Viral Video Detik-Detik Rekaman Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Ini Faktanya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 13 Januari 2021 17:40
Viral Video Detik-Detik Rekaman Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Ini Faktanya
Dalam video berdurasi 2 menit 54 detik itu, tampak sebuah pesawat berwarna putih jatuh ke laut.

Dream - Beredar video yang diklaim rekaman jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu.

Dalam video berdurasi 2 menit 54 detik itu, tampak sebuah pesawat berwarna putih jatuh ke laut. Badan pesawat terlihat hancur saat menabrak air.

Video pesawat© Merdeka.com

Video tersebut diberi judul " Detik-detik pesawat Sriwijaya jatuh terekam oleh nelayan" .

1 dari 3 halaman

Cek Fakta

Dilansir dari merdeka.com, penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video yang diklaim ekaman jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu ke situs Yandex. Hasilnya terdapat beberapa video serupa yang dimuat di situs berbagi video YouTube.

Unggahan YouTube© Merdeka.com

Satu di antaranya diunggah oleh Channel YouTube P 145 pada 20 Januari 2009. Video berdurasi 45 detik itu diberi judul " Ethiopian Airlines Flight 961" .

" Credit to Reality TV. Ethiopian 961 was Hijacked and ran out of fuel over Comoros Islands. The Hijackers demanded to be flown to Australia, but the 767 didn't have enough fuel to make it there. It made a controlled ditching 500m away from the shore. Luckily a person on the beach recorded the whole event unfold. The three hijackers died on impact, there were 175 passengers, 50 survived including the Pilot and Co-pilot," tulis Channe YouTube P 145.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Kemudian terdapat artikel yang menjelaskan mengenai peristiwa jatuhnya pesawat Ethiopia yang terekam dalam video tersebut, berjudul " 23-11-1996: Pesawat Ethiopia Dibajak dan Jatuh di Samudra Hindia" yang dimuat situs Liputan6.com pada 23 November 2015.

Liputan6.com, Jakarta - 23 November 1996, salah satu pembajakan pesawat paling tragis terjadi di langit Samudra Hindia. Pesawat maskapai Ethiopian Airlines dibajak sekelompok orang ketika kapal sudah terbang. Lantaran kehabisan bahan bakar, Boeing 767 itu jatuh di Samudra Hindia.

Sebanyak 125 orang dari 175 penumpang dinyatakan tewas, sementara 50 orang lainnya, termasuk dua tersangka pembajak, berhasil diselamatkan. Demikian yang dimuat BBC on This Day.

Pesawat awalnya terbang dari Bandara Internasional Bole Addis Ababa, Ethiopia, menuju Bandar Udara Internasional Jomo Kenyatta, Nairobi, Kenya. Empat jam setelah lepas landas, 3 pelaku beraksi mengambil alih kendali pesawat.

Menurut otoritas udara Ethiopia, pelaku meminta pilot agar pesawat terbang ke Australia. Pembajak sempat meminta pilot agar mendarat terlebih dahulu di Bandara Internasional Hahaya di Komoro.

Namun nahas, bahan bakar sudah habis sebelum pesawat mendarat. Walhasil, kapal terbang nahas itu jatuh ke laut. Pesawat menghujam samudra dan celaka.

Saksi mata menuturkan pesawat sebenarnya dalam posisi pesawat tur pulau Grand Comore itu hendak mendarat, tetapi gagal karena bahan bakar habis.

" Pasang laut sedang terjadi. Dan pesawat hancur akibat derasnya gelombang air," ujar seorang saksi mata, Bruce Thompson, manajer hotel di pesisir lokasi kejadian.

Di antara para penumpang, sebagian korban tewas merupakan 20 dokter asal Prancis dan fotografer terkemuka asal Kenya, Mohamed Amin. Sementara korban selamat, termasuk pilot dan ko-pilot, langsung dilarikan ke rumah sakit.

Aparat awalnya menangkap 2 orang selamat yang diduga sebagai pembajak. Namun keduanya kemudian dibebaskan karena tak ada bukti kuat. Beberapa pekan kemudian, polisi menangkap 3 orang yang diyakini sebagai pembajak.

Motif pembajakan lantaran ketiga tersangka yang terdiri dari 2 pengangguran dan seorang suster tersebut ingin pergi ke Australia untuk mencari suaka politik.

Sejarah lain mencatat pada 23 November 1985, pembajakan pesawat juga terjadi, yakni pada pesawat Egypt Air nomor penerbangan 648. Saat mendarat di Malta, pasukan komando Mesir menyerbu ke dalam pesawat dan menewaskan 60 orang.

Sebagai informasi, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dipastikan jatuh pada 9 Januari 2021 Dugaan sementara lokasi jatuh pesawat ada di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang. Sementara itu jumlah manifest pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebanyak 62 orang . Jumlah itu terdiri dari 50 penumpang dan 6 kru aktif dan 6 ekstra kru.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Video yang diklaim sebagai detik-detik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu adalah hoaks.

Faktanya video tersebut peristiwa pendaratan darurat pesawat Ethiopian Airlines pada 1996 di perairan pulau Grand Comore.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar