8 Misteri di Indonesia yang Belum Terungkap

Reporter : Puri Yuanita
Minggu, 6 Maret 2016 06:02
8 Misteri di Indonesia yang Belum Terungkap
Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap sisi misterius yang dimiliki Indonesia. Namun sayangnya, hanya beberapa di antaranya saja yang berhasil terkuak atau terjawab.

Dream - Selain menyimpan keindahan dan kekayaan sumber daya alam, Indonesia juga memiliki segudang sisi misterius yang hingga kini masih tak terpecahkan.

Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap sisi misterius yang dimiliki Indonesia. Namun sayangnya, hanya beberapa di antaranya saja yang berhasil terkuak atau terjawab.

Berikut ini 8 hal yang masih menjadi misteri di Indonesia hingga kini:

1. Dusun Karang Kenek

Di Situbonodo, tepatnya di Desa Olean, ada satu kampung yang bernama Dusun Karang Kenek yang di dalamnya hanya berisikan 26 Kepala Keluarga (KK) saja dan tidak pernah bertambah banyak atau sedikit selama berpuluh-puluh tahun.

Menurut Ketua RT di dusun ini yang bernama Syaiful Arif, sejak dia menikah di tahun 1980, jumlah KK di Dusun Karang Kenek tidak mengalami perubahan. Bahkan jika jumlahnya melebihi angka 26, maka warga baru akan merasa tidak kerasan dan segera meninggalkan daerah tersebut atau bahkan sampai ada yang meninggal dunia.

Dikarenakan hanya berisikan 26 KK saja, maka dari kejauhan perkampungan ini seperti sebuah daerah mati yang sangat sepi atau tidak berpenghuni. Selain itu, lokasinya juga terpencil dan dikelilingi oleh banyak pohon besar.

Sayangnya, hingga kini belum diketahui alasan ilmiah kenapa dusun satu ini seperti menolak dan membatasi untuk ditempati banyak KK.

2. Orang Boentoet, Suku Berekor di Kalimantan

Sebuah suku yang orang-orangnya memiliki ekor atau menurut legendanya disebut dengan nama Orang Boentoet yang berada di daerah Pasir, Kalimantan.

Cerita dan legenda keberadaan Orang Boentoet itu bermula dari percakapan yang dilakukan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman dari Kutai dan kerabatnya bersama dengan Carl Alfred Bock, seorang penjelajah asal Kopenhagen, Denmark yang kemudian pindah ke Norwegia, di atas sebuah perahu yang melintasi perairan di Tenggarong pada hari Minggu, 20 Juli 1879, yang kemudian dibenarkan oleh seorang abdi kerajaan bernama Tjiropon.

Walaupun tidak banyak orang yang percaya, namun orang-orang asli daerah Pasir menyebutkan bahwa orang Boentoet adalah sebutan khusus untuk para pengawal Sultan Pasir. Sayangnya, tidak ada bukti spesifik hanya sebatas lisan belaka bahwa memang di daerah Pasir pernah ada suku yang memiliki ekor bernama orang Boentoet.

Selengkapnya baca di sini.      

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik