Kisah Pemuda Perancis Temukan Islam Lewat Sepakbola

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 8 Juni 2014 06:00
 Kisah Pemuda Perancis Temukan Islam Lewat Sepakbola
Perkenalan Mathew dengan Islam diawali saat bergabung bersama teman-temannya yang kebanyakan adalah imigran dari Maroko, Turki, Aljazair dan Tunisia.

Dream - Mathew , seorang Perancis, menemukan Islam setelah ikut bermain sepakbola bersama kelompok dakwah muslim Fi Sabil Allah.

Mathew lahir di wilayah Timur Laut negeri Perancis. Kawasan ini dekat dengan perbatasan Belgia. Mathew dibesarkan dalam keluarga yang tidak terlalu taat dalam agama.

Perkenalan Mathew dengan Islam diawali saat bergabung bersama teman-temannya yang kebanyakan adalah imigran dari Maroko, Turki, Aljazair dan Tunisia. Bersama mereka, Mathew sering bermain olahraga, terutama sepakbola.

Kebetulan saat itu kelompok dakwah muslim fi sabil Allah sedang berkunjung ke lapangan di mana Mathew sedang bermain bersam teman-teman imigrannya. Usai bermain, mereka berdiskusi masalah agama. Mathew biasanya akan menjauh dan duduk sendiri di pinggir lapangan.

Namun salah satu dari anggota fi sabil Allah memanggilnya untuk bergabung. Mereka kemudian bersama-sama pergi ke sebuah masjid di dekat tempat mereka bermain. Mereka kembali berdiskusi tentang Islam, kali ini bersama Mathew.

Mathew ternyata tertarik dengan diskusi tersebut dan ia pun mulai banyak bertanya tentang Islam setelahnya. Mathew mulai sering datang ke masjid.

Mathew mulai melihat banyak hal tentang Islam. Dia sangat takjub dengan Muslim yang berpuasa selama satu bulan di bulan Ramadan. Dia heran bagaimana bisa mereka menahan lapar dan haus hampir sepanjang hari dan mereka tetap bisa bekerja seperti biasanya.

Saat itu Mathew masih sangat muda dan dia terkejut mendapati kedua orangtuanya tak mempermasalahkan keislamannya. Mathew mengatakan alasan orangtua mendukung keputusannya itu karena mereka mencintainya.

Selain itu, orangtua Mathew tak ingin anaknya salah pergaulan. Mereka senang karena Mathew lebih sibuk berada di masjid daripada di jalanan mengganggu orang, mencuri dan berbuat onar.

Meski mereka bukan muslim, tapi mereka berkata bahwa Mathew sangat beruntung menemukan Islam. Mathew ingin orang-orang mengetahui Islam melalui usaha mereka sendiri. Mereka bisa membaca buku dan mencari informasi di internet.

Bagi Mathew, Islam seperti sebuah obat. Islam menawarkan kasih sayang dan saling menghormati kepada sesama. Saat ini, Mathew tengah menempuh studi master bisnis administrasi di Victoria University of Wellington, Selandia Baru.

(Sumber: Onislam.net)

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis