50 Kata-Kata Bijak Dewi 'Dee' Lestari tentang Cinta dan Perjuangan

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Sabtu, 16 Mei 2020 11:00
50 Kata-Kata Bijak Dewi 'Dee' Lestari tentang Cinta dan Perjuangan
karya Dewi "Dee" Lestari bahkan sudah difilmkan dan menjadi salah satu referensi film favorit di Indonesia

Dream - Kata-kata bijak Dewi " Dee" Lestari tentunya sudah tak asing bagi para penggemar buku dan filmnya.

Dewi " Dee' Lestari merupakan penulis dan penyanyi terkenal di Indonesia. Karya Dee hampir selalu memberikan respon positif dan membuat banyak produser menawarinya untuk membuatkan film dari buku-bukunya.

Berbagai karyanya mungkin juga sudah Sahabat Dream nikmati, seperti Filosofi Kopi, Perahu Kertas, Rectoverso, dan lain sebagainya. Kata-kata bijak Dewi " Dee" Lestari mampu memberikan inspirasi dan pembelajaran mengenai cinta dan perjuangan hidup.

Berikut adalah kumpulan kata-kata bijak Dewi " Dee" Lestari yang sudah Dream rangkumkan dari berbagai sumber. Selamat membaca.

1 dari 3 halaman

Kata-Kata Bijak Dewi "Dee" Lestari dalam Buku Filosofi Kopi

Berikut kumpulan kata - kata bijak Dewi " Dee" Lestari yang dirangkumkan dari buku Filosofi Kopi:

1. Cinta hanya retorika kalau tidak ada tindakan nyata

2. Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya.

3. Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?

4. Larilah dalam kebebasan kawanan kuda liar. Hanya dengan begitu, kita mampu memperbudak waktu. Melambungkan mutu dalam hidup yang cuma satu.

5. Separuh jiwa yang dia pikir hilang ternyata tidak pernah ke mana-mana, hanya berganti sisi, permainan gelap terangnya matahari dan bulan.

6. Setelah kita mencoba hidup 24 jam x 7 hari dengan seseorang dan tidak merasa bosan, maka orang itu bisa kita nikahi.

7. Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikuti di setiap langkah kaki, merekatkan jemari dan berjalanlah kalian bergandengan, karena cinta adalah mengalami

8. Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi, yang memiliki sisi pahit yang tidak akan mungkin bisa kamu sembunyikan.

9. Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring.

10. Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.

11. Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.

12. Cinta hanya retorika kalau tidak ada tindakan nyata.

13. Hanya secangkir kopi yang menyajikan rasa manis, bukan janji janji dari bibir yang terlihat manis

14. Dalam diammu, aku mendengar banyak suara. Diammu berkata-kata.

15. Kopi pertama pagi ini. Hangat, pekat, tenang. Seperti dua orang kesepian yang saling meramaikan.

16. Jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

17. Alam hati saya tidak mungkin dimengerti siapa-siapa.

18. Siapa bilang cinta tidak bisa logis. Cinta mampu merambah dimensi angka dan rasa sekaligus.

19. Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, kamu mendamba rasa sendiri itu.

20. Satu demi satu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat.

21. Terkadang, benda-benda mati justru mendapatkan apa yang paling kita inginkan, dan tak sanggup kita bersaing dengannya.

22. Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karna dihadapan kopi kita semua sama.

23. Sukses adalah wujud kesempurnaan hidup.

24. Kamu menjadi inspirasi, karena kamu berani meski sendiri, karena kamu berbeda.

25. Bagi saya, hidup terlalu singkat untuk dilewatkan dengan biasa biasa saja.

 

2 dari 3 halaman

Kata-Kata Bijak Dewi "Dee" Lestari dalam Buku Rectoverso

Berikut kumpulan kata - kata bijak Dewi " Dee" Lestari yang dirangkumkan dari Buku Rectoverso:

26. Saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memeluk pantaimu erat.

27. Mengubah rutinitas itu sama saja dengan menawar bumi agar berhenti mengedari matahari.

28. Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia.

29. Mimpi mengurangi kualitas istirahatnya. Dan untuk bersamaku, ia tak perlu mimpi.

30. Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tak sanggup saya miliki.

31. Dan usai tangis ini, aku akan berjanji. Untuk diam, duduk ditempatku. Menanti seseorang yang biasa saja

32. Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu.

33. Dia mencintai tidak cuma dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa-basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Dia cinta kamu tanpa pilihan. Seumur hidupnya.

34. Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku dan ombak berderu.

35. Aku hanya ingin kembali ke tempatku, di belakang sana. Menikmati apa yang kusanggup.

36. Kadang-kadang, pilihan terbaik adalah menerima.

37. Rasa hangat ketika kedua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika kedua pasang mata menatap.

38. Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.

39. Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain hatiku. Andai engkau tahu.

40. Bahasaku yang cuma rasa susah melekat pada kata.

3 dari 3 halaman

Kata-Kata Bijak Dewi "Dee" Lestari dalam Buku Perahu Kertas

Berikut kumpulan kata-kata bijak Dewi " Dee" Lestari yang dirangkumkan dari buku Perahu Kertas:

41. Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.

42. Kita nggak pernah tahu kalau nggak dicoba.

43. Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu.

44. Nasi bisa dibeli, tapi rasa percaya? Seluruh uang di dunia ini tidak cukup membelinya.

45. Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh.

46. Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.

47. Betapa ironisnya realitas saat harus bersanding dengan dunia dongeng.

48. Perjalanan hati itu bukannya tanpa resiko.

49. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.

50. Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada, sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak dipaksa oleh apapun dan oleh siapapun.

Beri Komentar