Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Para ilmuwan dan peneliti di dunia selalu berusaha mencari jawaban dari pertanyaan kapan alam semesta akan berakhir.
Nah, kali ini giliran penulis, host TV sekaligus ahli biologi asal Amerika Serikat, Joe Hanson. Dia mencoba berbagi ide mengenai prediksi wujud alam semesta di masa depan.
Melansir Daily Mail, Jumat 16 Mei 2014, Hanson berpendapat pada 100 ribu tahun dari saat ini, posisi Bumi dalam Galaksi Bima Sakti akan berubah --berdasarkan perubahan posisi rasi bintang yang tampak di langit pada malam hari.
Kata dia, pada 500 ribu tahun mendatang, Bumi bakal terkena serangan asteroid berukuran besar. Itu secara signifikan mengubah iklim planet.
Dampak dari perubahan iklim itu --pada 600 ribu tahun dari sekarang-- aktivitas fotosintesis tidak akan terjadi lagi. Sebab, banyaknya karbondioksida yang terjebak dalam kerak Bumi.
Bukan mustahil, lanjut Hanson, satu miliar tahun dari saat ini, semua kehidupan multisel, termasuk manusia, bakal musnah. Panas matahari menghancurkan lautan dan tanaman hijau di Bumi.
Menurut dia pada 4 miliar tahun dari sekarang, Galaksi Bima Sakti bakal bertabrakan dengan Galaksi Andromeda. Proses alam semesta terus berlanjut, meski sebagian besar galaksi adalah ruang kosong.
Kemudian pada 7,9 miliar tahun dari saat ini, matahari kehabisan gas, planet-planet di antaranya Merkurius dan Venus kemudian mengempis menjadi putih kerdil pada 1,6 miliar tahun kemudian.
Sekitar 150 miliar tahun dari sekarang, terjadi perubahan skala alam semesta. Kemudian membuat bintang berhenti membentuk diri pada triliunan tahun lagi.
Pada masa triliunan tahun, tepatnya pada 110 triliun tahun lagi, semua bintang bakal kehabisan energi dan tak menyala. Kata Hanson, pada titik ini langit akan menjadi gelap.
Selanjutnya, pada seribu triliun tahun dari sekarang, alam semesta akan kosong dan itu menjadi salah satu teori akhir dari alam semesta, selain teori Big Bang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya