70 Kali Malaikat Maut Menatap Wajah Kita Setiap Harinya

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 4 Mei 2021 11:01
70 Kali Malaikat Maut Menatap Wajah Kita Setiap Harinya
Ternyata malaikat maut datangi manusia tiap 21 menit, ini yang dilakukan...

Dream - Tahukah Anda bahwa kematian selalu mengintai kita. Tidak ada yang bisa lari ketika malaikat Izrail sang pencabut nyawa datang menjemput.

Ternyata malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia akan dicabut, namun mencapai hingga 70 kali dalam sehari.

Sebuah hadist Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

" Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah setiap manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari" .

 

1 dari 4 halaman

Ketika Izrail datang memperlihatkan wajah manusia didapati ada yang sedang tertawa-tawa. Maka berkatalah Izrail: " Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa" .

Nah, apabila satu hari = 24 jam atau 1.440 menit, dalam sehari kita dikunjungi malaikat maut sebanyak 70 kali, dengan kata lain dalam sehari malaikat maut mengunjungi kita setiap 20,57 menit sekali.

Seorang sahabat pernah bertanya: " Wahai Rasululloh, Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?" Rasulullah menjawab: " Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling: baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas." (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy)

2 dari 4 halaman

Sadarkah kita bahwa kita telah dijenguk, dilihat bahkan diperhatikan muka kita dan segala tingkah laku kita oleh sang pencabut nyawa setiap 21 menit sekali?

Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu mengingat kematian dan semoga ketika malaikat maut menjenguk kita untuk terakhir kalinya, kita berada dalam keadaan khusnul khatimah(baik di penghabisan). Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

“ Barangsiapa yang pada akhir kalimatnya (yaitu pada saat kematiannya) mengucapkan ” Laa illaaha illallah” maka ia dimasukkan ke dalam surga” (HR. Hakim).

3 dari 4 halaman

Bagaimana Malaikat Maut Mengetahui Ajal Hamba Allah?

Dream - Jodoh, keberuntungan dan mati telah menjadi rahasia Allah SWT. Bahkan, mahluk seperti malaikat, pun tidak mengetahui secara pasti keputusan Allah tersebut.

Jika sudah demikian, bagaimana malaikat mengetahui mahluk Allah akan mati? Dalam suatu kisah yang ditulis Syekh Abdurrahmin bin Ahmad Al-Qadhi di buku Daqaiqul Akhbar, Malaikat Maut Izrail sempat bertanya kepada Allah mengenai rahasia itu.

" Ya Tuhanku, kapan aku harus mencabut nyawa hamba itu? Dalam keadaan seperti apa hamba itu harus aku cabut nyawanya? Bagaimana pula aku harus mencabut rohnya?"

Dari pertanyaan itu Allah kemudian mengeluarkan firman,

"  Wahai Malaikat Maut, semua itu adalah rahasia-Ku. Tidak ada yang tahu kecuali Aku. Aku akan memberitahumu tentang kapan ajal seseorang itu tiba. Aku akan memberimu beberapa pertanda yang menunjukkan saatnya kamu mencabut nyawa seorang hamba."

Ada beberapa kisah yang menyebut bagaimana petanda dicabutnya nyawa seseorang. Dalam suatu kisah, jika seseorang hendak dicabut nyawanya termasuk golongan orang yang mendapatkan kebahagiaan, maka tulisan nama di buku catatan amal perbuatannya akan terlihat cahaya terang.

Tetapi, jika hamba itu termasuk golongan orang-orang celaka, maka tulisan namanya kan diselimuti garis hitam kelam yang tebal.

4 dari 4 halaman

Tetapi, dari riwayat Ka'ab al-Akhbar yang dituliskan oleh Abdurrahim, tanda yang diciptakan Allah untuk memberitahu malaikat ialah melalui sebatang pohon yang ditanam tepat di bawah Arsy. Pohon itu memiliki daun sebanyak jumlah mahluk hidup.

Saat seorang hamba hendak dicabut nyawanya, 40 hari sebelumnya daun dari pohon itu jatuh di pangkuan Malaikat Izrail. Daun itu mewakili mahluk yang hendak dicabut.

Sebelum masa pencabutan nyawa itu, para malaikat mengumumkan hamba yang akan dicabut nyawanya. Malaikat Mikail akan datang menjumpai Malaikat Izrail dan menyerahkan buku catatan dari Allah.

" Buku catatan itu berisi nama orang yang dicabut nyawanya disertai keterangan tentang di mana, bagaimana, dan dalam keadaan seperti apa Malaikat Maut harus mencabutnya," tulis Abdurrahim.

Beri Komentar