5 Hukum Pernikahan dalam Islam yang Wajib Diketahui

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Kamis, 25 November 2021 14:30
5 Hukum Pernikahan dalam Islam yang Wajib Diketahui
Hukum pernikahan bisa menjadi wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

Dream – Pernikahan sangat ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Apalagi bagi sahabat Dream yang selama ini sudah siap dan ingin segera merasakan momen tersebut. Tentunya kebahagiaan yang sangat luar biasa bisa kamu rasakan.

Kebahagiaan pun tak hanya dirasakan oleh pasangan yang menikah saja, tetapi juga keluarga besar serta para tamu undangan yang turut hadir dalam acara tersebut. Namun perlu diketahui juga, mengingat pernikahan adalah janji suci yang diharapkan hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup, maka pernikahan harus dipikirkan dan dipersiapkan secara matang.

Bahkan dalam Islam, pernikahan adalah suatu ibadah yang bisa menyempurnakan agama. Di mana seorang laki-laki dan perempuan yang telah bersatu dalam suatu akad nikah, kemudian membangun sebuah rumah tangga, dan mempunyai keturunan. Sehingga hal ini menghindarkannya dari perbuatan zina yang dilarang oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, penting bagi sahabat Dream untuk mengetahui hukum pernikahan dalam islam. Hukum-hukum tersebut terbagi menjadi lima, yakni wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram.

Nah, bagi sahabat Dream yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang penjelasan dari masing-masing hukum pernikahan dalam islam, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Dasar Hukum Pernikahan

Dasar Hukum Pernikahan© Pixabay.com

Sebelum membahas tentang hukum pernikahan dalam Islam, sebaiknya diketahui terlebih dahulu tentang dasar hukum dari pernikahan sendiri. Dasar hukum pernikahan dalam Islam sudah dijelaskan dalam beberapa ayat di Alquran dan juga hadis. Berikut adalah beberapa dasar hukum pernikahan yang perlu sahabat Dream ketahui.

Alquran

Berikut adalah ayat-ayat Alquran yang menjadi dasar hukum pernikahan dalam Islam:

1. QS. Ar-Rum ayat 21

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya: Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum:21)

2. QS. An-Nahl ayat 72

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ

 Artinya: Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka, mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah.” (QS. An-Nahl:72)

Hadis

Kemudian dalam hadis terdapat beberapa hadis yang menjadi dasar hukum pernikahan dalam Islam. Berikut adalah beberapa hadis tersebut:

“ Jika seseorang menikah, makai a telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah pada separuh lainnya.” (HR. Baihaqi)

Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka, dapatkanlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunahku, ia tidak termasuk umatku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

© Dream
2 dari 3 halaman

Hukum Pernikahan dalam Islam

Hukum Pernikahan dalam Islam© Pixabay.com

Hukum pernikahan dalam islam terbagi menjadi lima yang terdiri dari wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Berikut adalah penjelasannya untuk sahabat Dream.

Wajib

Hukum pernikahan dalam Islam yang pertama adalah wajib. Nah, pernikahan hukumnya menjadi wajib jika orang yang akan membina rumah tangga tersebut sudah siap dari segi fisik, mental, dan juga finansial.

Selain itu, orang tersebut juga merasa kesulitan untuk menghindari dari perbuatan zina. Agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan, maka hukum pernikahan pun menjadi wajib.

Sunah

Hukum pernikahan dalam Islam yang kedua adalah sunah. Di mana seseorang yang ingin menikah tetapi tidak dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang maksiat ketika tidak menikah.

Nah, jika seperti ini maka orang tersebut boleh melangsungkan pernikahan maupun tidak. Meski begitu, Islam tetaplah menganjurkan untuk menikah jika memang sudah benar-benar siap untuk bisa menyempurnakan agamanya.

Mubah

Hukum pernikahan dalam islam yang ketiga adalah mubah atau boleh. Dalam hukum ini, bagi seseorang yang sudah merasa mampu dan terhindar dari fitnah, namun tidak mempunyai syahwat seperti halnya orang yang menderita impoten atau pun lanjut usia, atau tidak bisa memberikan nafkah.

Sedangkan dari pihak perempuan tersebut haruslah rasyidah (berakal). Selain itu, hukum pernikahan dalam islam menjadi mubah bagi seseorang yang mampu untuk menikah dengan tujuan untuk memenuhi hajatnya. Namun tanpa adanya niat untuk memiliki keturunan atau untuk melindungi diri dari perbuatan maksiat.

3 dari 3 halaman

Hukum Pernikahan dalam Islam

Makruh

Hukum pernikahan dalam Islam yang keempat adalah makruh. Hal ini jika orang tersebut tidak ingin menikah karena menderita suatu penyakit atau karena wataknya. Orang itu juga tidak mampu untuk memberikan nafkah bagi istri dan keluarganya, kemudian dipaksakan untuk melangsungkan pernikahan.

Nantinya dikhawatirkan jika sampai orang itu tidak bisa memenuhi hak serta kewajiban dalam sebuah rumah tangga dan justru hanya menyakiti perempuan yang akan menjadi istrinya tersebut.

Haram

Hukum pernikahan dalam islam yang kelima adalah haram. Pernikahan bisa menjadi haram jika orang tersebut tidak memiliki tanggung jawab untuk membina sebuah rumah tangga. Hal ini pun nantinya bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi istrinya.

Tak hanya itu saja, hukum pernikahan dalam Islam bisa menjadi haram jika tujuannya menikah untuk menyakiti, menelantarkan, atau pun menganiaya. Pernikahan yang haram misalnya saja pernikahan sejenis, pernikahan yang berbeda agama, pernikahan sedarah, dan kawin kontrak.

© Dream
Beri Komentar