1.485 Hektar, Inilah Kompleks Pemakaman Terbesar di Dunia

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 28 Agustus 2015 12:16
1.485 Hektar, Inilah Kompleks Pemakaman Terbesar di Dunia
Kompleks pemakaman Wadi Al-Salaam disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia. Pemakaman ini meliputi area seluas 1.485,5 hektar dan berisi jutaan jasad manusia.

Dream - Wadi Al-Salaam, kompleks pemakaman ini disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia. Wadi Al-Salaam yang berarti 'Lembah Kedamaian' merupakan lahan berisi jejeran kuburan Islam yang terletak di kota Najaf, Irak.

Kompleks pemakaman ini meliputi area seluas 1.485,5 hektar dan berisi jutaan jasad manusia. Najaf sendiri adalah salah satu kota terbesar di Irak dengan populasi sekitar 600.000 orang. Kota yang dijuluki 'kota orang mati' ini membentang hingga 10 km di sepanjang lembah.

Tak hanya menjadi yang terbesar, Wadi Al-Salaam juga merupakan satu-satunya pemakaman 'tua' di dunia yang masih terus digunakan hingga kini meski sudah ada sejak 1.400 tahun lalu.

Sebagian besar masyarakat Irak meyakini banyak jasad raja, pangeran dan sultan bersemayam di Wadi Al-Salaam. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Nabi Hud, Nabi Saleh, hingga menantu Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib juga dimakamkan di tempat ini.

Di Wadi Al-Salaam, makam-makam dibangun menggunakan batu bata dan plester dengan tinggi berbeda-beda. Di antara kerumuman batu nisan, terdapat makam-makam sebesar rumah yang merupakan makam dari kalangan orang-orang kaya atau orang-orang berpengaruh di Irak. Makam mereka dibedakan dengan adanya kubah di bagian atas.

Adapula makam-makam bawah tanah yang dilengkapi tangga. Sementara makam-makam yang dibuat dari tahun 1930 hingga 1940-an memiliki ciri khas tersendiri, yakni menjulang sampai 10 meter dengan puncak membulat sehingga tampak lebih mencolok di antara makam-makam lainnya.

Selama perang Irak pada tahun 2003, kompleks pemakaman ini sering digunakan sebagai tempat bersembunyi dan menyergap musuh oleh para pejuang militan Irak.

Sementara pasukan Amerika kerap merasa kesulitan saat memasuki area tersebut karena pemakaman ini penuh jalur berliku dan makam-makam bawah tanah.

Efek dari perang tersebut, beberapa bagian dari makam ini hancur rata dengan tanah akibat gempuran tank-tank pasukan bersenjata. Sampai hari ini, tumpukan puing-puing makam bekas lindasan tank masih bisa disaksikan di Wadi Al-Salaam.

Seiring meningkatnya angka kematian akibat kekerasan yang melanda Irak selama bertahun-tahun, makam ini pun semakin meluas sebesar 40 persen hingga menjadi 3 mil persegi.

Jumlah kuburan terus bertambah setiap tahunnya, sejak tahun 2004. Pertama, sejak peristiwa perang melawan pasukan Amerika. Kemudian perang Sunni-Syiah antara tahun 2006 - 2007, dan terakhir pertempuran antara pemborantak dengan tentara Irak pada tahun 2008.

(Ism, Sumber: Amusing Planet)

Beri Komentar