5 Versi Doa Iftitah yang Pernah Dibaca Nabi Muhammad SAW

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 24 November 2021 12:01
5 Versi Doa Iftitah yang Pernah Dibaca Nabi Muhammad SAW
Beberapa doa iftitah ini pun dijelaskan dalam hadis-hadis berikut ini.

Dream – Selain mengerjakan rukun sholat, umat Muslim juga bisa mengerjakan sunah rangkaian geraka maupun bacaan dalam sholat yang salah satunya adalah doa iftitah. Seperti diketahui bahwa ketika hukumnya sunah, Sahabat Dream yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala dan tidak akan mendapatkan dosa jika tak mengerjakannya.

Jika dalam sholat, hukum meninggalkan amalan sunnah seperti tidak membaca doa iftitah tak akan membatalkan sholatnya.

Merujuk pada cara sholat yang dilakukan Rasulullah, membaca doa iftitah termasuk salah satu rangkaian yang dianjurkan untuk ketika mengerjakan sholat. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang bunyinya sebagai berikut:

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ. فقلت: يا رسول الله! بأبي أنت وأمي؛ أرأيت سكوتك بين التكبير والقراءة؛ ما تقول؟ قال: " أقول: ... " فذكره

Artinya: Biasanya Rasulullah saw serelah bertakbir ketika sholat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah… (beliau menyebutkan bacaan doa iftitah)” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Bagi muslim di Indonesia, doa iftitah yang dibaca selama ini ada dua versi, yakni versi dari Nahdlatul Ulama (NU) dan versi Muhammadiyah. Tetapi ternyata tidak hanya dua versi itu saja, sahabat Dream. Ada lagi beberapa versi doa iftitah lainnya yang mungkin saja belum diketahui oleh sahabat Dream.

Berikut adalah beberapa versi bacaan doa iftitah sebagaimana telah dirangkum oleh Dream dari berbagai sumber.

1 dari 4 halaman

Bacaan Doa Iftitah dari Beberapa Versi

Bacaan Doa Iftitah dari Beberapa Versi© Pixabay.com

Bacaan Doa Iftitah Versi Abu Dawud

Berikut adalah doa iftitah versi Abu Dawud beserta artinya yang perlu sahabat Dream ketahui: 

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

Allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilla a'udzu billahi minasy syaithooni min nafkhihi, wa naftshihi, wa hamzih.

Artinya: “ Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.”

Bacaan Doa Iftitah Versi HR. Bukhari dan Muslim

Berikut adalah bacaan doa iftitah versi HR Bukhari dan Muslim:

: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa'adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod.

Artinya: “ Ya Allah jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesialan-kesialan sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.”

2 dari 4 halaman

Bacaan Doa Iftitah dari Beberapa Versi

Bacaan Doa Iftitah dari Beberapa Versi© Freepik.com

Bacaan Doa Iftitah Versi HR. Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi

Berikut adalah bacaan doa iftitah versi HR. Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi:

 سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta'aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk.

Artinya: “ Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.”

Bacaan Doa Iftitah Versi HR. Muslim

Berikut adalah bacaan doa iftitah versi HR. Muslim:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Allahumma robba jibroo-iila wa mii-ka-iila wa isroofiila, faathiros samaawati wal ardhi 'aliimal ghoibi wasy syahaadah anta tahkumu bayna ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shirootim mustaqiim.

Artinya: “ Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki.”

Bacaan Doa Iftitah Versi HR. Ibnu Majah

Berikut adalah bacaan doa iftitah versi HR. Ibnu Majah:

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaaya wa mamaati lillaahi robbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wabidzaalika wa ana awwalul muslimiin

Artinya: “ Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.”

3 dari 4 halaman

Doa Iftitah Versi Muhammadiyah dan NU

Doa Iftitah Versi Muhammadiyah

 

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii khathayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaaya bil maa-I wats tsalji wal barad.

Artinya: “ Wahai Allah Jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin.”

Doa Iftitah Versi NU

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallahi bukratawwa ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin.

Artinya: “ Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah, pujian yang banyak, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan oroang muslimin.”

4 dari 4 halaman

Syarat Sunah Membaca Doa Iftitah

Sebagaimana dikutip melalui nu.or.id, sunahnya membaca doa iftitah memiliki empat syarat. Jika ada salah satu syarat saja yang tidak dipenuhi, maka sunahnya membaca doa iftitah ini pun akan menjadi hilang. Berikut adalah syarat-syarat sunah membaca doa iftitah yang perlu sahabat Dream ketahui:

Sholat yang Dikerjakan Selain Sholat Jenazah

Syarat sunah membaca doa iftitah yang pertama adalah sholat yang dikerjakan adalah selain sholat jenazah. Walaupun sholatnya dilakukan di atas kuburan atau sholat ghoib, di mana jenazah berada di tempat yang jauh dari tempat orang yang mensholatinya.

Waktunya Cukup untuk Mengerjakan Sholat

Syarat sunah membaca doa iftitah yang kedua adalah memiliki waktu yang cukup untuk mengerjakan sholat sekaligus membaca doa iftitah. Ketika sahabat Dream memperhitungkan dan diketahui waktunya ternyata sempit, maka tidak perlu membaca doa iftitah, tetap harus melakukan yang wajibnya saja.

Tidak Khawatir Ketinggalan Membaca Al-Fatihah

Syarat sunah membaca doa iftitah ini berlaku pada makmum dalam sholat berjamaah. Di mana kamu tidak merasa khawatir ketinggalan membaca sebagian surat Al-Fatihah jika sebelumnya kamu membaca doa iftitah terlebih dahulu.

Tidak Ada Imam Lainnya

Syarat sunah membaca doa iftitah lainnya adalah tidak melihat adanya iman lain yang berdiri. Jika sahabat Dream menjadi makmum masbuq dan melihat imam lainnya sedang berdiri atau gerakan sholat lainnya, maka kamu tidak disunahkan untuk membaca doa iftitah. Tetapi bisa langsung menyamakan dengan posisi iman saat itu . (Muhammad bin Umar bin Alin Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Songqopuro Indonesia, al-Haramin, cetakan pertama, halaman 62).

Beri Komentar