Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Dream - Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali merekam ledakan pada permukaan matahari. Ledakan yang menimbulkan lidah api besar itu diprediksi akan mengganggu sistem komunikasi.
Dikutip Dream dari laman Huffington Post, Kamis 23 Oktober 2014, ledakan yang direkam Solar Dynamics Observatory itu dikategorikan sebagai kelas X. Semburan kelas X merupakan yang paling kuat.
Puncak ledakan terjadi pukul 1.01 dinihari Eastern Daylight Time (EDT) pada Minggu 19 Oktober. Letusan berikutnya, yang juga digolongkan dalam kelas X, terjadi pukul 10.28 pagi EDT pada Rabu 22 Oktober.
Menurut prakirawan Space Weather Prediction Center, Christopher Balch, letusan ke dua bisa mengacaukan sejumlah radar dan sistem pesawat. Radi-radio amatir juga bisa terganggu karena peristiwa ini.
Semburan lidah matahari ini tidak berbahaya bagi manusia di bumi. Tetapi dapat menyebabkan gangguan di atmosfer, di mana terdapat sinyal GPS dan komunikasi.
Lidah api adalah semburan radiasi yang dipancarkan oleh matahari. Ledakan-ledakan itu dikategorikan menjadi B, C, M, dan X sesuai dengan intensitasnya. Dan flare kelas X adalah jenis yang paling kuat. (Ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha