33 Kata-Kata Terkenal Multatuli, Orang Belanda yang Cinta Indonesia

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 15 Mei 2020 13:33
33 Kata-Kata Terkenal Multatuli, Orang Belanda yang Cinta Indonesia
Multatuli terkenal dengan karya besarnya Max Havelaar, novel satiris yang berisi kritik atas perlakuan buruk para penjajah terhadap rakyat pribumi di Hindia Belanda.

Dream – Nama aslinya adalah Eduard Dowwes Dekker, lahir di Amsterdam, Belanda 1820. Ia adalah seorang penulis dari Belanda yang datang ke Indonesia dan simpati kepada masyarakat Indonesia pada masa penjajahan.

Multatuli adalah nama penanya, terkenal dengan karya besarnya Max Havelaar, novel satiris yang berisi kritik atas perlakuan buruk para penjajah terhadap rakyat pribumi di Hindia Belanda.

Multatuli terus menulis dan menerbitkan buku berjudul Ideen hingga berjilid-jilid. Ia mengerjakan karya itu 6 tahun lamanya. Ia juga melahirkan novel yang lainnya yaitu Woutertje Pieterse dan Minnebrieven. Judul novel yang halus, namun sebenarnya isinya satir keras.

Multatuli atau nama Indonesia-nya Danudirja Setiabudi, merupakan seorang penulis yang piawai. Banyak kata-kata yang ia hasilkan dari karya-karyanya tersebut. Berikut ini Dream berhasil merangkum dari berbagai sumber 30 kata bijak Multatuli, orang Belanda yang cinta Indonesia.

 

1 dari 3 halaman

Kata Bijak Multatuli yang Terkenal

Ilustrasi© wikipedia

Douwes Dekker atau yang dikenal dengan nama pena Mutatuli, telah berhasil mengilhami perkembangan karya sastra di Indonesia. Ia juga berpartisipasi dalam membakar semangat rakyat Indonesia. Multatuli memiliki semangat kebangsaan yang tinggi. Bahkan ia juga melakukan pemberontakan terhadap kolonialisme Belanda di Indonesia.

Kata-katanya yang bijak berhasil membuat rakyat juga mengenalnya sebagai orang yang cinta Indonesia. Berikut kata bijak Multatuli yang paling terkenal:

“ Walaupun sendirian, jika perlu, aku akan menegakkan keadilan, dengan atau tanpa bantuan orang lain.”

“ Karena doa yang lebih suci, ucapan terima kasih yang lebih menggelora daripada kegembiraan bisu jiwanya, tidak bisa diungkapkan dalam bahasa manusia.”

“ Dia tidak bisa melihat penderitaan tanpa mengalami penderitaan itu sendiri.”

“ Kurasa penting untuk mengharapkan agar mereka tidak berlagak congkak pada awal jabatan dan yang terutama tidak lamban serta apatis pada tahun-tahun terakhir pemerintahan mereka.”

“ Bukankah ketidakpuasan yang sudah lama ditekan itu ditekan agar bisa disangkal akhirnya akan berubah menjadi kemarahan, keputuasaan, dan kegilaan? Tidak bisakah kau melihat pemberontakan di ujung semuanya ini?”

“ Betapa mudahnya seseorang mempercayai orang lain yang tahu cara menampilkan diri seakan lebih berpengetahuan, padahal pengetahuan itu dari sumber asing.”

“ Para penerbit lebih menilai karya berdasarkan reputasi penulisnya daripada nilai isinya.”

“ Tuhan mengatur segala segala sesuatu yang secara ortodoks akan menuntun kepada kekayaan. Ketidakakuratan tidak pernah memperbanyak uang.”

“ Karena kita bergembira bukan karena memotong padi; kita bergembira karena memotong padi yang kita tanam sendiri. Dan jiwa manusia tidak bergembira karena upah, tapi karena bergembira untuk mendapatkan upah itu.”

“ Yang terburuk dari adegan-adegan di panggung itu adalah orang menjadi begitu terbiasa dengan kebohongan sehingga mereka terbiasa melontarkan kekaguman dan bertepuk tangan.”

2 dari 3 halaman

Kata Bijak Multatuli, Pembelaan Terhadap Rakyat Miskin

Ilustrasi© Istimewa/bukalapak.com)

Multatuli juga merupakan orang Belanda yang memberontak terhadap sistem adat dan kekuasaan feodalisme yang menurutnya menghisap rakyat jelata hingga menderita tak berkesudahan. Inilah kata bijak Multatuli tentang pembelaannya terhadap rakyat miskin.

“ Di tempat kemiskinan atau bencana kelaparan menciutkan jumlah penduduk, ini dikatakan sebagai akibat paceklik, kekeringan, hujan, atau sesuatu yang lain, dan tidak pernah karena salah pemerintahan.”

“ Yang memalukan adalah kejahatan, bukan kemiskinan.”

“ Karena peradaban atau apapun yang menyebut diri sebagai peradaban gemar menganggap semua yang alami sebagai keanehan.”

“ Kebenaran, agar bisa menemukan jalan masuk, harus sebegitu sering meminjam gaun kebohongan.”

“ Pada umumnya menyampaikan berita buruk sangat tidak menyenangkan, dan tampaknya seakan sebagian dari kesan tidak menyenangkan ini melekat pada orang yang bertugas menyampaikannya.”

“ Tidak ada yang lebih mendatangkan kekuasaan kepada penjual, selain pengetahuan bahwa pembeli sangat memerlukan barang dagangannya.”

“ Pengeluaran produk dari suatu keresidenan merepresentasikan kesejahteraan, pemasukan produk merepresentasikan kemiskinan.”

“ Hitam dan putih mudah digambarkan, tapi jauh lebih sulit menghasilkan variasi di antara kedua ekstrem ini, ketika kejujuran harus dihargai, dan kedua sisinya tidak berwarna terlalu gelap atau terlalu terang.”

“ Burung dara tidak akan terbang ke mulut seseorang dalam keadaan sudah terpanggang. Harus ada kerja!”

“ Bukankah ketidakpuasan yang sudah lama ditekan itu ditekan agar bisa disangkal akhirnya akan berubah menjadi kemarahan, keputuasaan, dan kegilaan? Tidak bisakah kau melihat pemberontakan di ujung semuanya ini?”

3 dari 3 halaman

Kata Bijak Multatuli Penuh Makna

Ilustrasi© museummultatuli.id

Banyak kata bijak Multatuli yang bisa kamu dapatkan dalam novel Max Havelaar yang telah dibuat film itu. Jika kamu tidak sempat membaca novelnya, berikut ini kutipan-kutipan kata bijak Multatuli yang penuh makna.

“ Dimanakah letak kebajikan sejati seandainya kebajikan selalu memperoleh imbalannya? Mengapa kebohongan yang memalukan selalu diciptakan?”

“ Kebenaran, agar bisa menemukan jalan masuk, harus sebegitu sering meminjam gaun kebohongan.”

“ Dia tidak bisa melihat penderitaan tanpa mengalami penderitaan itu sendiri.”

“ Di tempat yang penduduknya dikatakan tenang dan puas, kunyatakan bahwa kemarahan mereka sering kali nyaris meledak.”

“ Tidak ada yang lebih mendatangkan kekuasaan kepada penjual, selain pengetahuan bahwa pembeli sangat memerlukan barang dagangannya.

“ Untuk menilai dengan benar, seseorang harus melihat masalahnya dengan seksama.”

“ Seorang penulis sama angkuhnya seperti manusia.”

“ Betapa mudahnya seseorang mempercayai orang lain yang tahu cara menampilkan diri seakan lebih berpengetahuan, padahal pengetahuan itu dari sumber asing.”

“ Ya! Banyak orang dirusak oleh panggung drama, jauh lebih banyak dari yang dirusak oleh novel; karena kita melihat, kita percaya.”

“ Lelaki kaya tidak akan menikahi putri seorang yang bangkrut. Kau mungkin menganggap adegan semacam ini hanya berlangsung di atas panggung, sebagai suatu perkecualian, tapi penonton akan keliru dengan menganggap perkecualian itu sebagai kelaziman.”

“ Anak perempuan bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari pada " menghitung jumlah jahitan secara mekanis" .”

 “ Pemeluk agama baru biasanya fanatik.”

“ Jiwa manusia tidak berkembang karena upah tetapi berkembang karena pekerjaan yang menghasilkan upah.”

Itulah sederetan kata bijak Multatuli, semoga kata bijak di atas memberimu cara pandang baru terhadap dunia bahwa kaum yang lemah memang sudah layak untuk dibela. Penindasan kaum elit selalu saja menjadi euforia, dan rakyat kecil yang sering menjadi korban permainan.

 

Beri Komentar