Takut Tertular Virus Corona, Pasangan Ini Gelar Pernikahan Kilat 10 Menit

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 3 Februari 2020 17:12
Takut Tertular Virus Corona, Pasangan Ini Gelar Pernikahan Kilat 10 Menit
Alasannya karena...

Dream - Umumnya prosesi resepsi pernikahan di Indonesia dengan menggunakan adat tertentu berlangsung hampir setengah hari. Mulai dari akad, prosesi adat, hingga sang mempelai duduk di pelaminan dan menerima ucapan selamat dari tamu undangan.

Di beberapa daerah bahkan pernikahan bisa berlangsung berhari-hari. Semua dilakukan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.

Namun tidak demikian dengan prosesi pernikahan pasangan di Haze, China ini. 

Pernikahan mereka berlangsung sangat singkat, hanya butuh 10 menit bagi pasangan itu untuk mengikat janji.

1 dari 6 halaman

Prosesi Singkat

Melansir World Of Buzz, prosesi pernikahan yang dilangsungkan pada 30 Januari lalu ini hanya dihadiri sekitar 5 orang. Undangan yang hadir adalah orang tua mempelai pria, dan pemimpin upacara pernikahan.

Pernikahan tersebut terpaksa dilakukan dalam waktu singkat karena wabah virus corona yang sedang berlangsung.

Sang pria ternyata seorang dokter yang saat itu harus segera kembali bertugas.

Seluruh proses pernikahan berlangsung sangat sederhana. Persiapannya bahkan hanya butuh waktu 10 menit.

Dokter yang merupakan mempelai pria harus segera bergegas kembali ke rumah sakit untuk membantu memerangi virus Wuhan.

2 dari 6 halaman

Tidak Bisa Ditunda

Pengantin pria mengatakan telah menetapkan tanggal pernikahan pada 31 Januari 2020. Tetapi rencana itu terpaksa ditunda karena virus corona menyebar dengan cepat.

Keinginan untuk menunda resepsi pernikahan tak disetujui kedua orang tua pasangan mempelai ini. Bukannya egois. Mereka menganggap menunda pernikahan itu tidak baik.

Kedua orang tua pun sepakat untuk melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana. Mereka memilih untuk tidak mengundang kerabat atau teman untuk mengurangi risiko infeksi juga.

Pengantin wanita mengatakan, dia tidak keberatan sama sekali dan puas dengan pernikahannya. Hal terpenting sekarang adalah membiarkan suaminya kembali bekerja dengan tenang dan tidak khawatir tentang pernikahan.

3 dari 6 halaman

Pengorbanan Perawat Terinfeksi Virus Corona

Dream - Tak ada kata istirahat untuk petugas medis, dokter dan perawat, di China saat penyebaran virus corona begitu cepat. Hingga hari ini tercatat sudah lebih dari 170 orang meninggal dunia karena virus korona yang bermutasi menjadi 2019-NCoV.

Para tenaga medis ini terus bekerja keras untuk memastikan pasien yang terinfeksi menerima perawatan yang mereka butuhkan.

Bekerja penuh dedikasi, superhero di dunia nyata ini tidak pernah menyerah pada tugas mereka. Bahkan jika itu perlu mempertaruhkan hidup mereka lebih dari sekali.

Begitulah yang diperlihatkan seorang perawat yang kembali bekerja di sebuah rumah sakit di kota Wuhan. Dia dikabarkan telah pulih dari infeksi virus corona.

4 dari 6 halaman

Terjangkit Virus dari Pasien

Perawat bernama Guo Qin langsung kembali bekerja untuk merawat pasien yang terinfeksi di sebuah rumah sakit di Wuhan pada Selasa, 28 Januari 2020. Tindakan itu dilakukannya setelah pulih secara menakjubkan dari virus corona

Perawat berusia 38 tahun itu dinyatakan positif terjangkit virus corona pada awal Januari ketika bertugas merawat pasien di Rumah Sakit Zhongnan.

Qin terpaksa berhenti bertugas dan harus dikarantina. Dia menjalani perawatan untuk menyembuhkan kondisinya selama 20 hari.

5 dari 6 halaman

Langsung Bertugas Tanpa Istirahat

Namun, begitu dinyatakan sudah sembuh dan diperbolehkan keluar dari karantina, Qin tidak memilih pulang dan tinggal di rumah.

Panggilan profesi membuat Qin langsung kembali bekerja di rumah sakit untuk merawat pasien lain yang terinfeksi virus corona.

Menurut seorang rekannya, Qin hampir tidak pernah istirahat merawat pasien satu per satu sejak keluar dari karantina.

6 dari 6 halaman

Tidak Ada yang Cuti di Saat Genting

Meskipun tenaga medis sudah mencukupi, tidak ada dari mereka yang bahkan ingin mengambil cuci di saat yang genting ini.

" Semua orang, bahkan kepala perawat, menyuruh saya untuk beristirahat. Tapi kita semua berdedikasi untuk tugas ini, terutama sekarang ketika staf medis sangat dibutuhkan," katanya.

Sampai sekarang, 132 orang telah meninggal akibat wabah virus corona, dengan lebih dari 6.000 kasus yang dilaporkan hingga saat ini.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak