yang direkam menggunakan ponsel, warga yang dievakuasi diasumsikan sebagai pasien positif Covid-19.

" Ya Allah, ya Allah, PGC kena satu. Tutup sajalah PGC-nya. Itu deket pasti. Itu kan karyawan atas ya," ucap perekam.

Ternyata warga yang diangkut ke ambulans tersebut bukan pasien Covid-19. Warga tersebut jatuh sakit lalu pingsan.

Pengelola PGC meminta pihak rumah sakit untuk mengevakuasi pasien bersangkutan.

Polisi segera mencari perekam video itu, salah satu pegawai toko di PGC berinisial AS, 21 tahun. AS terancam hukuman sepuluh tahun penjara setelah ditduh menyebarkan berita bohong.

" Terduga berinisial AS (21) karyawan toko baju di PGC yang diduga melakukan tindakan penyebaran hoaks pada Sabtu (14 Maret) kemarin," kata Kapolrestro Jakarta Timur, Kombes Pol Arie Ardian, Rabu, 18 Maret 2020.

5 dari 6 halaman

" Tapi AS ini sengaja merekam dan menyimpulkan yang bersangkutan sakit Covid-19, lalu dikasih ke temannya dan viral dengan kalimat yang meresahkan," kata dia.

Arie telah memastikan bahwa pasien yang sedang diangkut ke dalam mobil ambulan bukan pasien positif Covid-19. " Yang bersangkutan sakit, saat itu pingsan lalu ambulan dipanggil PGC untuk diangkut, bukan sakit Covid-19," ucap dia.

Kesimpulan AS terkait pasien Covid-19 dianggap polisi telah menimbulkan keresahan banyak pihak. " Yang bersangkutan menyebarkan informasi tanpa mengecek lagi kebenarannya seperti apa," kata dia.

Sementara itu AS mengaku kapok dengan ulahnya menyebarkan berita bohong.

" Saya minta maaf pada masyarakat dan keluarga besar PGC. Saya menyesal dan tidak akan ulangi lagi perbuatan saya," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Dedi Rahmadi

6 dari 6 halaman

Kemkominfo Catat Ratusan Informasi Hoaks Virus Corona Beredar

Dream - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan, meminta masyarakat berhati-hati menyebarkan informasi mengenai virus corona. Sebab saat ini, sudah ratusan berita palsu virus corona yang beredar.

“ Saat ini sudah lebih dari seratus berita hoax yang tersebar,” ujar Samuel, di Jakarta, Senin, 9 Maret 2020.

Samuel mengatakan, sebaran berita perlu diketahui sumber yang benar. Masyarakat juga perlu mencari tahu apakah berita itu benar atau tidak.

“ Menyaring informasi terlebih dahulu dan mencari kebenaran informasi melalui sumber terpercaya seperti website Kemenkes,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho, mengatakan, penyebaran berita palsu karena kurangnya literasi dan edukasi digital yang menyebabkan berita hoax beredar.

Masyarakat, kata Septiaji, perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan media digital dengan bijak dan benar.

“ Harus mengetahui literasi digital dan melakukan edukasi digital karena semua orang belum tentu paham akan digital,” kata Septiaji.

(Sah, Laporan: Cindy Azari)

Beri Komentar
Miris! Warga & PKL Tumpah Ruah di Pasar Tanah Abang Meski PSBB