15 Tips Agar Hubungan Suami-Istri Tetap Romantis Sesuai Ajaran Rasulullah

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Jumat, 2 Oktober 2020 06:02
15 Tips Agar Hubungan Suami-Istri Tetap Romantis Sesuai Ajaran Rasulullah
Menjaga hubungan suami-istri agar tetap romantis banyak sekali caranya. Berikut adalah cara yang diajarkan teladan umat islam, Rasulullah SAW yang tertuang dalam berbagai riwayat hadis.

Dream - Menjaga hubungan pernikahan agar tetap romantis menjadi hal wajib yang harus dilakukan suami maupun istri. Hubungan yang baik akan menciptakan suasana rumah yang nyaman sehingga kedua belah pihak bisa saling mendukung dan mengingatkan dalam kebaikan.

Dalam agama islam sendiri, pernikahan adalah ibadah terpanjang seorang hamba dan kedudukannya amat sakral.

Al-Quran juga menjelaskan bahwa pernikahan bagaikan 'mistaqan ghalizha' yakni perjanjian yang kokoh dan kuat. Allah SWT memberikan banyak pahala bagi umatnya yang berbuat baik pada pasangannya. Hal ini sesuai dengan surat An-Nisa ayat 19 yang artinya:

" Pergaulilah mereka (istrimu) dengan cara sepatutnya. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."

Keromantisan dalam hubungan suami-istri juga dicontohkan oleh tauladan umat manusia, Rasulullah SAW. Dalam berbagai hadis dan riwayat, beliau memberikan contoh keromantisannya pada istri-istrinya.

Melansir dari merdeka, berikut beberapa tips agar hubungan suami-istri tetap romantis sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

1 dari 6 halaman

Tips Agar Hubungan Suami-Istri Tetap Romantis sesuai Ajaran Rasulullah

1. Tidur di Pangkuan Istri

Salah satu ajaran Rasulullah SAW  agar tetap romantis dan harmonis adalah dengan mencontohkan tidur di pangkuan istri. Kegiatan ini akan menambah kemesraan pasangan meski sang istri tengah haid.

Aisyah RA berkata : " Pernah Rasulullah SAW berbaring di pangkuanku, saat aku sedang haid, lalu beliau membaca Al-Qur`an." (HR. Muslim).

 

2. Tidur Satu Selimut 

Tips selanjutnya yang Rasulullah SAW ajarkan adalah hendaknya tidur dalam satu selimut dengan pasangan. Hal ini juga pernah dicontohkan Rasulullah SAW pada sang istri, Aisyah RA. 

Ketika Rasul sedang berada dalam satu selimut dengan Aisyah, tiba-tiba Aisyah bangkit. Rasul kemudian bertanya, " Mengapa engkau bangkit?" .

Aisyah menjawab " Karena aku sedang haidh wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah berkata " Kalau begitu pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali denganku." Aisyah pun masuk lalu berselimut bersama beliau,"  (HR Sa'id bin Manshur).

2 dari 6 halaman

3. Sering Mencium Istri

4 Manfaat Spooning Sex yang Mudah Dilakukan dengan Pasangan© MEN

Cara menjalin keharmonisan ala Rasulullah SAW selanjutnya adalah seringlah mencium istri. Selain mendekatkan hubungan, mencium istri juga bisa meluluhkan hati pasangan.

Dari Hafshah, putri Umar RA sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa. (HR. Ahmad).

 

4. Mandi Bersama Istri

Dalam islam berbagai kegiatan bersama pasangan bernilai sedekah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW juga pernah mandi bersama istrinya untuk menambah keharmonisan. 

Aisyah RA berkata: " Aku mandi bersama Rasulullah dari satu bejana. Kemudian Rasulullah mendahuluiku sampai aku berkata, ‘Tinggalkan untukku. Tinggalkan untukku."  (HR. Muslim)

 

5. Suami Menyuapi Istri

Suami memiliki tanggung jawab untuk memberikan nafkah pada istri dan keluarganya dengan nafkah halal. Allah SWT akan memberikan pahala sedekah bagi para suami yang memberi nafkah, termasuk saat menyuapi istrinya dengan mesra.

Dari Saad bin Abi Waqosh RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : " Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu."  (HR. Bukhari dan Muslim).

3 dari 6 halaman

6. Bercanda dan Bermain Bersama

Dalam hubungan, candaan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keharmonisan dalam islam. Candaan dan gurauan bisa menambah kenyamanan dan kehangatan dalam rumah tangga.

Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah SAW : " Beliau orang yang suka bercanda dengan istrinya." (HR Bukhari).

Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Dan Nabi SAW tertawa melihat tingkah keduanya. (HR Nasa'i).

 

7. Memanggil Istri dengan Mesra

Wanita akan luluh jika dipanggil dengan sapaan mesra oleh pasangannya. Rasulullah SAW juga memberikan contoh dengan memanggil Aisyah dengan sebuah Humaira.

Dalam hadis riwayat Nasai, Ibnu Majah, dan Baihaqi, Rasulullah SAW memberi panggilan Aisyah dengan mesra yakni 'ya Humaira', yang berarti kemerah-merahan. Panggilan tersebut sebagai ungkapan kekaguman Nabi pada kecantikan Aisyah yang merona pipinya.

 

8. Makan Bersama

Tips yang juga diajarkan Rasulullah SAW adalah makan dan minum bersama pasangan. Bahkan beliau pernah makan dari satu piring dan gelas yang sama dengan Aisyah. 

Dari Aisyah RA, berkata: " Saya biasa makan bubur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."  (HR. Bukhari)

Dalam hadis yang lain diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW dan Aisyah minum dengan gelas dan piring yang sama. Bahkan makan daging pada bekas jilatan Aisyah. (HR. Nasai).

 

4 dari 6 halaman

9. Menyisir Rambut

Rasulullah SAW bersikap lemah lembut pada sang istri sebagai bentuk keromantisan. Ia juga mencontohkan saling menyisir rambut pasangan untuk menunjukkan perhatian. 

" Beliau (Rasulullah mendekat kepadanya (Aisyah) dan ia ada di kamarnya, lalu ia menyisir beliau, padahal ia sedang haid" . (HR Muslim).

 

10. Tidak Mencela Masakan Istri

Ajaran selanjutnya yang juga harus diperhatikan adalah tidak mencela masakan istri meski rasanya tidak sesuai. 

" Rasulullah SAW juga tak pernah mencela masakan istri. Kalau beliau suka akan dimakan, kalau tidak suka, beliau biarkan tanpa mencacatnya."  (HR. Bukhari).

 

11.Memberi Istri Hadiah

Jurus Jitu Bahagiakan Istri, Nggak Harus Dikasih Berlian Kok© MEN

 

Untuk menyenangkan pasangannya, Rasulullah SAW sesekali memberikan hadiah untuk menambah keromantisan pada pernikahannya. 

Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, berkata, " Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau. Lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah." (HR. Ahmad).

 

5 dari 6 halaman

12. Memanjakan Istri saat Sakit

Saat sang istri sakit, manjakanlah pasangan dengan bersikap lemah lembut dan melayaninya. Hal ini juga perlu dilakukan sebaliknya kala suami sakit.

Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah melayani dan memanjakan istrinya saat dirinya sedang sakit.

Dari Aisyah RA, " Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit."  (Muttafaqun alaih)

 

13. Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Pekerjaan rumah tangga memang terkadang tak ada habisnya. Akibatnya istri bisa kelelahan hingga kerepotan. Ada baiknya seorang suami turut membantu pekerjaan rumah agar memudahkan sang istri. Hal ini pun dicontohkan Rasulullah SAW. 

Ummul Mukminin Aisyah pernah ditanya : " Apa yang dilakukan Nabi SAW di rumahnya?" Aisyah menjawab: " Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya." (HR Bukhari)

6 dari 6 halaman

14. Mengantarkan Istri

Meski terkesan sederhana, mengantarkan istri ke tempat bekerja atau sekedar bepergian merupakan salah satu ajaran yang mampu meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Rasulullah SAW juga pernah mengantarkan istrinya, Shofiyah ketika dirinya mengunjungi Nabi saat i'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga ikut berdiri untuk mengantarkannya. (HR Bukhari dan Muslim)

Catat! 4 Golongan Suami Istri Harmonis yang Dilaknat Allah© MEN

 

15. Mengajak Istri Melihat Hiburan

Hiburan dan refreshing bersama sangat diperlukan dalam rumah tangga. Selain merilekskan pikiran, hiburan juga bisa mempererat keharmonisan dalam rumah tangga. 

Dari Aisyah RA, dia berkata: " Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi SAW sendiri yang berkata padaku : ‘Apakah engkau ingin melihatnya?' Aku menjawab: Ya.' Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya.

Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata : ‘Teruskan permainan kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!' Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?'Aku jawab: ‘Ya.' Beliau berkata : ‘Kalau begitu, pergilah!."  (HR Bukhari dan Muslim).

Beri Komentar