40 Kata-Kata Romantis Seno Gumira Ajidarma: Sastra Penuh Imajinatif dan Puitis

Reporter : Arini Saadah
Sabtu, 16 Mei 2020 06:02
40 Kata-Kata Romantis Seno Gumira Ajidarma: Sastra Penuh Imajinatif dan Puitis
Kumpulan cerpennya memuat banyak kata-kata romantis yang indah dan menyentuh hati.

Dream – Seno Gumra Ajidarma merupakan seorang penulis generasi baru sastra Indonesia. Ia menulis sastra yang berisi kritik sosial yang terjadi di masyarakat.

Ia telah melahirkan banyak karya. Seperti Kitab Omong Kosong, Sepotong Senja untuk Pacarku, Negeri Senja, dan lain sebagainya. Ia juga memiliki buku trilogy Saksi Mata yang menceritakan situasi di Timor Timur.

Hingga saat ini, ia telah melahirkan puluhan cerpen yang telah dimuat di berbagai media massa. Kumpulan cerpennya tersebut memuat banyak kata-kata romantis yang indah dan menyentuh hati.

Berikut kata-kata romantis Seno Gumira Ajidarma dari berbagai sumber. Yuk intip sama-sama di bawah ini:

1 dari 4 halaman

Kata-kata Romantis Seno Gumira Ajidarma Menyentuh Hati

Berikut ini kata-kata romantis Seno Gumira Ajidarma yang menyentuh hati.

“ Di tengah angin senja yang mendesak, aku merasakan kekuasaan waktu, yang tanpa pandang bulu mengubah segala-galanya.”

“ Sudah terlalu banyak kata didunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak merubah apa-apa. Lagipula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa pernah mendengar kata-kata orang lain.”

“ Hidup ini memang penuh dengan rahasia.”

“ Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama aku mencintainya.”

“ Aku sendiri saja di dalam kamar, tidak ingin menjadi bagian waktu.”

“ Kamu sering bertanya: Apakah kegembiraan hidup? Sebuah pesta? Sebotol bir? Sepotong musik jazz? Semangkok bakso? Sebait puisi? Sebatang rokok? Seorang istri? Ah ya, apakah kebahagiaan hidup? Selembar ijazah? Sebuah rumah? Sebuah mobil? Walkman? Ganja? Orgasme? Pacar? Kamu selalu bertanya bagaimana caranya menikmati hidup.”

“ Seberapa indah mimpi, jika tetap mimpi?”

“ Kadang-kadang kita bertemu begitu saja dengan seseorang yang tidak pernah kita kenal, menjadi begitu lengket seperti ketan, lantas mendadak berpisah begitu saja tanpa penjelasan apa-apa.”

“ Bagai pasir di tanah itu, aku tak harus jadi penting.”

“ Cinta, apa boleh buat, ternyata selalu klasik.”

2 dari 4 halaman

Kata-kata Romantis Seno Gumira Ajidarma Romantis

Inilah kata-kata romantis Seno Gumira Ajidarma yang romantis.

“ Aku ingin yakin bahwa kamu memang cinta padaku. Aku harus yakin kamu memang cinta, kamu memang sayang, kamu memang selalu memikirkan aku. Apakah kamu selalu memikirkan aku? Katakan padaku kamu cinta, cinta, cinta.”

“ Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

“ Kenapa, sih, kamu selalu begitu? Selalu begitu bagaimana? Selalu membutuhkan pernyataan.”

“ Sudahlah. Tidak ada gunanya. Aku akan segera berangkat, dan tidak akan pernah kembali lagi. Tidak usah sedih. Tidak ada yang patut disesali. Selamat tinggal.”

“ Betapa tidak akan menguji ketabahan, jika sesuatu yang sudah seolah-olah seperti cinta masih juga tidak memberi jaminan kebahagiaan?”

“ Janganlah kau tinggalkan aku, kekasihku. Jangan sekali-sekali kau berpikir untuk meninggalkan aku.”

“ Aku cinta padamu. Jangan tinggalkan aku. Aku tidak mau berpisah denganmu.”

“ Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama.”

“ Angin yang telah mengembara ke segenap penjuru bumi, masih berhembus dan berbisik, seperti mengingatkan, Di dunia ini, tidak ada sesuatu pun yang tetap tinggal abadi.”

“ Masalahnya bukan aku bisa percaya atau tidak. tapi kamu itu bisa dipercaya atau tidak.”

3 dari 4 halaman

Kata-kata Romantis Seno Gumira Ajidarma Puitis

Berikut ini kata-kata romantis Seno Gumira Ajidarma yang sangat puitis.

“ Debu cinta bertebaran seperti virus, kurang sehat sedikit, kita pun jadi korban.”

“ Kita semua memang telah menjadi bodoh, dengan menjadi terlalu cinta kepada cerita-cerita yang bagus, sehingga memaksakannya untuk menjadi kenyataan itu sendiri.”

“ Apa boleh buat, jalan seorang penulis adalah jalan kreativitas, di mana segenap penghayatannya terhadap setiap inci gerak kehidupan, dari setiap detik dalam hidupnya, ditumpahkan dengan jujur dan total, seperti setiap orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiri, satu-satunya hal yang membuat kita ada.”

“ Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.”

“ Pertanyaan-pertanyaan klasik. Pertanyaan-pertanyaan klise. Pertanyaan-pertanyaan yang menjengkelkan.”

“ Cinta menghabiskan tenaga dan pikiran untuk perkara-perkara sepele, tetek bengek, dan tidak begitu berguna untuk orang lain, tapi apakah bisa menghindarinya?”

“ Namun orang yang bijak akan menerima segala bentuk perbedaan pandangan sebagai kekayaan, karena keseragaman pikiran memang sungguh-sungguh akan memiskinkan kemanusiaan.”

“ Hidup mempertemukan kita dengan seseorang, lantas memisahkannya lagi.”

“ Api cinta membakar hatiku, seperti kebakaran yang yang dikobarkan Hanoman sewaktu membumihanguskan Alengka. Brengsek! Kenapa manusia harus mempunyai perasaan seperti itu?”

“ Apalah yang bisa pasti dari perasaan manusia?”

4 dari 4 halaman

Kata-kata Romantis Seno Gumira Ajidarma Indah Tentang Cinta

Inilah katak-kata romantis Seno Gumira Ajidarma yang sangat indah tentang cinta.

“ Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.”

“ Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia.”

“ Kurelakan cinta yang tidak abadi seperti mimpi. Biarlah segalanya berlalu dan selalu berlalu seperti peristiwa apa pun yang akan selalu berlalu.”

“ Janganlah kau tinggalkan aku, kekasihku. Jangan sekali-sekali kau berpikir untuk meninggalkan aku.”

“ Betapa kunang-kunang itu memberikan cahaya di tengah kegelapan. Ia menjadi lupa dengan kesia-siaan hidupnya.”

“ Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata, tanpa pernah mendengar kata-kata orang lain.”

“ Kutatap senja itu, masih selalu begitu, seperti menjanjikan suatu perpisahan yang sendu.”

“ Kalau kita bisa mencintai yang kita miliki saja, dan tidak selalu mengharapkan yang tidak ada, barangkali hidup juga akan menjadi lebih mudah.”

“ Apakah dunia ini tidak bisa hadir biasa-biasa saja, tanpa cerita-cerita tak masuk akal yang sulit dipercaya?”

“ Sebuah surat adalah pesan, kandungan rohani manusia yang mengembara sebelum sampai tujuannya. Sebuah surat adalah sebuah dunia, di mana manusia dan manusia bersua.”

Beri Komentar