30 Kata-Kata Bijak Imam Syafii

Reporter : Ulyaeni Maulida
Sabtu, 16 Mei 2020 03:01
30 Kata-Kata Bijak Imam Syafii
“Ilmu tidak akan dapat diraih kecuali dengan ketabahan.”

Dream – Imam Syafii adalah salah satu dari empat imam besar. Beliau adalah pendiri mazhab Syafii.

Memiliki nama asli Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin As-Saib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin Al-Muththalib bin Abdi Manaf. Imam Syafii sedari kecil sudah mengusai banyak ilmu. Seperti ilmu Hadits dan Fiqih hingga sastra.  

Selain terkenal karena kecerdasannya, beliau juga dikenal karena kebijaksanaan yang luar biasa.

Kata-kata Imam Syafii pun banyak dijadikan pedoman dalam kehidupan. Keluasan ilmu Imam Syafii membuat beliau menjadi salah satu tokoh Muslim yang mendunia.

Berikut adalah rangkuman kata- kata bijak Imam Syafii tentang kehidupan juga tentang keilmuan. 

1 dari 2 halaman

Kata-Kata Bijak tentang Kehidupan

Hidup© Pixabay.com

 

1. “ Hatiku merasa lega mengetahui bahwa apa yang telah ditakdirkan untukku tidak akan pernah luput dariku, dan apa yang telah luput dariku berarti memang tidak pernah ditakdirkan untukku.”

2. " Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya."

3. " Barangsiapa mengadu domba untuk kepentinganmu, maka dia akan mengadu domba dirimu. Dan barangsiapa menyampaikan fitnah kepadamu, maka ia akan memfitnahmu."

4. “ Kenyang itu akan membuat badan jadi berat, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mengajak tidur dan melemahkan ibadah.”

5. “ Pilar kepemimpinan itu ada lima; Perkataan yang benar, menyimpan rahasia, menepati janji, senantiasa memberi nasehat dan menunaikan amanah.”

6. “ Siapa yang memberi nasehat saudaranya di tempat yang sunyi, maka ia telah melakukan perbaikan pada dirinya, dan siapa yang memberi nasehat saudaranya di tempat keramaian, sesungguhnya ia membuka aib dan menghianatinya.”

7. “ Berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju kedepan.”

8. “ Karakter umum manusia adalah pelit, termasuk hal yang menjadi kebiasaannya adalah apabila ada orang yang mendekatinya, maka ia akan menjauhinya, dan apabila ada orang yang menjauh darinya, iapun akan mendekati orang itu.”

9. " Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya."

10. “ Banyak orang yang telah meninggal, tapi kebaikannya membuat mereka tetap hidup kekal. Dan banyak orang yang masih hidup, tapi keburukannya membuat mereka bagaikan orang mati tak berguna.”

11. “ Berkatalah sesukamu untuk menghina kehormatanku, karena diamku dari orang hina merupakan sebuah jawaban. Bukan berarti aku tidak mempunyai jawaban, akan tetapi tidak pantas bagi Singa untuk meladeni anjing.”

12. “ Ada tiga hal yang paling berharga: 1) Bersedekah di kala miskin, 2) Menjauhi maksiat di saat sendiri, dan 3) Menyampaikan kebenaran di hadapan orang yang ditakuti atau berkuasa.”

13. “ Dunia ini hanya sesaat, maka isilah setiap momen hidup itu dengan ketaatan.”

14. “ Jika seseorang itu bijak, perhatiannya atas dosanya sendiri akan mengalihkan perhatiannya dari menilai kesalahan orang lain. “

15. “ Dunia adalah tempat yang licin nan menggelincirkan, rumah yang hina, bangunan-bangunannya akan runtuh, penghuninya akan beralih ke kuburan, perpisahan dengannya adalah sesuatu keniscayaan, kekayaan di dunia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kemiskinan, bermegah-megahan adalah suatu kerugian, maka memohonlah perlindungan Allah, terimalah dengan hati yang lapang segala karunia-Nya.”

2 dari 2 halaman

Kata-Kata Bijak tentang Ilmu

ilmu© Pexels.com

 

16. “ Belajarlah sebelum kamu menjadi pemimpin, sebab ketika kamu telah memimpin, tidak ada lagi waktu untuk belajar.”

17. “ Orang bodoh yang berakal nilainya sama dengan orang cerdas yang pelupa.”

18. “ Satu hal yang dapat menyia-nyiakan orang yang berilmu dan yang dapat menghilangkan posisinya sebagai seorang ‘alim adalah ketika ia tidak mempunyai kawan.”

19. “ Jangan sekali-kali kamu tinggal di suatu negara atau tempat yang yang disana tidak ada orang yang ahli dibidang fiqih sebagai tempat kamu untuk menanyakan masalah agama, dan juga tidak ada dokter yang dapat menjelaskan kondisi kesehatanmu.”

20. “ Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan. Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan.”

21. " Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk.”

22. " Betapa aku senang, jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang. Maka dengannya aku mendapat pahala, meskipun mereka tidak memujiku."

23. " Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena sulitnya ia belajar, dan ia tidak menyukai pelajaran."

24. " Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu. Dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, juga harus dengan ilmu."

25. " Orang yang mengkaji ilmu faraid dan sampai pada puncaknya, maka akan tampil sebagai sosok orang yang ahli berhitung. Adapun ilmu hadits, itu akan tampak nilai keberkahan dan kebaikannya pada saat tutup usia. Adapun ilmu fiqih, itu merupakan ilmu yang berlaku untuk semua kalangan baik muda maupun yang tua, karena fiqih merupakan dasar dari segala ilmu."

26. “ Jika tidak karena tinta-tinta itu, niscaya aku akan berbicara kepada orang- orang diatas mimbar-mimbar.”

27. “ Cukuplah ilmu itu menjadi keutamaan bagi seseorang, ia bangga manakala disebut sebagai seorang yang berilmu. Ia juga disebut bodoh manakala meninggalkan bagian dari pengetahuanya, dan jika kata bodoh itu ditujukan kepadanya, tentu ia akan marah.”

28. “ Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukannya yang bertengger di kepala.”

29. “ Ilmu itu adalah sesuatu yang bernilai positif, bukan yang menempel di kepala.”

30. “ Ilmu terbagi dua : ilmu kesehatan dan ilmu agama. Yang dimaksud dengan ilmu agama disini adalah ilmu fiqih, sementara ilmu kesehatan adalah ilmu kedokteran.”

 

(Diambil dari berbagai sumber)

 

Beri Komentar